Sabtu, 18 Mei 2030
Debu yang Dikebaskan
Penjual keliling tahu ilmu ini: kalau satu gang menolak, jangan berdebat sampai sore. Pindah gang. Dagangan tidak berkurang nilainya hanya karena ditolak satu tempat.
Khotbah Paulus yang kita ikuti sejak kemarin ternyata memikat: Sabat berikutnya hampir seluruh kota datang mendengarkan. Justru keramaian itu menyalakan iri hati. Paulus dan Barnabas dihujat, lalu dihasut keluar dari daerah itu. Mereka tidak menghabiskan hidup meratapi pintu yang tertutup. 'Kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain,' kata mereka, mengebaskan debu dari kaki, lalu berjalan ke Ikonium. Dan ayat penutupnya mengejutkan: murid-murid penuh dengan sukacita dan Roh Kudus.
Ditolak kok bersukacita? Karena mereka tahu firman itu bukan dagangan pribadi yang gagal laku, melainkan milik Allah yang pasti menemukan tanahnya: terang bagi bangsa-bangsa, sampai ke ujung bumi.
Kita sering terpaku bertahun-tahun pada satu pintu yang tertutup: lamaran yang ditolak, niat baik yang disalahpahami, orang yang tidak kunjung berubah. Mengebaskan debu bukanlah dendam. Itu iman bahwa Tuhan masih punya banyak gang.
Pintu mana yang terlalu lama kutunggui?
Tuhan, bebaskan aku dari debu kekecewaan, dan tunjukkanlah gang berikutnya. Amin.