Sabtu, 18 Mei 2030
Sabtu IV Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 13:44-52
Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah. Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi." Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu. Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu. Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium. Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.
Mazmur Tanggapan Mazmur 98:1-4
Bacaan Injil Yohanes 14:7-14
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
Renungan
Debu yang Dikebaskan
Penjual keliling tahu ilmu ini: kalau satu gang menolak, jangan berdebat sampai sore. Pindah gang. Dagangan tidak berkurang nilainya hanya karena ditolak satu tempat.
Khotbah Paulus yang kita ikuti sejak kemarin ternyata memikat: Sabat berikutnya hampir seluruh kota datang mendengarkan. Justru keramaian itu menyalakan iri hati. Paulus dan Barnabas dihujat, lalu dihasut keluar dari daerah itu. Mereka tidak menghabiskan hidup meratapi pintu yang tertutup. 'Kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain,' kata mereka, mengebaskan debu dari kaki, lalu berjalan ke Ikonium. Dan ayat penutupnya mengejutkan: murid-murid penuh dengan sukacita dan Roh Kudus.
Ditolak kok bersukacita? Karena mereka tahu firman itu bukan dagangan pribadi yang gagal laku, melainkan milik Allah yang pasti menemukan tanahnya: terang bagi bangsa-bangsa, sampai ke ujung bumi.
Kita sering terpaku bertahun-tahun pada satu pintu yang tertutup: lamaran yang ditolak, niat baik yang disalahpahami, orang yang tidak kunjung berubah. Mengebaskan debu bukanlah dendam. Itu iman bahwa Tuhan masih punya banyak gang.
Pintu mana yang terlalu lama kutunggui?
Tuhan, bebaskan aku dari debu kekecewaan, dan tunjukkanlah gang berikutnya. Amin.
Invitatorium
SABTU IV PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Jumat Paskah, Peringatan Santo Atanasius, Uskup dan Pujangga
MADAH
Ya Allah, penolong kami di masa lalu,
Ant. 1 Tuhan, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, alleluya.
Mazmur 38
Seorang pendosa dalam bahaya besar berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah
Semua sahabat-Nya berdiri dari kejauhan (Lukas 23:49).
Ant. Tuhan, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, alleluya.
Ant. 2 Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku, alleluya.
Ant. Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku, alleluya.
Ant. 3 Aku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, karena Engkau adalah penyelamatku, alleluya.
Ant. Aku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, karena Engkau adalah penyelamatku, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 4:8; Yesaya 6:3
RESPONSORIUM Yeremia 15:19, 20; 2 Petrus 2:1
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Betapa agung pekerjaanMu, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 91 (92)
Ant.1: Betapa agung pekerjaanMu, ya Tuhan, alleluya.
Ant.2: Aku akan mereciki kamu dengan air suci, alleluya.
Yeh 36,24-28
Ant.2: Aku akan mereciki kamu dengan air suci, alleluya.
Ant.3: Semuanya milikmu, tetapi kamu milik Kristus, dan Kristus milik Allah, alleluya.
Mazmur 8
Ant.3: Semuanya milikmu, tetapi kamu milik Kristus, dan Kristus milik Allah, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 14,7-9)
Ant.Kidung: Apabila Gembala agung datang, kamu akan menerima mahkota yang tak dapat layu, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Apabila Gembala agung datang, kamu akan menerima mahkota yang tak dapat layu, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SABTU IV SIANG
Madah
Ant.1: Semoga tanganMu menolong aku, sebab aku telah memilih titahMu, alleluya.
Ant.1: Semoga tanganMu menolong aku, sebab aku telah memilih titahMu, alleluya.
Ant.2: TakhtaMu bertahan selama-lamanya, ya Allah, alleluya.
Mazmur 44 (45) I
Ant.2: TakhtaMu bertahan selama-lamanya, ya Allah, alleluya.
Ant.3: Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya, alleluya.
Mazmur 44 (45) II
Ant.3: Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya, alleluya.
Bacaan singkat: (1 Kor 15,20-22)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU V SORE I
Madah
Ant.1: Tanganku kutadahkan bagaikan kurban petang, alleluya.
Mazmur 140
Ant.1: Tanganku kutadahkan bagaikan kurban petang, alleluya.
