Senin, 7 Juli 2031
Senin XIV Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kejadian 28:10-22a
Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran. Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu. Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu." Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya." Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga." Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus. Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."
Mazmur Tanggapan Mazmur 91:1-4,14-15
Bacaan Injil Matius 9:18-26
Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.
Renungan
Tuhan Ada di Sini, dan Aku Tak Tahu
Ada tempat-tempat yang kita anggap biasa saja: sudut kamar, halte, warung langganan, jalan yang tiap hari dilewati. Kita tidak pernah menyangka ada yang istimewa di sana, karena terlalu akrab, terlalu sehari-hari.
Yakub sedang dalam pelarian. Ia kabur dari kakaknya, kemalaman di tengah jalan, lalu tidur beralas batu di tempat antah-berantah. Bukan tempat suci, bukan mezbah. Sekadar tanah kosong untuk melewatkan malam.
Tetapi di tempat sesederhana itu Allah menampakkan diri. Ketika bangun, Yakub berkata dengan tergagap: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya." Lalu ia menambahkan, "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini pintu gerbang sorga."
Yang berubah bukan tempatnya. Yang berubah matanya. Tuhan sudah ada di sana sepanjang malam; Yakub saja yang baru eling, baru sadar.
Betapa sering kita begitu. Menganggap Tuhan hanya hadir di gereja, di acara rohani, di saat khusuk. Padahal Ia ada di dapur yang berasap, di meja kerja yang penuh, di wajah orang serumah yang sudah terlalu kita hafal.
Hari ini, cobalah menengok sekeliling dengan mata Yakub. Jangan-jangan tempat yang paling biasa itu justru pintu gerbang sorga, dan selama ini kita hanya kurang sadar.
Tuhan, Engkau ada di tempat-tempat yang kuanggap biasa, dan aku tidak mengetahuinya. Sadarkanlah aku, supaya setiap sudut hidupku kupandang sebagai rumah-Mu. Amin.
Invitatorium
SENIN II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Senin dalam Pekan Biasa.
MADAH
Ant. 1 Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, Tuhan, dan lindungilah aku.
Mazmur 6
Seorang yang menderita memohon belas kasihan Allah
Aku diliputi kegelisahan… Bapa, selamatkanlah aku dari saat ini (Yohanes 12:27).
Ant. Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, Tuhan, dan lindungilah aku.
Ant. 2 Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sini untuk menolong mereka.
Ant. Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sini untuk menolong mereka.
Ant. 3 Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.
Ant. Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.
BACAAN
RESPONSORIUM 2 Samuel 1:21, 19
RESPONSORIUM Yohanes 10:27-28; Yehezkiel 34:15
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?
Mazmur 41 (42)
Ant.1: Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?
Ant.2: Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.
Sir 36,1-7.13-16
Ant.2: Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.
Ant.3: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.
Mazmur 18 (19) A
Ant.3: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN II SIANG
Madah
Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.
Mazmur 118 (119),41-48
Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.
Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - I
Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.
Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - II
Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.
Bacaan singkat (Yer 32,40)
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN II SORE
Madah
Ant.1: Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.
Mazmur 44 (45) I
Ant.1: Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.
Ant.2: Pengantin datang, songsonglah dia!
Mazmur 44 (45) II
Ant.2: Pengantin datang, songsonglah dia!
Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.
Ef 1,3-10
Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.
Bacaan Singkat (1Tes2,13)
Ant. Kidung: Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant. Kidung: Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Odo
Abbas
Odo lahir sebagai karunia khusus dari Allah. Ayahnya-seorang perwira militer Prancis-terus berdoa memohon dari Tuhan seorang anak laki-laki. Dan Tuhan mengabulkan permohonannya dengan mengaruniakan Odo kepadanya.
Ketika dipermandikan, sang ayah mempersembahkan Odo kepada perlindungan Santo Martinus dari Tours. Sepanjang hidupnya, Odo menaruh hormat dan devosi khusus kepada Santo Martinus. Ayahnya menginginkan Odo menjadi seorang ksatria yang tangkas menggunakan pedang. Tetapi Tuhan merencanakan sesuatu yang lain dari kehendak ayahnya.
Kesehatan Odo yang terus terganggu dan karena itu tidak layak untuk menjalani hidup kemiliteran, menjadi suatu alasan kuat baginya untuk menolak rencana ayahnya. Sementara itu keinginannya untuk menjadi seorang imam semakin membara. Akhirnya ia secara terbuka mengatakan keinginan dan cita-citanya itu kepada ayahnya. Lalu dengan restu ayahnya, Odo berangkat ke Tours untuk menjalani pendidikan imamat.
Odo masuk ordo Santo Benediktus. Pada tahun 927, ia dipilih menjadi Abbas di biara Cluni. Sebagai pemimpin biara, ia bersikap tegas dalam hal pelaksanaan aturan-aturan hidup membiara, tetapi bijaksana dan lembut kepada rekan-rekan sebiara. Ia pun tetap menjadi seorang pengagum Santo Martinus dengan devosi-devosinya.
Ia pergi ke Roma dan di sana ia jatuh sakit. Ia segera kembali ke Tours, karena keinginannya untuk meninggal di sana dan dikuburkan di samping Santo Martinus. Ia tiba di Tours tepat pada pesta Santo Martinus. Setelah menyiapkan diri selama beberapa hari, Odo meninggal pada tanggal 18 November 942