Selasa, 3 September 2030
S. Gregorius Agung
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama 1 Korintus 2:10b-16
Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.
Mazmur Tanggapan Mazmur 145:8-14
Bacaan Injil Lukas 4:31-37
Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar." Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.
Renungan
Hamba dari Para Hamba
Kemarin kita melihat Yesus nyaris dilempar dari tebing di kampung-Nya sendiri. Hari ini Ia berpindah ke Kapernaum, dan tanggapan orang berbalik total. Mereka takjub, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Bahkan roh jahat pun tunduk pada satu perintah: diam, keluarlah.
Menarik, kuasa Yesus tidak pernah dipakai untuk menegakkan gengsi diri. Ia tidak membalas Nazaret yang menolak-Nya. Kuasa itu selalu bergerak untuk membebaskan orang lain, bukan untuk menaikkan diri sendiri.
Hari ini Gereja mengenang Santo Gregorius Agung, seorang paus yang justru menciptakan sebutan yang mengejutkan untuk dirinya sendiri: servus servorum Dei, hamba dari para hamba Allah. Ia memegang jabatan tertinggi, tetapi menamai dirinya paling bawah. Orang Jawa menyebut sikap ini andhap asor, rendah hati yang tidak dibuat-buat.
Itulah kuasa yang sejati. Bukan yang menekan dari atas, melainkan yang mengangkat dari bawah. Yesus berwibawa justru karena Ia melayani. Gregorius berpengaruh justru karena ia menghamba.
Kita sering keliru mengira wibawa harus ditegakkan dengan suara keras dan tangan besi. Padahal orang yang paling didengar biasanya orang yang paling tulus melayani.
Di tempat kita diberi sedikit kuasa, entah di rumah, di kantor, atau di lingkungan, kuasa itu kita pakai untuk menekan atau untuk mengangkat?
Tuhan Yesus, ajarilah aku memakai setiap kuasa kecil yang Kaupercayakan untuk melayani, bukan untuk berkuasa. Amin.
Invitatorium
SELASA II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan Biasa
MADAH
Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,
Ant. 1 Tuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.
Mazmur 10
Doa syukur
Berbahagialah orang miskin; kerajaan surga adalah milik mereka (Lukas 6:20).
Ant. Tuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.
Ant. 2 Tuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.
Ant. Tuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.
Ant. 3 Firman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.
Mazmur 12
Seruan minta tolong kepada Allah melawan penindas yang berkuasa
kebenaran telah pergi dari anak-anak manusia.
Ant. Firman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.
BACAAN
RESPONSORIUM Yeremia 1:5,9; Yesaya 42:6
RESPONSORIUM Tobit 12:8-9; Lukas 6:37-38
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.
Mazmur 42 (43)
Ant.1: Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.
Ant.2: Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.
Yes 38,10-14.17-20
Ant.2: Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.
Ant.3: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.
Mazmur 64 (65)
Ant.3: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.
Bacaan Singkat (1Tes 5,4-5)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA II SIANG
Madah
Ant.1: Di perantuan aku mematuhi titahMu.
Mazmur 118 (119),49-56
Ant.1: Di perantuan aku mematuhi titahMu.
Ant.2: Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.
Mazmur 52 (53)
Ant.2: Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.
Ant.3: Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.
Mazmur 53 (54),3-6.8-9
Ant.3: Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.
Bacaan singkat (1Kor 12,24b.25-26)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA II SORE
Madah
Ant.1: Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.
Mazmur 48 (49) I
Ant.1: Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.
Ant.2: Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.
Mazmur 48 (49) II
Ant.2: Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.
Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Bacaan Singkat (Rom 3,23-25a)
Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Gregorius Agung
Paus dan Pujangga Gereja · ± 540-604
Gregorius lahir sekitar tahun 540 di Roma, dari keluarga bangsawan yang saleh. Ayahnya, Gordianus, seorang senator, sedangkan ibu dan bibinya kelak dihormati sebagai orang kudus. Berkat kecakapannya, pada usia sekitar tiga puluh tahun Gregorius diangkat menjadi prefek (semacam wali kota) Roma, jabatan tertinggi dalam pemerintahan kota.
Namun di puncak kariernya, ia meninggalkan segalanya untuk mengabdi kepada Allah. Ia mengubah rumah keluarganya menjadi biara di bawah pelindung Santo Andreas, membagikan sisa harta warisannya kepada kaum miskin, dan hidup sebagai rahib yang sederhana. Paus Pelagius II lalu mengutusnya sebagai duta kepausan di Konstantinopel. Ketika Pelagius wafat karena wabah, umat Roma memilih bekas prefek mereka itu menjadi Paus pada tahun 590.
Sebagai Paus, Gregorius bekerja tak kenal lelah. Ia menata liturgi dan nyanyian Gereja yang kemudian dikenang dengan namanya, mengurus kaum miskin dan pengungsi, serta mengutus para misionaris. Salah satu jasanya yang termasyhur adalah mengirim Santo Agustinus dari Canterbury untuk mewartakan Injil kepada bangsa Inggris. Dengan rendah hati ia menyebut dirinya Servus servorum Dei, hamba dari para hamba Allah, gelar yang dipakai para Paus sesudahnya sampai hari ini.
Gregorius wafat pada 12 Maret 604. Umat begitu menghormatinya sehingga ia digelari Agung, dan pada tahun 1295 Paus Bonifasius VIII menyatakannya sebagai salah satu dari empat Pujangga besar Gereja Latin, bersama Ambrosius, Agustinus, dan Hieronimus.
Pelindung: para paus, penyanyi, dan pelajar.
Santo Gregorius Agung
Paus dan Pujangga Gereja
Gregorius lahir di Roma pada tahun 540. Ibunya Silvia dan dua orang tantenya, Tarsilla dan Aemeliana, dihormati pula oleh Gereja sebagai orang kudus. Ayahnya Geordianus, tergolong kaya raya; memiliki banyak tanah di Sicilia, dan sebuah rumah indah di lembah bukit Ceolian, Roma. Selama masa kanak - kanaknya, Gregorius mengalami suasana pendudukan suku bangsa Goth, Jerman atas kota Roma; mengalami berkurangnya penduduk kota Roma dan kacaunya kehidupan kota. Meskipun demikian, Gregorius menerima suatu pendidikan yang memadai. Ia pandai sekali dalam pelajaran tata bahasa, retorik dan dialetika.
Karena posisinya di antara keluarga - keluarga aristokrat (bangsawan) sangat menonjol, Gregorius dengan mudah terlibat dalam kehidupan umum kemasyrakatan, dan memimpin sejumlah kecil kantor. Pada usia 33 tahun ia menjadi Prefek kota Roma, suatu kedudukan tinggi dan terhormat dalam dunia politik Roma saat itu. Namun Tuhan menghendaki Gregorius berkarya di ladang anggurNya. Gregorius meletakkan jabatan politiknya dan mengumumkan niatnya untuk menjalani kehidupan membiara. Ia menjual sebagian besar kekayaannya dan uang yang diperolehnya dimanfaatkan untuk mendirikan biara - biara. Ada enam biara yang didirikan di Sicilia dan satu di Roma. Di dalam biara - biara itu, ia menjalani kehidupannya sebagai seorang rahib. Namun ia tidak saja hidup di dalam biara untuk berdoa dan bersemadi, ia juga giat di luar; membantu orang - orang miskin dan tertindas, menjadi diakon di Roma, menjadi Duta Besar di istana Konstantinopel. Pada tahun 586 ia dipilih menjadi Abbas di biara Santo Andreas di Roma. Di sana ia berjuang membebaskan para budak belian yang dijual di pasar - pasar kota Roma.
Pada tahun 590, dia diangkat menjadi Paus. Dengan ini dia dapat dengan penuh wibawa melaksanakan cita - citanya membebaskan kaum miskin dan lemah, terutama budak - budak dari Inggris. Ia mengutus Santo Agustinus ke Inggris bersama 40 biarawan lain untuk mewartakan Injil disana. Gregorius adalah Paus pertama yang secara resmi mengumumkan dirinya sebagai Kepala Gereja Katolik sedunia. Ia memimpin Gereja selama 14 tahun, dan dikenal sebagai seorang Paus yang masyur, negarawan dan administrator ulung pada awal abad pertengahan serta Bapa Gereja Latin yang terakhir. Karena tulisan - tulisannya yang berbobot, dia digelari sebagai Pujangga Gereja Latin. Meskipun begitu ia tetap rendah hati dan menyebut dirinya sebagai ‘Abdi para abdi Allah’ (servus servorum Dei). Julukan ini tetap dipakai sampai sekarang untuk jabatan Paus di Roma. Setelah memimpin Gereja Kristus selama 14 tahun, Gregorius meninggal dunia pada tahun 604. Pestanya dirayakan juga pada tanggal 12 Maret.