‹ Semua renungan

Selasa, 3 September 2030

Hamba dari Para Hamba

Kemarin kita melihat Yesus nyaris dilempar dari tebing di kampung-Nya sendiri. Hari ini Ia berpindah ke Kapernaum, dan tanggapan orang berbalik total. Mereka takjub, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Bahkan roh jahat pun tunduk pada satu perintah: diam, keluarlah.

Menarik, kuasa Yesus tidak pernah dipakai untuk menegakkan gengsi diri. Ia tidak membalas Nazaret yang menolak-Nya. Kuasa itu selalu bergerak untuk membebaskan orang lain, bukan untuk menaikkan diri sendiri.

Hari ini Gereja mengenang Santo Gregorius Agung, seorang paus yang justru menciptakan sebutan yang mengejutkan untuk dirinya sendiri: servus servorum Dei, hamba dari para hamba Allah. Ia memegang jabatan tertinggi, tetapi menamai dirinya paling bawah. Orang Jawa menyebut sikap ini andhap asor, rendah hati yang tidak dibuat-buat.

Itulah kuasa yang sejati. Bukan yang menekan dari atas, melainkan yang mengangkat dari bawah. Yesus berwibawa justru karena Ia melayani. Gregorius berpengaruh justru karena ia menghamba.

Kita sering keliru mengira wibawa harus ditegakkan dengan suara keras dan tangan besi. Padahal orang yang paling didengar biasanya orang yang paling tulus melayani.

Di tempat kita diberi sedikit kuasa, entah di rumah, di kantor, atau di lingkungan, kuasa itu kita pakai untuk menekan atau untuk mengangkat?

Tuhan Yesus, ajarilah aku memakai setiap kuasa kecil yang Kaupercayakan untuk melayani, bukan untuk berkuasa. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →