‹ Semua renungan

Rabu, 4 September 2030

Bangun Lalu Melayani

Kemarin kita mendengar bagaimana roh jahat tunduk pada perintah Yesus di Kapernaum. Hari ini kuasa yang sama masuk ke sebuah rumah yang sederhana, rumah Simon, tempat ibu mertuanya terbaring demam keras.

Yesus berdiri di sisi perempuan itu, menghardik demam, dan penyakit itu pergi. Lalu ada satu kalimat kecil yang gampang terlewat. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Ia tidak berleha-leha menikmati kesembuhannya. Begitu pulih, ia langsung menyediakan diri bagi orang lain.

Di situ ada gambar iman yang matang. Kita disembuhkan bukan hanya supaya nyaman, tetapi supaya bisa melayani lagi. Rahmat yang benar selalu menggerakkan tangan, bukan sekadar melegakan diri sendiri.

Paulus dalam Bacaan Pertama menegaskan hal yang senada dengan gambar lain. Ada yang menanam, ada yang menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Kesembuhan mertua Simon pun bukan hasil usahanya sendiri. Ia hanya menyambut, lalu meneruskan kebaikan itu kepada yang lain.

Betapa sering kita berdoa minta dipulihkan, tetapi lupa bertanya untuk apa kita dipulihkan. Kesehatan, waktu luang, rezeki yang kembali lancar, semua itu dititipkan supaya mengalir, bukan mengendap.

Ketika Tuhan mengangkat kita dari sakit atau susah, apa yang pertama kita kerjakan dengan tenaga yang baru itu?

Tuhan, setiap kali Engkau memulihkan aku, bangkitkanlah aku bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk melayani sesama-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →