Jumat, 29 Maret 2030
Ujung Benang
Benang kusut hanya bisa diurai kalau kita menemukan ujungnya. Tarik sembarang bagian, kusutnya bertambah. Temukan ujungnya, dan gulungan yang paling ruwet pun pelan-pelan terurai.
Agama bisa terasa seperti gulungan kusut: ratusan aturan, ribuan tafsir. Para rabi zaman Yesus menghitung ada enam ratus tiga belas perintah dalam Taurat. Maka pertanyaan ahli Taurat hari ini sebenarnya pertanyaan kita juga: hukum manakah yang paling utama? Di mana ujung benangnya?
Yesus menjawab tanpa ragu: kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, segenap akal budimu, dan segenap kekuatanmu. Dan yang kedua: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Dua kasih itu satu tarikan benang. Tidak ada hukum lain yang lebih utama.
Ahli Taurat itu menyambut dengan jernih: mengasihi Allah dan sesama jauh lebih utama daripada semua korban bakaran. Ia paham, ibadah tanpa kasih hanyalah asap. Hosea sudah menyuarakannya berabad-abad sebelumnya: Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan. Dan Yesus memujinya: engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.
Cobalah periksa kesibukan rohani kita: doa, pantang, amal, kegiatan. Semuanya baik. Tetapi masihkah semuanya terhubung ke ujung benang itu, yaitu kasih?
Tuhan, sederhanakanlah hidupku: satu ujung benang saja, mengasihi-Mu dan sesamaku. Amin.