Selasa, 6 November 2029
Jangan Ada yang Hilang
Setiap kali rombongan ziarah atau piknik keluarga hendak pulang, selalu ada satu adegan yang sama. Seorang ibu berdiri di pintu bus, menghitung kepala. Satu, dua, tiga. Kurang satu, dan seisi bus tidak akan berangkat. Tidak ada istilah sudahlah, yang penting sebagian besar sudah naik.
Injil hari ini memperdengarkan hitungan semacam itu dari mulut Yesus: inilah kehendak Dia yang mengutus Aku, supaya dari semua yang diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Allah ternyata menghitung. Bukan secara statistik, melainkan satu per satu, seperti ibu di pintu bus itu. Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
Ayub, dari tumpukan penderitaannya, memegang keyakinan yang sama: aku tahu, Penebusku hidup. Sesudah kulit tubuhku rusak sekalipun, aku akan melihat Allah. Tubuh boleh hancur. Hitungan Allah tidak pernah meleset.
Paulus memberi dasarnya: ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita. Kalau untuk mendapatkan kita saja Allah rela sejauh itu, masuk akalkah Ia kemudian menelantarkan kita begitu saja di ujung maut? Pengharapan tidak mengecewakan.
Hari ini kita mengenang arwah semua orang beriman. Orang tua kita, saudara, sahabat, juga mereka yang tidak lagi didoakan siapa-siapa. Doa kita hari ini seperti ikut berdiri di pintu bus: menyebut nama-nama itu di hadapan Allah, memastikan tidak ada yang tercecer dari ingatan kasih.
Sebutkanlah nama mereka. Pelan-pelan saja. Allah mendengar, dan Allah menghitung.
Tuhan Yesus, Engkau berjanji tidak membuang siapa pun yang datang kepada-Mu. Bangkitkanlah saudara-saudari kami yang telah meninggal, dan jangan biarkan satu pun hilang dari tangan-Mu. Amin.