Ant.2: Kaukeluarkan daku dari penjara maut untuk memuji namaMu, alleluya.
Mazmur 141
Ant.2: Kaukeluarkan daku dari penjara maut untuk memuji namaMu, alleluya.
Ant.3: Putera Allah tetap taat dalam penderitaanNya. Ia menjadi pokok keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepadaNya.
Flp 2,6-11
Ant.3: Putera Allah tetap taat dalam penderitaanNya. Ia menjadi pokok keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepadaNya.
Bacaan singkat: (1Ptr 2,9-10)
Ant.Kidung: Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan. Hanya melalui Aku orang dapat sampai kepada Bapa, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan. Hanya melalui Aku orang dapat sampai kepada Bapa, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU I
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat (Ul 6,4-7)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Feliks OFMCap
Pengaku Iman
Feliks adalah seorang Bruder dari Ordo saudara-saudara Dina Kapusin. Ia dijuluki Bruder Deo Gratias, karena selalu mengucapkan ‘Syukur kepada Allah’ atas segala perlakuan yang diterimanya dari orang lain. Hidupnya sangat sederhana, banyak berdoa dan selalu sopan sehingga ia disenangi rakyat kecil.
Santo Venantius
Martir
Menurut cerita, Santo Venantius adalah seorang pemuda yang disiksa karena imannya akan Kristus. Peristiwa ini terjadi kira-kira pada pertengahan abad ketiga. Dikatakan, Venantius dianiaya dan dipenggal kepalanya. Cerita mengenai dirinya beredar di kalangan orang-orang Kristen dalam hubungannya dengan Santo Venantius yang lain, Uskup dari Salona di Dalmatia, yang disiksa pada masa yang sama.
Santo Yohanes I
Paus dan Martir
Yohanes lahir di Tuscany, kira-kira pada tahun 470. Sebelum diangkat sebagai Paus di Roma menggantikan Paus Hormisdas (514-523) pada tanggal 13 Agustus 523, ia melayani umat Roma sebagai diakon agung. Sebagai Paus, ia adalah Uskup Dioses Roma ke-53. Masa kePausaannya yang singkat itu (523-526) diisinya dengan berbagai tindakan untuk membela kebenaran agama di hadapan para penganut Arianisme. Di kalangan umat, ia dikenal sebagai Paus yang ramah. Dengan Theodorikus, Raja Ostrogotik di Italia, ia menjalin hubungan baik tetapi segera berubah menjadi permusuhan karena dia tidak membela kepentingan Theodorikus yang Arian itu.
Permusuhan itu berawal dari keberhasilan Paus Hormisdas mengakhiri skisma antara Gereja Barat dengan Gereja Timur berkat kerjasama yang baik dengan kaisar Yustinus I pada tahun 519. Perbaikan hubungan ini membawa serta sejumlah hukum baru yang tidak menguntungkan bagi Thedorikus bersama pengikut-pengikutnya yang menganut ajaran sesat Arianisme. Untuk memperbaiki posisi mereka, Theodorikus yang bersahabat baik dengan Yohanes itu mendesak Paus Yohanes untuk memimpin sebuah delegasi menghadap kaisar. Misi ini tidaklah tercapai seluruhnya seperti yang diinginkan Theodorikus. Dalam kunjungan ke Konstantinopel Paus Yohanes bersama delegasinya diterima dengan senang hati oleh Yustinus, Patriakh Timur bersama umatnya. Bahkan disana Yohanes diperkenankan merayakan Paskah.
Selama beberapa waktu, Theodorikus menaruh curiga besar pada Yohanes tentang segala hal yang dibicarakan di Konstantinopel. Ia mencurigai bahwa Yohanes telah mengadakan persekongkolan untuk mengembalikan lagi kuasa kaisar Byzantium di Italia. Keberhasilan Paus Yohanes dalam kunjungannya ke Konstantinopel dilihatnya sebagai suatu tanda perlawanan terhadap dirinya. Oleh karena itu, sekembalinya delegasi itu ke Ravenna, Paus Yohanes ditangkap dan dipenjarakan di Ravenna. Ia disiksa hingga mati. Jenazah Yohanes di bawa ke Roma untuk dimakamkan di Basilik Santo Petrus.