‹ Semua renungan

Minggu, 9 Februari 2031

Pohon di Tepi Air

Musim kemarau adalah juri yang jujur. Dua pohon bisa tampak sama hijau di musim hujan. Tunggu saja sampai kering panjang. Yang satu meranggas, yang satu tetap berbuah. Bedanya tidak kelihatan dari luar, sebab bedanya ada di bawah tanah: ke mana akarnya minum.

Yeremia memakai gambar itu. Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri; ia seperti semak bulus di padang belantara. Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan; ia seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air. Daunnya tetap hijau, dan ia tidak berhenti menghasilkan buah, bahkan dalam tahun kering.

Perhatikan baik-baik: pohon itu tetap mengalami panas terik. Ia tidak dipindahkan ke tempat teduh. Iman tidak membebaskan kita dari kemarau. Iman memberi kita sumber yang tidak ikut kering.

Injil hari ini melanjutkan logika terbalik itu. Yesus turun ke tempat yang datar dan berkata: berbahagialah kamu yang miskin, yang lapar, yang menangis. Celakalah kamu yang kaya, yang kenyang, yang selalu dipuji semua orang. Telinga kita protes. Bukankah kaya dan kenyang itu tanda hidup berhasil?

Yesus tidak sedang memuji penderitaan. Ia sedang menunjuk akar. Orang yang serba penuh mudah merasa cukup dengan dirinya sendiri; akarnya berhenti mencari. Orang yang kosong tahu bahwa ia membutuhkan, maka akarnya menjalar kepada Allah. Kemiskinan yang diberkati adalah kemiskinan yang membuat kita berpaut pada Tuhan; kekayaan yang dicelakakan adalah kekayaan yang membuat kita berhenti membutuhkan Dia.

Paulus menutupnya dengan taruhan besar: kalau kita berharap kepada Kristus hanya untuk hidup ini saja, kita ini orang paling malang dari segala manusia. Tetapi Kristus telah dibangkitkan sebagai yang sulung. Artinya, tahun kering tidak pernah menjadi kata terakhir. Ada musim yang sedang disiapkan, yang tidak tampak oleh mata yang hanya menghitung panen hari ini.

Maka pertanyaan pekan ini sederhana tetapi menghunjam: ke mana akar hidupku minum? Pada pujian orang, pada saldo, pada rasa aman yang bisa menguap dalam semalam? Atau pada Dia yang tetap mengalir ketika segalanya kering?

Tuhan, tanamlah aku di tepi air-Mu. Biar kemarau datang, jangan biarkan akarku pergi dari-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →