Kamis, 14 Maret 2030
Ketuklah
Anak kecil tidak pernah sungkan meminta kepada bapaknya. Ia menarik-narik baju, mengulang permintaannya sampai dijawab. Ia tidak takut dianggap lancang. Baginya sudah jelas: bapak pasti mau mendengar, sebab ia anaknya.
Yesus hari ini mengajak kita meminta dengan keyakinan seorang anak: mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Tiga kata kerja yang semuanya bergerak. Meminta itu bicara, mencari itu melangkah, mengetok itu bertindak. Doa bukan duduk pasrah menunggu, melainkan terus-menerus mendekat kepada Bapa.
Lalu Yesus memberi jaminan lewat perbandingan yang sederhana: adakah bapak yang memberi batu kepada anak yang meminta roti? Jika manusia yang jahat saja tahu memberi yang baik kepada anaknya, apalagi Bapa yang di surga.
Bacaan pertama menghadirkan Ester, ratu muda yang terjepit di antara dua bahaya: diam berarti bangsanya binasa, bicara berarti nyawanya taruhannya. Ia tidak punya senjata apa-apa selain doa. Maka ia berpuasa dan berseru kepada Tuhan sebelum menghadap raja. Pintu yang mustahil itu akhirnya terbuka.
Adakah pintu yang berhenti kita ketok karena putus asa lebih dulu?
Tuhan, Bapa yang baik, kuatkan aku untuk terus meminta, mencari, dan mengetok. Amin.