‹ Semua renungan

Rabu, 15 Januari 2031

Yang Pernah Merasakannya

Kemarin surat Ibrani berkata bahwa Yesus tidak malu menyebut kita saudara. Hari ini alasannya diperjelas. Ia menjadi sama dengan kita, anak-anak dari darah dan daging. Ia tidak menyelamatkan kita dari kejauhan, dari balik kaca. Ia masuk ke dalam, ikut merasakan.

Ada satu ayat yang layak kita bawa seharian. 'Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.' Yesus dapat menolong bukan hanya karena Ia kuat, tetapi karena Ia pernah lemah. Ia tahu rasanya digoda, letih, takut.

Kita mengerti prinsip ini di hidup sehari-hari. Orang yang paling menghibur seorang janda biasanya janda yang lain. Yang paling mengerti orang tua yang kehilangan anak adalah orang tua yang pernah kehilangan juga. Kata penghibur dari orang yang belum pernah merasakan sering terdengar bagus tetapi tak menyentuh. Sedangkan tangan orang yang pernah menempuh jalan yang sama, walau diam, sudah menenangkan.

Itulah Imam Besar kita. Bukan yang berdiri jauh di atas dan menyuruh, melainkan yang pernah turun dan merasakan. Ketika aku berdoa dalam kesulitan, aku tidak sedang bicara kepada yang asing dengan deritaku.

Adakah lukaku sendiri, yang justru bisa kupakai untuk menolong orang yang kini menempuh jalan yang pernah kulewati?

Tuhan Yesus, Engkau pernah merasakan takut dan lelah, karena itu aku berani datang. Tolonglah aku, dan pakailah lukaku untuk menolong sesama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →