Kamis, 22 Agustus 2030
Dilihat di Bawah Pohon Ara
Ada rasa hangat ketika kita tahu seseorang memperhatikan kita jauh sebelum kita menyadarinya. Ibu yang diam-diam mengamati anaknya dari jendela. Seseorang yang ternyata sudah lama mendoakan kita tanpa kita tahu. Kita merasa, ternyata aku tidak sendirian selama ini.
Natanael mengalami itu. Ia tadinya sinis, 'Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?' Tetapi ketika bertemu Yesus, ia langsung luluh, karena Yesus berkata, 'Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.' Tempat yang teduh, tempat orang menyendiri dan berdoa. Yesus sudah melihatnya di saat paling pribadi itu, ketika tidak ada orang lain menyaksikan.
Itulah yang mengubah Natanael dari sinis menjadi percaya. Bukan argumen, melainkan kesadaran bahwa ia sudah dikenal sebelum ia mengenal. 'Rabi, Engkau Anak Allah.'
Kita sering mengira iman dimulai dari usaha kita mencari Tuhan. Padahal biasanya terbalik. Ia sudah lebih dulu memandang kita, di bawah pohon ara kita masing-masing, di saat tersembunyi yang kita kira tak diketahui siapa pun.
Hari ini Gereja mengenang Santa Perawan Maria sebagai Ratu. Ratu yang mahkotanya justru kerendahan hati, seperti kota kudus dalam Wahyu yang seluruh kemuliaannya datang dari Allah, bukan dari dirinya sendiri.
Di bawah pohon ara mana Tuhan sedang memandangku, tanpa aku sadari?
Tuhan, Engkau melihatku di tempat paling tersembunyi. Buatlah kesadaran itu mengubah aku, seperti ia mengubah Natanael. Amin.