‹ Semua renungan

Selasa, 7 Mei 2030

Doa di Tengah Hujan Batu

Apa kata terakhir yang pantas keluar dari mulut orang yang sedang dilempari batu? Sumpah serapah rasanya wajar. Paling tidak jeritan minta tolong.

Stefanus memilih dua doa. Yang pertama untuk dirinya: 'Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.' Yang kedua, diserukan dengan suara nyaring, untuk para pelemparnya: 'Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!' Ia mati dengan doa yang sama seperti Gurunya di salib.

Di antara para saksi berdiri seorang muda bernama Saulus, menjaga jubah para pelempar. Doa Stefanus seakan jatuh sia-sia ke tanah bersama tubuhnya. Tetapi beberapa pasal kemudian, Saulus itu berbalik dan menjadi Paulus. Benih yang ditabur dengan pengampunan tidak pernah mati percuma.

Kemarin Yesus mengajak orang banyak bekerja untuk makanan yang tidak binasa. Hari ini Ia menyebut diri-Nya: 'Akulah roti hidup.' Stefanus memperlihatkan hidup macam apa yang tumbuh dari roti itu: hidup yang tetap sanggup memberkati sambil terluka.

Kita mungkin tidak akan pernah dilempari batu. Tetapi kata kasar, fitnah kecil, sindiran di pertemuan keluarga? Doa macam apa yang keluar dari mulut kita saat itu?

Tuhan, ketika aku dilukai, letakkanlah doa Stefanus di bibirku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →