Senin, 7 Juli 2031
Tuhan Ada di Sini, dan Aku Tak Tahu
Ada tempat-tempat yang kita anggap biasa saja: sudut kamar, halte, warung langganan, jalan yang tiap hari dilewati. Kita tidak pernah menyangka ada yang istimewa di sana, karena terlalu akrab, terlalu sehari-hari.
Yakub sedang dalam pelarian. Ia kabur dari kakaknya, kemalaman di tengah jalan, lalu tidur beralas batu di tempat antah-berantah. Bukan tempat suci, bukan mezbah. Sekadar tanah kosong untuk melewatkan malam.
Tetapi di tempat sesederhana itu Allah menampakkan diri. Ketika bangun, Yakub berkata dengan tergagap: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya." Lalu ia menambahkan, "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini pintu gerbang sorga."
Yang berubah bukan tempatnya. Yang berubah matanya. Tuhan sudah ada di sana sepanjang malam; Yakub saja yang baru eling, baru sadar.
Betapa sering kita begitu. Menganggap Tuhan hanya hadir di gereja, di acara rohani, di saat khusuk. Padahal Ia ada di dapur yang berasap, di meja kerja yang penuh, di wajah orang serumah yang sudah terlalu kita hafal.
Hari ini, cobalah menengok sekeliling dengan mata Yakub. Jangan-jangan tempat yang paling biasa itu justru pintu gerbang sorga, dan selama ini kita hanya kurang sadar.
Tuhan, Engkau ada di tempat-tempat yang kuanggap biasa, dan aku tidak mengetahuinya. Sadarkanlah aku, supaya setiap sudut hidupku kupandang sebagai rumah-Mu. Amin.