Selasa, 31 Desember 2030
Selasa I Natal
Bacaan Misa
Bacaan Pertama 1 Yohanes 2:3-11
Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
Mazmur Tanggapan Mazmur 96:1-3,5-6
Bacaan Injil Lukas 2:22-35
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."
Renungan
Sekarang, Biarkanlah
Malam ini tahun akan berganti. Ada yang menghitung mundur dengan kembang api, ada yang duduk diam mengenang setahun yang lewat. Selalu ada campuran rasa di ujung tahun: syukur atas yang sudah lewat, dan cemas akan yang belum datang.
Injil menutup tahun ini dengan seorang tua bernama Simeon. Bertahun-tahun ia menanti, dengan satu janji di hatinya, bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Sang Mesias. Dan pada hari itu, ketika bayi Yesus dibawa masuk ke Bait Allah, Simeon menyambut-Nya, menatang-Nya, lalu berdoa, "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu."
Sungguh doa yang tenang. Seorang tua yang sudah siap melepaskan, karena ia sudah melihat apa yang paling ia nanti. Ia tidak menuntut hidup lebih panjang. Ia hanya bersyukur telah diberi memeluk janji Allah, meski sebentar.
Doa Simeon adalah doa penutup tahun yang tepat. Kita pun diajak menengok ke belakang dan bertanya, sudahkah mataku melihat keselamatan itu tahun ini? Di antara segala kesibukan dua belas bulan yang lewat, adakah aku sempat memeluk Tuhan yang datang?
Tahun boleh berakhir. Tetapi bagi orang yang sudah menggendong Yesus, setiap akhir hanyalah pintu menuju damai. Kita boleh melangkah ke tahun yang baru dengan hati Simeon: tenang, bersyukur, dan siap.
Tuhan, di ujung tahun ini aku bersyukur mataku sempat melihat kebaikan-Mu. Seperti Simeon, biarkanlah aku melangkah dalam damai, apa pun yang menanti di tahun depan. Amin.
Invitatorium
SELASA I PAGI
Pembukaan
Ant. Kristus lahir bagi kita, marilah kita menyembah Dia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Kelima dalam Oktaf Natal
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Tuhan yang Mahakuasa dan perkasa menyertai kita; Allah Yakub adalah benteng kita.
Mazmur 46
penolong yang selalu dekat, di saat kesusahan,
maka kita tidak akan takut meskipun bumi berguncang,
Ant. Tuhan yang Mahakuasa dan perkasa menyertai kita; Allah Yakub adalah benteng kita.
Ant. 2 Kepenuhan damai akan terbit pada hari Tuhan, dan Ia akan menjadi Raja kita.
Mazmur 72
kepada putra raja keadilan-Mu,
agar ia menghakimi umat-Mu dengan adil
Ant. Kepenuhan damai akan terbit pada hari Tuhan, dan Ia akan menjadi Raja kita.
Ant. 3 Tuhan sendiri akan datang menyelamatkan orang miskin.
Ant. Tuhan sendiri akan datang menyelamatkan orang miskin.
BACAAN
RESPONSORIUM Kolose 1:12, 13; Yakobus 1:17
RESPONSORIUM Efesus 1:5, Roma 8:29
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Madah
Ant.1: Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.
Mazmur 23
Ant.1: Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.
Ant.2: Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.
Tb 13,1-9
Ant.2: Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.
Ant.3: Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.
Mazmur 32
Ant.3: Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.
Bacaan Singkat (Rom 13,11-13)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Tuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA I SIANG
Madah
Ant.1: Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.
Mazmur 118 (119),1-8
Ant.1: Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.
Ant.2: Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Mazmur 12 (13)
Ant.2: Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Ant.3: Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.
Mazmur 13 (14)
Ant.3: Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.
Bacaan singkat (Ams 3,13-15)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA I SORE
Madah
Madah
Ant.1: Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.
Mazmur 19
Ant.1: Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.
Ant.2: Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.
Mazmur 20,2-8.14
Ant.2: Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.
Ant.3: Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.
Ant.Kidung: Hatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Hatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Melania
Martir
Melania Muda adalah cucu Santa Melania Tua dan anak dari Rublicola dan Albina. Ia lahir di Roma dari sebuah keluarga Kristen yang kaya raya. Ayahnya seorang senator yang ambisius sekali. Demi harta dan nama baik keluarganya, ayahnya menikahkan Melania dengan saudara sepupunya: Pinianus. Melania tidak setuju, namun ia yang baru berusia 13 tahun itu tak berdaya menghadapi ambisi orang-tuanya. Dengan berat hati ia mengiakan juga perkawinan itu. Mereka dikaruniai 2 orang putra. Melania sangat baik, penuh pengabdian, dan berjiwa sosial. Sifat sosialnya itu membuatnya tidak disenangi oleh kaum kerabatnya. Sepeninggal kedua putranya, sikap sosial Melania baru diterima, bahkan ditiru oleh mereka. Melania sangat disenangi oleh kaum miskin karena karya amalnya kepada mereka dan kepada Gereja. Bersama suaminya, Melania menolong membebaskan ratusan budak belian dengan harga tebusan yang sangat mahal.
Tahun-tahun terakhir hidupnya penuh dengan cobaan. Ketika Roma diserang bangsa Visigoth, mereka terpaksa mengungsi ke Afrika. Di sana mereka memiliki tanah yang luas. Pada tahun 417 mereka pindah ke Yerusalem dan tinggal dekat makam suci Yesus. Terpengaruh oleh corak hidup pertapaan di padang gurun Mesir, maka mereka mulai menghayati cara hidup bertapa itu. Di situ ia berjumpa dengan kemenakannya: Santa Paula dan menjalin hubungan baik dengan Santo Hieronimus. Pada tahun 432 suaminya Pianus meninggal dunia. Ia tidak putus asa. Sebagai janda ia menghimpun para wanita untuk mendirikan satu biara di bukit Zaitun. Usahanya diperluas hingga ke Afrika dengan 2 buah biara di sana. Tahun-tahun terakhir hidupnya dimanfaatkannya di dalam kelompok orang-orang kudus seperti Santo Hieronimus, Agustinus, Paulinus, dll, dengan menyalin buku-buku rohani. Ia wafat pada tahun 439 di Betlehem, seminggu setelah merayakan Natal.
Santo Silvester
Paus
Paus Silvester adalah Paus dan orang kudus pertama yang wafat bukan sebagai martir. Sayang bahwa sedikit sekali informasi yang diketahui tentang kehidupannya. Silvester menjadi Paus antara tahun 314-335 pada masa pemerintahan Kaisar Konstantin Agung. Pada masa itu sesuai ketetapan kaisar di dalam Edikta Milano, agama Kristen menjadi agama resmi yang berlaku di seluruh kekaisaran. Dengan itu orang-orang Kristen mulai keluar dari tempat persembunyiannya di katakombe-katakombe dan tidak takut-takut lagi melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan di hadapan umum. Posisi hukum Gereja menjadi sangat kuat, di bawah Kaisar Konstantin Agung. Istana Lateran dihadiahkan kepada Takhta Suci oleh Konstantin. Oleh Paus Silvester, istana itu dirobah menjadi gereja Katedral Keuskupan Roma. Gereja Katedral ini menjadi lambang kemerdekaan Gereja dari penguasaan Kaisar-kaisar Romawi semenjak kelahirannya. Pada masa kepemimpinannya, Silvester juga mendirikan Gereja Santo Petrus di Vatikan dan rumah-rumah ibadat lainnya di seluruh kota Roma. Bersama kaisar, Silvester mengambil bagian juga di dalam penyelenggaraan Konsili Ekumenis Pertama di Nicea pada tahun 325 untuk menghukum ajaran sesat Arianisme. Selama masa pontifikatnya buku "Para Martir Romawi" (Martyrology Romanum) dikerjakan. Ia juga berjuang memajukan kehidupan liturgi dan mendirikan Sekolah Seni Suara di Roma.