Selasa, 31 Desember 2030
Sekarang, Biarkanlah
Malam ini tahun akan berganti. Ada yang menghitung mundur dengan kembang api, ada yang duduk diam mengenang setahun yang lewat. Selalu ada campuran rasa di ujung tahun: syukur atas yang sudah lewat, dan cemas akan yang belum datang.
Injil menutup tahun ini dengan seorang tua bernama Simeon. Bertahun-tahun ia menanti, dengan satu janji di hatinya, bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Sang Mesias. Dan pada hari itu, ketika bayi Yesus dibawa masuk ke Bait Allah, Simeon menyambut-Nya, menatang-Nya, lalu berdoa, "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu."
Sungguh doa yang tenang. Seorang tua yang sudah siap melepaskan, karena ia sudah melihat apa yang paling ia nanti. Ia tidak menuntut hidup lebih panjang. Ia hanya bersyukur telah diberi memeluk janji Allah, meski sebentar.
Doa Simeon adalah doa penutup tahun yang tepat. Kita pun diajak menengok ke belakang dan bertanya, sudahkah mataku melihat keselamatan itu tahun ini? Di antara segala kesibukan dua belas bulan yang lewat, adakah aku sempat memeluk Tuhan yang datang?
Tahun boleh berakhir. Tetapi bagi orang yang sudah menggendong Yesus, setiap akhir hanyalah pintu menuju damai. Kita boleh melangkah ke tahun yang baru dengan hati Simeon: tenang, bersyukur, dan siap.
Tuhan, di ujung tahun ini aku bersyukur mataku sempat melihat kebaikan-Mu. Seperti Simeon, biarkanlah aku melangkah dalam damai, apa pun yang menanti di tahun depan. Amin.