Rabu, 5 Februari 2031
Anak Tukang Kayu
Di kampung, orang yang sudah jadi tetap dipanggil nama kecilnya. Sepintar apa pun ia di kota, di rumah ia tetap si anu, anak si anu. Kadang panggilan itu hangat. Kadang ia menjadi pagar: kamu jangan macam-macam, kami tahu asal-usulmu.
Itulah yang terjadi di Nazaret. Orang takjub mendengar Yesus mengajar di rumah ibadat, lalu buru-buru menutup takjub itu: bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Mereka terlalu mengenal-Nya untuk percaya. Dan Injil mencatat kalimat yang mengerikan: Ia tidak dapat mengadakan satu mukjizat pun di sana.
Ketidakpercayaan ternyata bisa mengikat tangan Tuhan. Bukan karena kuasa-Nya berkurang, melainkan karena pintu kita terkunci dari dalam. Berapa banyak karya Allah batal dalam hidupku karena aku merasa sudah terlalu kenal: sudah hafal ceritanya, sudah tahu isinya, tidak berharap apa-apa lagi?
Santa Agata, yang kita kenang hari ini, memilih jalan sebaliknya. Perawan muda dari Sisilia itu percaya penuh kepada Dia yang ditolak banyak orang, dan mempertahankan imannya sampai mati sebagai martir.
Masihkah aku bisa takjub kepada Yesus, atau Ia sudah kuanggap biasa?
Tuhan, jagalah aku dari iman yang tumpul karena merasa terbiasa. Buatlah aku takjub lagi kepada-Mu. Amin.