‹ Semua renungan

Jumat, 15 Maret 2030

Buku Utang

Warung-warung kecil biasanya punya buku catatan utang. Menariknya, pemilik warung yang baik tahu satu rahasia: catatan boleh rapi, tetapi hubungan lebih penting daripada tagihan. Ada kalanya utang dicoret demi tetangga tetap bisa saling menyapa.

Yesus hari ini bicara tegas soal hubungan yang rusak. Jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu, pergilah berdamai dahulu. Perhatikan urutannya: ibadah boleh menunggu, pendamaian tidak. Allah rela persembahan bagi-Nya ditunda demi dua orang yang berbaikan.

Bahkan Yesus menyuruh berdamai bukan hanya kalau kita yang bersalah, tetapi juga kalau saudara kita yang menyimpan sesuatu terhadap kita. Siapa yang lebih dulu tahu, dialah yang lebih dulu melangkah.

Yehezkiel di bacaan pertama menyampaikan kabar yang melegakan: jikalau orang fasik bertobat, segala durhakanya tidak akan diingat-ingat lagi. Allah tidak menyimpan buku utang lama. Ia mencoretnya habis begitu kita berbalik. Aneh kalau kita, yang utangnya sudah dicoret Allah, masih rajin menyimpan catatan kesalahan orang.

Nama siapa yang masih tercatat rapi di buku utang hati kita?

Tuhan, Engkau tidak mengingat-ingat dosaku. Beri aku keberanian melangkah berdamai hari ini juga. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →