‹ Semua renungan

Jumat, 7 Desember 2029

Mata yang Dibuka

Pada saat bangun tidur, ada jeda singkat ketika mata belum bisa dipakai. Dunia masih kabur, cahaya terasa menyilaukan, bentuk-bentuk belum jelas. Baru beberapa kejap kemudian mata menyesuaikan diri, dan ruangan yang tadi buram kembali tampak nyata.

Nabi Yesaya menjanjikan pembukaan mata yang jauh lebih dalam. "Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar dan mata orang-orang buta akan melihat." Ia tidak sedang bicara soal penyakit mata semata, melainkan soal bangsa yang lama hidup dalam kegelapan, yang perlahan dibuat melihat kembali.

Dalam Injil, dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru. Ia bertanya satu hal sebelum menyembuhkan, "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Baru sesudah mereka menjawab percaya, meleklah mata mereka. Iman ternyata mendahului penglihatan, bukan sebaliknya.

Kita sering menuntut terbalik: lihat dulu, baru percaya. Padahal banyak hal baru menjadi terang justru setelah kita berani percaya lebih dahulu. Santo Ambrosius, yang kita kenang hari ini, pernah menjadi mata bagi orang lain lewat kata-katanya, sampai seorang muda bernama Agustinus mulai melihat kebenaran yang lama ia hindari.

Adakah kebenaran yang sebenarnya sudah di depan mataku, tetapi belum berani kupercayai?

Tuhan, celikkanlah mata hatiku. Beri aku iman untuk melihat apa yang selama ini kuraba dalam gelap. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →