‹ Semua renungan

Rabu, 29 Mei 2030

Mezbah Tanpa Nama

Di banyak rumah ada laci berisi barang yang tidak jelas gunanya, disimpan kalau-kalau suatu saat penting. Orang Atena punya versi rohaninya: sebuah mezbah bertuliskan 'Kepada Allah yang tidak dikenal'. Beribadah untuk jaga-jaga, kalau-kalau ada Allah yang terlewat.

Dari penjara Filipi kemarin, kita mengikuti Paulus sampai ke Atena. Ia tidak menertawakan mezbah itu. Ia berdiri di Areopagus dan menjadikannya pintu masuk: 'Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.' Kerinduan orang Atena itu benar arahnya; mereka hanya belum tahu nama.

Lalu mengalir kalimat yang menghangatkan sampai hari ini: Allah 'tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada.'

Hasil khotbah itu campur-campur: ada yang mengejek, ada yang menunda, ada beberapa yang percaya. Pewartaan yang jujur memang tidak selalu panen raya. Paulus tetap berangkat ke kota berikutnya.

Di sekitar kita banyak orang menyembah allah yang tidak dikenal: mencari makna di ramalan, di kesibukan, di layar. Mereka tidak membutuhkan ejekan kita. Mereka membutuhkan seorang Paulus yang sabar membantu memberi nama bagi kerinduannya.

Tuhan, jadikan aku pemberi nama bagi kerinduan orang yang sedang mencari-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →