‹ Semua renungan

Jumat, 17 Mei 2030

Kamar yang Menunggu

Orang rantau paling paham arti satu kalimat dari kampung: 'Kalau pulang, kamarmu masih ada.' Rumah yang tetap menyediakan kamar berarti rumah yang menunggu.

Malam sebelum berpisah, hati para murid gelisah. Yesus tidak memberi mereka jadwal atau peta. Ia memberi janji rumah: 'Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.' Kepergian-Nya ternyata bukan meninggalkan, melainkan mendahului untuk menyiapkan kamar.

Tomas jujur seperti biasanya: 'Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi.' Dan jawaban Yesus menjadi salah satu kalimat terbesar dalam Injil: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.' Ia tidak sekadar menunjukkan jalan; Ia menjadi jalan itu sendiri. Khotbah Paulus yang kita dengar sejak kemarin pun bermuara ke sana: Allah membangkitkan Yesus, dan di dalam Dialah janji kepada para leluhur digenapi.

Hari ini Gereja mengenang Santo Georgius, martir yang menempuh jalan itu sampai titik darah. Ia berani karena yakin kamarnya sudah disiapkan.

Kegelisahan kita sering lahir dari rasa tidak punya tempat. Firman hari ini menenangkan pelan-pelan: engkau ditunggu. Kamarmu ada.

Tuhan, bila hatiku gelisah, ingatkanlah aku bahwa kamarku di rumah Bapa sudah disiapkan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →