Selasa, 11 Februari 2031
Gambar dan Rupa
Uang kertas yang lusuh, terlipat, bahkan sobek sedikit, tetap laku di warung. Nilainya tidak berkurang karena kumal. Sebab nilainya memang tidak terletak pada mulusnya kertas, melainkan pada gambar dan tanda yang tercetak di atasnya.
Kemarin kita mendengar penciptaan sampai hari keempat: terang, cakrawala, laut, matahari dan bulan. Hari ini karya itu dirampungkan, dan puncaknya bukan bintang-bintang, melainkan manusia. Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita. Baru setelah itu Allah memandang segala yang dijadikan-Nya dan berkata: sungguh amat baik.
Gambar Allah tercetak pada setiap manusia. Pada bayi yang baru lahir dan pada orang tua yang mulai pikun. Pada yang gagah dan pada yang lusuh, pada yang berjasa dan pada yang merepotkan. Karena itu nilai seorang manusia tidak pernah ditentukan oleh kondisinya, melainkan oleh gambar siapa yang ada padanya.
Kalau begitu, merendahkan manusia mana pun berarti melecehkan gambar Penciptanya. Dan merawat manusia, siapa pun dia, berarti memuliakan Dia yang gambarnya tercetak di sana.
Siapa yang selama ini kupandang sebelah mata, padahal padanya tercetak gambar Allah?
Allah Pencipta, ajarilah aku melihat gambar-Mu pada setiap wajah yang kutemui hari ini. Amin.