Sabtu, 8 Februari 2031
Tempat yang Sunyi
Zaman ini orang bangga kalau sibuk. Ditanya kabar, jawabnya: wah, sampai tidak sempat bernapas. Seolah kelelahan adalah piala. Orang Jawa punya rem yang bagus untuk itu: ojo ngoyo, jangan memaksakan diri melampaui takaran.
Para rasul baru pulang dari perutusan. Mereka bersemangat melaporkan semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Tanggapan Yesus bukan menambah target. Ia berkata: marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika. Sebab makan saja mereka tidak sempat.
Istirahat ternyata bukan bonus bagi yang malas, melainkan ajakan bagi yang setia. Yang mengajak beristirahat adalah Tuhan sendiri. Sebab pelayan yang tidak pernah berhenti pelan-pelan akan melayani dengan sisa, bukan dengan hati.
Menariknya, rencana itu gagal. Orang banyak berjalan darat mendahului mereka, dan Yesus, melihat domba tanpa gembala itu, tergerak oleh belas kasihan. Istirahat sejati memang bukan lari dari manusia, melainkan pulang sebentar kepada Bapa, supaya ada lagi yang bisa dibagikan.
Kapan terakhir kali aku sungguh berhenti, bukan sekadar berpindah kesibukan?
Tuhan, ajaklah aku ke tempat sunyi-Mu. Pulihkanlah aku, supaya pelayananku mengalir dari hati yang penuh. Amin.