Kamis, 16 Januari 2031
Kamis I Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Ibrani 3:7-14
Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku." Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.
Mazmur Tanggapan Mazmur 95:6-11
Bacaan Injil Markus 1:40-45
Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.
Renungan
Sebelum Mengeras
Beberapa hari ini surat Ibrani menemani kita, dan hari ini nadanya berubah jadi peringatan. 'Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu.' Lalu kalimat itu diulang, nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, 'selama masih dapat dikatakan hari ini.'
Siapa yang pernah mengaduk semen tahu maksudnya. Adonan semen ada masanya. Selagi basah, ia bisa dibentuk, ditata, diperbaiki. Tetapi bila didiamkan terlalu lama, ia mengeras. Sesudah itu palu pun sukar mengubahnya. Kesempatan membentuknya sudah lewat.
Hati manusia mirip adonan itu. Ada saat ketika ia masih lunak, mudah tersentuh, gampang menangis, cepat memaafkan. Tetapi hati yang terus-menerus menunda, yang selalu berkata nanti saja, pelan-pelan mengeras. Bukan karena satu keputusan besar, melainkan karena seribu penundaan kecil. Dosa tidak selalu membuat kita jahat seketika. Lebih sering ia cuma membuat kita makin susah tergerak.
Karena itu firman ini menekankan satu kata, hari ini. Bukan besok. Pengampunan yang mau kita berikan, langkah tobat yang mau kita ambil, doa yang mau kita ucapkan, semua punya masa. Diaduk sekarang, mumpung masih basah.
Adakah satu bagian dari hatiku yang mulai mengeras, dan hari ini masih sempat kulunakkan kembali?
Tuhan, jamah hatiku selagi masih lunak. Jangan biarkan aku menunda sampai ia mengeras. Hari ini, bukan nanti, kubuka pintu bagi-Mu. Amin.
Invitatorium
KAMIS I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.
Ibadat Bacaan
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Mazmur 18:31-51
Nyanyian syukur
Jika Allah di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita? (Roma 8:31).
Ant. Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Ant. 2 Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.
Ant. Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.
Ant. 3 Semoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.
Ant. Semoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 4:11; lihat Ester 13:10-11
RESPONSORIUM Lihat Amsal 8:22-30
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.
Mazmur 56
Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.
Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.
Yer 31,10-14
Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.
Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.
Mazmur 47
Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.
Bacaan Singkat (Yes 66,1-2)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
KAMIS I SIANG
Madah
Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.
Mazmur 118 (119),17-24
Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.
Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.
Mazmur 24 (25) I
Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.
Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.
Mazmur 24 (25) II
Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.
Bacaan singkat (Am 4,13)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
KAMIS I SORE
Madah
Ant.1: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.
Mazmur 29
Ant.1: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.
Ant.2: Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.
Mazmur 31
Ant.2: Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.
Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Why 11,17-18;12,10-12
Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Bacaan singkat (lPetr 1,6-9)
Ant.Kidung: Tuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Tuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - KAMIS
Doa Tobat
Madah
Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat (1Tes 5,23)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Priscila
Priscila dikenal sebagai seorang gadis Romawi. Ia juga dikenal sebagai pendiri salah satu katakombe tertua di Roma, yakni Katakombe Santa Priscila, di jalan Salaria, Roma.
Tidak banyak hal yang diketahui tentang Pricila, kemungkinan ia adalah isteri Manius Acilius Glabrio, yang meninggal dunia karena teguh mempertahankan imannya pada masa penganiyaan terhadap orang Kristen oleh kaisar Domitianus (81-96).Menurut cerita, Santo Petrus pernah menggunakan rumah Priscila di jalan Salaria sebagai markasnya. Dibawah rumah itu, digali katakombe - katakombe. Santo Pundens dianggap sebagai putera dari Priscila. Priscila meninggal pada tahun 98.
Santo Honoratus
Uskup dan Pengaku Iman
Sepulang dari berziarah, Honoratus memilih tinggal di pulau terpencil di Perancis Selatan. Disitu ia mendirikan biara Lerin yang termasyur, karena sebagian besar biarawannya adalah cendekiawan. Ia ditabhiskan menjadi Imam dan diangkat menjadi Uskup Arles, walaupun ia sendiri tidak menginginkannya. Santo Hilarius sangat memujinya. Honoratus meninggal dunia pada tahun 429.
Santo Marsellus I
Paus dan Martir
Marsellus menjadi Paus pada tahun 308-309. ia ditetapkan oleh gereja sebagai Martir. Tempat dan hari kelahirannya serta kisah masa mudanya tidak diketahui dengan pasti. Meskipun demikian ia dikenal sebagai seorang imam dalam masa kePausan Santo Marselinus I (296-304).
Kisah tentang dirinya dihubungkan dengan peristiwa penganiyaan dan pembunuhan atas diri Paus(Santo) Marselinus I. Kematian Marselinus mengakibatkan kekosongan kepemimpinan gereja di Tahkta Suci selama beberapa saat. Gereja pada masa itu mengalami kegoncangan besar karena usaha penganiyaan orang - orang Kristen oleh Kaisar Diokletianus (284-305). Tiga tahun setelah kematian Diokletianus yaitu tahun 308, terpilihlah seorang Paus baru, yaitu Marsellus.
Kepemimpinan Marsellus berlangsung ditengah situasi Gereja yang kacau balau. Pelayanan iman dan pewarta sabda tidak berjalan. Umat tercerai berai tanpa bimbingan seorang gembala. Marsellus berkewajiban mengatur kembali administrasi Gereja dan mengatasi semua masalah Gereja. Tindakan pertama yang dilakukan adalah membagi Gereja kedalam wilayah - wilayah pelayanan (paroki) di bawah pimpinan seorang imam. Para imam bertugas mengajar umat, terutama para katekumen; melayani sakramen Pengakuan; mendoakan dan turut menguburkan jenazah orang - orang Kristen yang meninggal; dan bersama umat merayakan upacara untuk mengenang para martir. Marsellus pun membangun sebuah kuburan baru untuk orang - orang Kristen di Jalan Salaria, Roma.
Usaha - usaha Marsellus untuk mengatur kembali Gereja terhambat oleh perbedaan pendapat tentang masalah orang - orang Kristen yang mutrad ketika adanya penganiyaan. Mereka ingin kembali menjadi Kristen lagi tanpa menjalani kewajiban bertobat. Marsellus bertindak tegas dengan menuntut agar orang - orang itu terlebih dahulu harus bertobat, dan mangakui kesalahannya serta menjalankan penitensi yang berat. Hal ini ditentang oleh banyak orang hingga memuncak menjadi suatu peristiwa berdarah. Karena peristiwa ini, Kaisar Maxentius (306-312), menangkap dan mengasingkan Marsellus ke luar Roma. Ia meninggal di pengasingan itu.
Ada banyak cerita yang beredar tentang akhir hidup Marsellus. Salah satu cerita adalah bahwa Kaisar Maxentius yang tidak setuju dengan usaha - usaha Marsellus, menghukumnya dengan menjalankan kerja paksa: membersihkan kandang - kandang ternah Kaisar. Tetapi dengan bantuan umat, Marsellus dapat meloloskan diri dari tempat siksaan itu dan berlindung di dalam rumah seorang keluarga bangsawan di kota. Namun kemudian tempat persembunyian ini diketahui oleh kaki tangan Kaisar Maxentius. Marsellus kemudian ditangkap dan dibunuh dengan sangat keji.