‹ Semua renungan

Kamis, 6 Februari 2031

Berangkat Tanpa Bekal

Coba perhatikan tas kita setiap bepergian. Baju ganti, camilan, obat-obatan, uang cadangan. Makin jauh perginya, makin berat tasnya. Kita baru merasa aman kalau semua kemungkinan sudah tertangani.

Kemarin Yesus ditolak di kampung-Nya sendiri. Hari ini, alih-alih mundur, Ia justru mengutus kedua belas murid berdua-dua. Bekalnya mengejutkan: roti jangan, bekal jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan. Boleh tongkat dan alas kaki. Selebihnya hanya kuasa dan kepercayaan.

Mengapa seminim itu? Supaya para utusan bersandar bukan pada isi tas, melainkan pada Dia yang mengutus. Orang yang berangkat dengan tangan kosong akan belajar menerima, dan pewarta yang tahu menerima tidak akan sombong. Kabar baik memang paling nyaring diwartakan oleh hidup yang ringan.

Hari ini Gereja mengenang Paulus Miki dan kawan-kawannya, para martir Nagasaki. Kata martir berasal dari bahasa Yunani martys, artinya saksi. Dari salibnya Miki masih sempat berkhotbah dan mengampuni para algojonya. Ia berangkat tanpa bekal apa pun kecuali iman, dan justru itulah kesaksian yang paling keras bunyinya sampai hari ini.

Apa yang masih terlalu berat dalam tasku untuk mengikuti Dia?

Tuhan, ringankanlah tasku. Ajarilah aku berangkat dengan bersandar pada-Mu saja. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →