‹ Semua renungan

Selasa, 28 Mei 2030

Nyanyian Tengah Malam

Suara paling jujur terdengar tengah malam. Ketika tidak ada yang menonton, orang bebas memilih: mengerang, mengumpat, atau menyanyi.

Paulus dan Silas babak belur didera, lalu dimasukkan ke ruang penjara paling dalam dengan kaki terpasung. Kira-kira tengah malam mereka berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, dan para tahanan lain mendengarkan. Sebelum gempa mengguncang sendi-sendi penjara itu, nyanyian mereka sudah lebih dulu mengguncang malam.

Lalu terjadi keajaiban yang lebih besar daripada gempa: semua pintu terbuka, semua belenggu terlepas, tetapi tidak seorang pun melarikan diri. 'Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!' seru Paulus kepada kepala penjara yang nyaris menghunus pedang bagi lehernya sendiri. Malam itu juga, orang yang tadinya memasung mereka membasuh bilur-bilur mereka, lalu memberi diri dibaptis bersama seisi rumahnya, dan menghidangkan makanan dengan gembira.

Rantai kebaikan sepanjang itu berawal dari dua orang terluka yang memilih menyanyi. Nyanyian di tengah malam tidak menyangkal luka; ia hanya menolak menyerahkan malam kepada luka.

Ketika hidup memasung kita, suara apa yang keluar dari mulut kita?

Tuhan, letakkanlah pujian di mulutku pada malam-malamku yang paling gelap. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →