Senin, 10 Februari 2031
Sejumbai Jubah
Pasar adalah tempat orang mencari kebutuhan hari itu: beras, sayur, ikan. Di Genesaret, pasar tiba-tiba berubah fungsi. Orang-orang meletakkan yang sakit di sana, sebab yang paling mereka butuhkan hari itu sedang lewat.
Permintaan mereka mengharukan. Bukan minta upacara, bukan minta doa yang panjang. Mereka hanya memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya saja. Iman yang amat sederhana. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
Tuhan rupanya tidak menunggu iman kita rapi tersusun. Sentuhan kecil yang sungguh-sungguh sudah cukup menjadi pintu bagi kuasa-Nya. Yang menentukan bukan besarnya gerakan, melainkan kepada siapa tangan itu terulur.
Hari ini Gereja mengenang Santa Skolastika, adik Santo Benediktus. Suatu senja ia memohon kakaknya tinggal semalam lagi untuk berbincang tentang Allah. Benediktus menolak karena aturan biara. Skolastika menunduk dan berdoa, lalu hujan badai turun sehingga kakaknya tidak bisa pulang. Kata Gregorius Agung: ia lebih besar kasihnya, maka doanya lebih berkuasa.
Doaku dan sentuhanku mungkin kecil, sekecil ujung jari pada jumbai jubah. Tetapi kepada siapa ia kuarahkan hari ini?
Tuhan, aku mengulurkan tangan menjamah ujung jubah-Mu. Sembuhkanlah apa yang sakit dalam diriku. Amin.