Senin, 28 Januari 2030
Rumah yang Terpecah
Tidak ada yang lebih cepat meruntuhkan sebuah keluarga selain pertikaian dari dalam. Musuh dari luar bisa dilawan bersama-sama, tetapi kalau anggota rumah sendiri saling menyerang, tidak perlu musuh, rumah itu akan runtuh dengan sendirinya.
Yesus memakai kebenaran sederhana ini untuk menjawab tuduhan yang tidak masuk akal. Para ahli Taurat menuduh Dia mengusir setan dengan kuasa penghulu setan. Jawab-Nya lugas: kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, ia tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, ia pun runtuh. Mustahil Iblis mengusir Iblis. Kebaikan yang mereka lihat jelas berasal dari Allah, bukan dari kegelapan.
Menyedihkan, ada orang yang begitu keras hati sampai mampu menamai terang sebagai gelap. Inilah yang Yesus sebut menghujat Roh Kudus, bukan karena Allah pelit ampun, melainkan karena orang yang menutup mata terhadap kebaikan tidak lagi bisa menerima ampun yang ditawarkan. Ia menolak obat sambil bersikeras dirinya sehat.
Bacaan pertama menampakkan sisi terang. Setelah bertahun-tahun terpecah, segala suku Israel akhirnya bersatu datang kepada Daud dan berkata, kami ini darah dagingmu. Ketika umat itu bersatu, kuasa Daud pun makin besar, sebab Tuhan menyertainya. Persatuan membuka jalan bagi berkat, perpecahan menutupnya.
Hari ini kita mengenang Santo Tomas Aquino, guru besar yang justru memakai akal budinya untuk menyatukan iman dan pikiran, bukan mengadukannya. Barangkali hari ini kita perlu memeriksa rumah kita sendiri, entah keluarga, komunitas, atau paroki. Adakah retak dari dalam yang perlu didamaikan sebelum ia meruntuhkan segalanya?
Tuhan, satukanlah yang terpecah dalam rumahku dan dalam hatiku. Jauhkanlah aku dari kekerasan hati yang menamai terang-Mu sebagai gelap. Amin.