‹ Semua renungan

Sabtu, 8 Desember 2029

Dipilih Sebelum Ada

Petani yang baik tidak menabur benih sembarangan. Sebelum musim tanam tiba, ia sudah memilih. Bulir-bulir terbaik dari panen lalu disisihkan, dijemur, disimpan hati-hati. Benih itu dipilih jauh sebelum tanah dibuka, bahkan sebelum hujan turun. Ada masa depan yang sudah dijaga di dalam segenggam benih.

Paulus memakai bahasa yang mirip untuk melukiskan kita. "Di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya." Pilihan Allah atas kita bukan reaksi mendadak. Ia mendahului dunia. Kita sudah dikasihi sebelum kita ada untuk membalas kasih itu.

Hari ini Gereja merayakan Maria yang dikandung tanpa noda. Kata tanpa noda menerjemahkan immaculata, dari macula yang berarti noda atau cacat. Maria dijaga bersih sejak awal, seperti benih terbaik yang disisihkan untuk maksud yang besar. Bukan karena jasanya, melainkan karena rahmat yang mendahului.

Kisah pertama hari ini justru berlatar noda. Di taman, Adam dan Hawa bersembunyi karena rasa bersalah, dan Allah memanggil, "Di manakah engkau?" Sejak saat itu manusia hidup dengan noda yang tak sanggup ia bersihkan sendiri. Namun pada ayat yang sama sudah dijanjikan seorang perempuan yang keturunannya meremukkan kepala ular.

Menarik, janji itu diucapkan tepat di tengah kejatuhan, bukan sesudah semuanya beres. Di saat manusia paling gagal, Allah sudah mulai menanam benih pemulihan. Ia tidak menunggu tanah menjadi subur untuk menabur. Ia justru menabur di tanah yang baru saja rusak. Begitulah cara kerja rahmat: ia selalu mendahului. Maria bukan hasil dari manusia yang akhirnya berhasil memperbaiki diri. Ia buah pertama dari rahmat yang bekerja lebih dulu, tanda bahwa Allah tidak pernah menyerah pada ciptaan-Nya, sekalipun ciptaan itu telah jatuh.

Maria adalah janji itu yang menjadi wajah. Ketika malaikat datang, ia tidak menyombong dan tidak juga menolak. Ia hanya berkata, "Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu." Benih yang dijaga sejak awal itu kini rela ditanam.

Kesucian Maria bukan jarak yang membuatnya jauh dari kita, melainkan gambaran tujuan kita sendiri: dipilih, dibersihkan, dipakai. Kita pun benih yang disisihkan Allah dengan maksud.

Untuk maksud apa kiranya Allah menyisihkan hidupku?

Tuhan, Engkau memilihku bahkan sebelum aku ada. Bersihkan aku dari noda yang tak sanggup kuhapus, dan pakailah aku menurut kehendak-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →