Selasa, 7 Mei 2030
Selasa III Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 7:51-8:1a
Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu. Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh. Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya." Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia. Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh.(8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.
Mazmur Tanggapan Mazmur 31:3-4,6-8,17,21
Bacaan Injil Yohanes 6:30-35
Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
Renungan
Doa di Tengah Hujan Batu
Apa kata terakhir yang pantas keluar dari mulut orang yang sedang dilempari batu? Sumpah serapah rasanya wajar. Paling tidak jeritan minta tolong.
Stefanus memilih dua doa. Yang pertama untuk dirinya: 'Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.' Yang kedua, diserukan dengan suara nyaring, untuk para pelemparnya: 'Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!' Ia mati dengan doa yang sama seperti Gurunya di salib.
Di antara para saksi berdiri seorang muda bernama Saulus, menjaga jubah para pelempar. Doa Stefanus seakan jatuh sia-sia ke tanah bersama tubuhnya. Tetapi beberapa pasal kemudian, Saulus itu berbalik dan menjadi Paulus. Benih yang ditabur dengan pengampunan tidak pernah mati percuma.
Kemarin Yesus mengajak orang banyak bekerja untuk makanan yang tidak binasa. Hari ini Ia menyebut diri-Nya: 'Akulah roti hidup.' Stefanus memperlihatkan hidup macam apa yang tumbuh dari roti itu: hidup yang tetap sanggup memberkati sambil terluka.
Kita mungkin tidak akan pernah dilempari batu. Tetapi kata kasar, fitnah kecil, sindiran di pertemuan keluarga? Doa macam apa yang keluar dari mulut kita saat itu?
Tuhan, ketika aku dilukai, letakkanlah doa Stefanus di bibirku. Amin.
Invitatorium
SELASA III PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan ke-3 Paskah
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya, alleluya.
Mazmur 68
Masuknya Tuhan yang jaya ke dalam tempat kudus-Nya
Ia naik ke tempat tinggi, menawan tawanan, dan memberi karunia kepada manusia (Efesus 4:10).
Ant. Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya, alleluya.
Ant. 2 Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Ia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut, alleluya.
Ant. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Ia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut, alleluya.
Ant. 3 Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, mainkanlah musik untuk menghormati Tuhan, alleluya.
Ant. Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, mainkanlah musik untuk menghormati Tuhan, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 8:3-4; 5:8
RESPONSORIUM Roma 6:4; 1 Yohanes 3:23; Yudit 16:15
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Engkau menghidupkan kami kembali, sehingga umatMu bersukacita karena Engkau, alleluya.
Mazmur 84 (85)
Ant.1: Engkau menghidupkan kami kembali, sehingga umatMu bersukacita karena Engkau, alleluya.
Ant.2: Kita percaya kepada Tuhan; Ia menganugerahkan keselamatan kepada kita, alleluya.
Yes 26,1-12
Ant.2: Kita percaya kepada Tuhan; Ia menganugerahkan keselamatan kepada kita, alleluya.
Ant.3: Tanah telah memberi hasilnya, hendaknya segala bangsa bersorak gembira, alleluya.
Mazmur 66 (67)
Ant.3: Tanah telah memberi hasilnya, hendaknya segala bangsa bersorak gembira, alleluya.
Bacaan singkat: (Kis 13,30-33)
Ant.Kidung: Sesungguhnya bukan Musa yang memberikan roti dari surga, melainkan BapaKu yang memberikan roti sejati dari surga, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Sesungguhnya bukan Musa yang memberikan roti dari surga, melainkan BapaKu yang memberikan roti sejati dari surga, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA III SIANG
Madah
Ant.1: Cinta kasih itu kesempurnaan hukum, alleluya.
Mazmur 118 (119),97-104
Ant.1: Cinta kasih itu kesempurnaan hukum, alleluya.
Ant.2: Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala, alleluya.
Mazmur 73 (74) I
Ant.2: Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala, alleluya.
Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu, alleluya.
Mazmur 73 (74) II
Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu, alleluya.
Bacaan singkat: (Kol 3,1-2)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA III SORE
Madah
Ant.1: Salam bagimu, Aku sendirilah ini, jangan takut, alleluya.
Mazmur 124 (125)
Ant.1: Salam bagimu, Aku sendirilah ini, jangan takut, alleluya.
Ant.2: Berharaplah akan Tuhan, hai Israel, alleluya.
Mazmur 130 (131)
Ant.2: Berharaplah akan Tuhan, hai Israel, alleluya.
Ant.3: Segala ciptaan mengabdi kepadaMu; Engkau berfirman, maka segalanya terjadi, alleluya.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Segala ciptaan mengabdi kepadaMu; Engkau berfirman, maka segalanya terjadi, alleluya.
Bacaan singkat: (1Ptr 3,4-5)
Ant.Kidung: Roti yang turun dari surga datang dari Allah dan memberikan hidup kepada dunia, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Roti yang turun dari surga datang dari Allah dan memberikan hidup kepada dunia, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Beata Rose Venerini
Pengaku Iman
Rose Venerini lahir di Viterbo, Italia pada tahun 1656. Ayahnya, Godfrey Venerini adalah seorang dokter. Di bawah asuhan kedua orangtuanya, Rose berkembanga menjadi seorang putri yang berbudi luhur dan beriman. Ketika menanjak dewasa, ia hendak dikawinkan dengan seorang pemuda. Tetapi kematian terlalu cepat datang menjemput calon suaminya itu. Kematian calon suaminya ini menggerakkan hatinya untuk memasuki kehidupan membiara. Ia bermaksud membaktikan seluruh hidupnya hanya pada Tuhan. Untuk itu ia masuk sebuah biara di Viterbo, daerah asalnya. Tetapi rupa-rupanya cara hidup membiara bukanlah cara hidup yang dikehendaki Tuhan dari padanya. Setelah beberapa lama menjalani kehidupan membiara, Rose terpaksa meninggalkan lagi biara Viterbo, karena ayahnya meninggal dunia. Cinta dan rasa tanggungjawabnya terhadap ibunya memaksa dia untuk pulang ke rumah guna mendampingi ibunya yang mulai hidup menjanda.
Waktu-waktu luang di rumah diisinya dengan mengumpulkan para pemudi tetangganya untuk berdoa rosario dan merenungkan Kitab Suci. Kesempatan baik ini dimanfaatkan pula untuk memberikan bimbingan dan nasehat yang berguna bagi pemudi-pemudi itu. Melihat kegiatan-kegitan Rose ini dan menyadari bakatnya dalam bidang pendidikan, Ignatius Martinelli, seorang imam Yesuit di Viterbo, menyakinkan dia akan panggilan hidupnya yang sesungguhnya, yakni menjadi pendidik dan pembimbing kaum muda. Panggilan menjadi guru lebih cocok baginya daripada panggilan hidup membiara komtemplatif sebagai seorang biarawati. Nasehat dan peneguhan pastor Ignatius ini mengena di hati Rose. Maka sebagai tindak lanjut, Rose bersama dua orang rekannya mendirikan sebuah sekolah untuk para pemudi di Viterbo. Sekolah ini ternyata berjalan dengan baik sekali. Rose ternyata memiliki bakat besar di bidang pendidikan. Bakat ini ditunjang oleh sifat-sifatnya yang baik dan pantang menyerah pada berbagai kesulitan. Keberhasilan usaha ini segera membuat dia dikenal banyak orang dan cintai oleh muridnya.
Kardinal Martinus Barbarigo pun mendengar semua keberhasilan Rose di bidang pendidikan. Karena itu ia segera mengundang Rose dan meminta kesediaannya untuk menatar para guru dan membenahi administrasi sekolah-sekolah yang ada di wilayah Keuskupan Montefiascone. Permintaan Kardinal ini diterimanya dengan senang hati dan dilaksanakannya dengan sangat memuaskan. Kesempatan penataran ini dimanfaatkannya untuk membina relasi dengan para guru. Bahkan lebih jauh penataran ini mendorong dia untuk mendirikan sebuah perkumpulan untuk menghimpun guru-guru. Perkumpulan ini akhirnya didirikan pada tahun 1713.
Setelah lama berkarya di bidang pendidikan, Rose meninggal dunia pada tanggal 7 Mei 1728. Nama baik dan kesucian hidupnya diperkuat dengan banyak tanda mukjizat. Pada tahun 1952, ia dinyatakan sebagai ‘beata’ (Yang Bahagia). Perkumpulan guru-guru yang didirikannya diubah menjadi sebuah Kongregasi Suster. Kongregasi ini kemudian tersebar ke Amerika ketika para suster Venerini bermigrasi ke Amerika.
Santa Gisela
Pengaku Iman
Gisela adalah ratu Hungaria dan ibu dari Santo Emerik. Dengan rajin, ia memajukan karya evangelisasi di seluruh Hungaria. Sepeninggal suaminya, ia dipenjarakan agar tidak terus mewartakan Injil Kristus. Tetapi kemudian ia dibebaskan oleh Kaisar Jerman dan menjadi seorang pemimpin biara.