Kamis, 16 Januari 2031
Sebelum Mengeras
Beberapa hari ini surat Ibrani menemani kita, dan hari ini nadanya berubah jadi peringatan. 'Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu.' Lalu kalimat itu diulang, nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, 'selama masih dapat dikatakan hari ini.'
Siapa yang pernah mengaduk semen tahu maksudnya. Adonan semen ada masanya. Selagi basah, ia bisa dibentuk, ditata, diperbaiki. Tetapi bila didiamkan terlalu lama, ia mengeras. Sesudah itu palu pun sukar mengubahnya. Kesempatan membentuknya sudah lewat.
Hati manusia mirip adonan itu. Ada saat ketika ia masih lunak, mudah tersentuh, gampang menangis, cepat memaafkan. Tetapi hati yang terus-menerus menunda, yang selalu berkata nanti saja, pelan-pelan mengeras. Bukan karena satu keputusan besar, melainkan karena seribu penundaan kecil. Dosa tidak selalu membuat kita jahat seketika. Lebih sering ia cuma membuat kita makin susah tergerak.
Karena itu firman ini menekankan satu kata, hari ini. Bukan besok. Pengampunan yang mau kita berikan, langkah tobat yang mau kita ambil, doa yang mau kita ucapkan, semua punya masa. Diaduk sekarang, mumpung masih basah.
Adakah satu bagian dari hatiku yang mulai mengeras, dan hari ini masih sempat kulunakkan kembali?
Tuhan, jamah hatiku selagi masih lunak. Jangan biarkan aku menunda sampai ia mengeras. Hari ini, bukan nanti, kubuka pintu bagi-Mu. Amin.