Kamis, 6 Februari 2031
S. Paulus Miki dan kawan-kawan
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama Ibrani 12:18-19,21-24
Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: "Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar." Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.
Mazmur Tanggapan Mazmur 48:2-4,9-11
Bacaan Injil Markus 6:7-13
Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.
Renungan
Berangkat Tanpa Bekal
Coba perhatikan tas kita setiap bepergian. Baju ganti, camilan, obat-obatan, uang cadangan. Makin jauh perginya, makin berat tasnya. Kita baru merasa aman kalau semua kemungkinan sudah tertangani.
Kemarin Yesus ditolak di kampung-Nya sendiri. Hari ini, alih-alih mundur, Ia justru mengutus kedua belas murid berdua-dua. Bekalnya mengejutkan: roti jangan, bekal jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan. Boleh tongkat dan alas kaki. Selebihnya hanya kuasa dan kepercayaan.
Mengapa seminim itu? Supaya para utusan bersandar bukan pada isi tas, melainkan pada Dia yang mengutus. Orang yang berangkat dengan tangan kosong akan belajar menerima, dan pewarta yang tahu menerima tidak akan sombong. Kabar baik memang paling nyaring diwartakan oleh hidup yang ringan.
Hari ini Gereja mengenang Paulus Miki dan kawan-kawannya, para martir Nagasaki. Kata martir berasal dari bahasa Yunani martys, artinya saksi. Dari salibnya Miki masih sempat berkhotbah dan mengampuni para algojonya. Ia berangkat tanpa bekal apa pun kecuali iman, dan justru itulah kesaksian yang paling keras bunyinya sampai hari ini.
Apa yang masih terlalu berat dalam tasku untuk mengikuti Dia?
Tuhan, ringankanlah tasku. Ajarilah aku berangkat dengan bersandar pada-Mu saja. Amin.
Invitatorium
KAMIS IV PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu dalam Pekan Biasa, Peringatan Santa Agata, Perawan dan Martir
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.
Mazmur 103
Pujian atas belas kasihan Allah yang lembut
Dalam belas kasihan Allah kita yang lembut, fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita (lihat Lukas 1:78).
Ant. Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.
Ant. 2 Seperti seorang bapa berlemah lembut kepada anak-anaknya, demikianlah Tuhan kepada mereka yang takut akan Dia.
Ant. Seperti seorang bapa berlemah lembut kepada anak-anaknya, demikianlah Tuhan kepada mereka yang takut akan Dia.
Ant. 3 Pujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!
Ant. Pujilah Tuhan, hai segala karya-Nya.
BACAAN
RESPONSORIUM 1 Tesalonika 5:9; Kolose 1:13
RESPONSORIUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.
Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.
Yes 66,10-14a
Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.
Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kita.
Mazmur 146 (147A)
Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kita.
Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
KAMIS IV SIANG
Madah
Ant.1: Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan.
Mazmur 118 (119),153-160
Ant.1: Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan.
Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.
Mazmur 127 (128)
Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.
Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.
Mazmur 128 (129)
Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.
Bacaan singkat (Keb 1,1-2)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
KAMIS IV SORE
Madah
Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepadaNya aku berharap.
Mazmur 143 (144) - I
Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepadaNya aku berharap.
Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.
Mazmur 143 (144) - II
Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.
Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.
Why 11,17-18;12,10-12
Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.
Bacaan singkat (lh. Kol 1,23)
Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - KAMIS
Doa Tobat
Madah
Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat (1Tes 5,23)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Paulus Miki dan kawan-kawan
Martir-martir Jepang · ± 1562-1597
Paulus Miki lahir sekitar tahun 1562 dari sebuah keluarga Jepang yang berada. Seluruh keluarganya menjadi Katolik, dan pada usia dua puluh tahun Paulus masuk seminari Yesuit yang baru dibuka di Jepang. Ia menjadi bruder Yesuit dan dikenal sebagai pengkhotbah berbakat yang menuntun banyak orang sebangsanya kepada iman.
Pada masa itu penguasa Toyotomi Hideyoshi mulai curiga terhadap kehadiran para misionaris asing. Ia menangkap dua puluh enam orang Kristen, terdiri dari para imam dan bruder Fransiskan, tiga Yesuit termasuk Paulus Miki, serta sejumlah awam Jepang, di antaranya beberapa anak laki-laki. Mereka dipaksa berjalan kaki lebih dari lima ratus kilometer dari Kyoto menuju Nagasaki sambil diejek dan dianiaya, namun tetap setia.
Di sebuah bukit di Nagasaki, kedua puluh enam orang itu disalibkan dan ditikam dengan tombak pada tahun 1597. Dari atas salibnya, Paulus Miki masih sempat berkhotbah kepada orang banyak. Ia menyatakan bahwa ia bahagia mati demi Yesus, lalu mengampuni para algojonya dan berdoa bagi keselamatan mereka. Para martir ini dikanonisasi oleh Paus Pius IX pada tahun 1862 dan menjadi benih pertama Gereja Jepang.
Pelindung: Jepang.
Santa Dorothea dan Theopilus
Martir
Cerita kuno yang berbau legenda tentang buah-buahan dan bunga dari Santa Dorothea mengingatkan kita akan anugerah-anugerah yang kita terima dari jasa dan pengantaraan para orang kudus. Makin lama makin menjadi kebiasaan bahwa sejak jaman Santo Stefanus Martir, para martir juga berdoa bagi musuh-musuhnya supaya bertobat. Hal ini tampak juga pada diri Santa Dorothea. Dorothea mati sebagai Martir Kristus pada masa penganiayaan orang Kristen di Kaisarea. Orang tuanya pun mati terbunuh sebagai martir.
Menurut cerita kuno yang diwariskan oleh Santo Aldhelmus, Dorothea hidup di Kaisarea pada abad ke 4, pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus. Pada masa itu Fabricius menjadi gubernur di Kaisarea. Fabricus yang tertarik pada kecantikan Dorothea berusaha keras untuk menikahinya. Dorothea yang sudah beriman Kristen dengan tegas menolak keinginan sang Gubernur yang kafir itu. Gubernur Fabricus mengutus dua orang wanita cantik untuk membujuk Dorothea agar menerima lamarannya. Namun Dorothea tidak dapat digoyahkan pendiriannya. Dua wanita itu pun bahkan tersentuh hatinya menyaksikan keteguhan iman Dorothea, dan akhirnya mereka bertobat dan menjadi Kristen. Akhirnya Dorothea dipanggil oleh Fabricius, diancam akan disiksa dan dibunuh. Di hadapan Fabricius, Dorothea dengan tegas menjawab: Segeralah bunuh aku, agar secepatnya aku memuji Tuhanku di surga. Theophilus yang menjadi pengawal Fabricius mengejek dan mengatakan: Kalau engkau sampai di surga tolong kirimkan kepadaku buah buahan dan bunga mawar.
Pada waktu yang ditentukan, seorang algojo memenggal leher Dorothea dengan pedangnya. Seketika itu juga wafatlah Dorothea sebagai martir Yesus yang jaya. Dan pada malam harinya seorang malaikat kecil menampakkan diri kepada Theophilus. Malaikat kecil itu menjinjing satu keranjang berisi buah apel dan bunga mawar dan memberikannya kepada Theophilus, katanya: Hai Theophilus, inilah kiriman dari Dorothea untukmu. Melihat hal itu takutlah ia; kemudian ia bertobat dan menjadi Kristen. Bahkan malaikat kecil itu berpesan: Engkau ditunggu Dorothea di surga. Tak lama kemudian Theophilus juga ditangkap dan dibunuh di tempat yang sama. Jenazah Dorothea kemungkinan di simpan di dalam sebuah gereja di Roma yang dimana namanya ditulis.
Santo Paulus Miki
dkk; Martir
Pada tahun 1588, penguasa Jepang memerintahkan agar para misionaris yang berkarya di Jepang segera meninggalkan negeri itu. Mereka yang tidak mematuhi perintah itu akan dibunuh. Perintah ini baru terlaksana 9 tahun kemudian yakni pada tahun 1597. Pada tahun inilah martir-martir pribumi ditangkap dan disiksa.
Bersama dengan mereka itu terdapat juga 6 misionaris Spanyol dari Ordo Santo Fransiskus. Dari antara 20 orang martir pribumi Jepang, terdapat seorang yang bernama Paulus Miki. Ia seorang imam Yesuit yang pandai berkhotbah. Ketika terjadi penganiayaan, Paulus berumur 33 tahun. Selain dia, dikenal juga dua orang guru agama, yaitu Yohanes Goto (19 tahun) dan Yakobus Kisai. Keduanya sudah diterima dalam novisiat bruder-bruder serikat Yesus di Miako. Penyiksaan atas mereka sungguh kejam. Telinga mereka disayat, tubuh mereka di sesah hingga memar dan berdarah. Setelah itu mereka diantar berkeliling kota untuk dipertontonkan kepada seluruh rakyat.
Kepada penguasa yang menyiksa mereka, Paulus Miki atas nama kawan – kawannya menulis sebuah surat bunyinya: Apakah dengan penyiksaan ini kalian sanggup merampas harta dan kemuliaan yang telah di berikan Tuhan kepada kami? Seyogiayanya kamu harus bergembira dan mengucap syukur atas kemuliaan yang diberikan oleh Tuhan kepada kami. Selanjutnya Paulus Miki dan teman-temannya digiring ke sebuah bukit di pinggir kota Nagasaki. Disana sudah tersedia 26 salib. Rakyat banyak sudah menanti disana untuk menyaksikan penyiksaan atas Paulus Miki dan teman-temannya. Ayah Yohanes Goto pun ada diantara mereka untuk menghibur dan meneguhkan anaknya. Para martir itu disesah dan disalibkan di hadapan rakyat banyak. Namun mereka tidak takut akan semua siksaan ngeri itu. Dari atas salibnya, Paulus Miki terus berkhotbah guna meneguhkan iman kawan-kawannya. Akhirnya lambung mereka ditusuk dengan tombak hingga mati.