‹ Semua renungan

Selasa, 29 Januari 2030

Dituntun Masuk oleh Tangan Lain

Orang yang paling mandiri pun ada saatnya harus dituntun. Ketika mata tiba-tiba tidak bisa melihat, orang yang biasa memimpin mendadak harus dipegang tangannya dan dibimbing melangkah. Rasanya asing, bahkan memalukan, tetapi kadang di situlah pelajaran terbesar dimulai.

Saulus yang gagah, yang datang membawa surat kuasa untuk menangkap orang, tiba-tiba tidak bisa melihat setelah cahaya itu merobohkannya. Ia yang tadinya memimpin rombongan, kini harus dituntun oleh tangan kawan-kawannya masuk ke Damsyik. Orang yang biasa mengatur, kini diatur. Yang biasa menggiring, kini digiring.

Di Damsyik pun ia tidak dipulihkan sendirian. Allah memakai Ananias, seorang yang tampaknya biasa saja, untuk datang, menumpangkan tangan, dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu. Perhatikan kata saudaraku itu, diucapkan kepada orang yang tadinya datang hendak menangkapnya. Tuhan memulihkan Paulus lewat perantara, bukan langsung dari langit.

Ini menegur kesombongan kita yang gemar merasa cukup sendiri. Bahkan seorang Paulus, yang kelak menjadi rasul terbesar, harus lebih dulu belajar dituntun dan menerima uluran tangan orang lain. Iman jarang tumbuh dalam kesendirian, ia biasanya diantar oleh Ananias-Ananias yang Tuhan tempatkan di jalan kita.

Injil mengutus kita ke seluruh dunia untuk memberitakan kabar baik. Tetapi kita hanya bisa mengutus setelah kita sendiri pernah dituntun. Hari ini, siapa Ananias dalam hidup kita, orang yang tangannya Tuhan pakai untuk membuka mata kita? Dan bagi siapa kita dipanggil menjadi Ananias?

Tuhan, rendahkanlah hatiku untuk mau dituntun, dan pakailah aku menjadi tangan yang membuka mata orang lain. Terima kasih atas para Ananias yang Kaukirim di jalanku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →