‹ Semua renungan

Jumat, 7 Februari 2031

Telinga Herodes

Ada orang yang senang sekali mendengar nasihat. Ia mengangguk-angguk, matanya berkaca-kaca, ia minta didoakan. Lalu pulang, dan hidupnya sama saja. Tahun depan ia datang lagi, terharu lagi, dan sama saja lagi.

Herodes orang seperti itu. Markus mencatat hal yang aneh: Herodes segan kepada Yohanes, tahu ia orang benar dan suci, bahkan senang mendengarkannya, meski hatinya selalu terombang-ambing. Ia pendengar yang baik. Tetapi ia tidak pernah bertobat.

Maka ketika ujian datang, telinganya kalah oleh gengsinya. Demi sumpah di depan para tamu pesta, ia memenggal orang yang diam-diam dihormatinya. Kepala sang nabi diantar di sebuah talam, dan hati raja sangat sedih. Sedih, tapi tetap melakukannya. Begitulah nasib suara hati yang bertahun-tahun didengar tanpa pernah dituruti: makin lama makin mudah dikalahkan.

Kemarin kita mendengar para murid diutus mewartakan pertobatan. Hari ini kita melihat nasib pendengar yang terus menundanya. Mendengar saja ternyata tidak menyelamatkan. Firman itu minta dilakukan, bukan sekadar dinikmati.

Aku ini pendengar yang mana: yang berubah, atau yang hanya terharu?

Tuhan, jangan biarkan firman-Mu berhenti di telingaku. Antarlah ia sampai ke keputusan-keputusanku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →