Selasa, 6 November 2029
Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Ayub 19:1,23-27a
Tetapi Ayub menjawab: Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya! Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.
Mazmur Tanggapan Mazmur 23:1-6
Bacaan Kedua Roma 5:5-11
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Bacaan Injil Yohanes 6:37-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Renungan
Jangan Ada yang Hilang
Setiap kali rombongan ziarah atau piknik keluarga hendak pulang, selalu ada satu adegan yang sama. Seorang ibu berdiri di pintu bus, menghitung kepala. Satu, dua, tiga. Kurang satu, dan seisi bus tidak akan berangkat. Tidak ada istilah sudahlah, yang penting sebagian besar sudah naik.
Injil hari ini memperdengarkan hitungan semacam itu dari mulut Yesus: inilah kehendak Dia yang mengutus Aku, supaya dari semua yang diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Allah ternyata menghitung. Bukan secara statistik, melainkan satu per satu, seperti ibu di pintu bus itu. Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
Ayub, dari tumpukan penderitaannya, memegang keyakinan yang sama: aku tahu, Penebusku hidup. Sesudah kulit tubuhku rusak sekalipun, aku akan melihat Allah. Tubuh boleh hancur. Hitungan Allah tidak pernah meleset.
Paulus memberi dasarnya: ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita. Kalau untuk mendapatkan kita saja Allah rela sejauh itu, masuk akalkah Ia kemudian menelantarkan kita begitu saja di ujung maut? Pengharapan tidak mengecewakan.
Hari ini kita mengenang arwah semua orang beriman. Orang tua kita, saudara, sahabat, juga mereka yang tidak lagi didoakan siapa-siapa. Doa kita hari ini seperti ikut berdiri di pintu bus: menyebut nama-nama itu di hadapan Allah, memastikan tidak ada yang tercecer dari ingatan kasih.
Sebutkanlah nama mereka. Pelan-pelan saja. Allah mendengar, dan Allah menghitung.
Tuhan Yesus, Engkau berjanji tidak membuang siapa pun yang datang kepada-Mu. Bangkitkanlah saudara-saudari kami yang telah meninggal, dan jangan biarkan satu pun hilang dari tangan-Mu. Amin.
Invitatorium
SELASA III PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
Ibadat Bacaan
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Mazmur 37
Nasib orang fasik dan orang baik
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi (Matius 5:5).
Ant. Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Ant. 2 Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau taat kepada-Nya.
Ant. Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau taat kepada-Nya.
Ant. 3 Tunggulah Tuhan memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
Ant. Tunggulah Tuhan memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
BACAAN
RESPONSORIUM Kebijaksanaan 3:6, 7, 9
RESPONSORIUM Ester 13:9, 10, 11
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
IBADAT ARWAH PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.
Mazmur 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.
Madah
Ant.1: Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 50 (51)
Ant.1: Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.
Ant.2: Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.
aku menuju pintu alam maut,*
di dunia orang yang hidup,*
Ant.2: Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.
Ant.3: Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.
Mazmur 145 (146)
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
Ant.3: Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.
Bacaan Singkat (1Tes 4,34)
Ant.Kidung: Aku inilah kebangkamin dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Aku inilah kebangkamin dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.
Doa Permohonan
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA III SIANG
Madah
Ant.1: Cinta kasih itu kesempurnaan hukum.
Mazmur 118 (119),97-104
Ant.1: Cinta kasih itu kesempurnaan hukum.
Ant.2: Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala.
Mazmur 73 (74) I
Ant.2: Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala.
Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu.
Mazmur 73 (74) II
Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu.
Bacaan singkat (Ul 15,7-8)
Doa Penutup
Ibadat Sore
Madah
Ant.1: Tuhan menjaga Engkau terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.
Mazmur 120 (121)
Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
Ant.1: Tuhan menjaga Engkau terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.
Ant.2: Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?
Ant.3: Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.
Ant.3: Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.
Ant.Kidung: Segala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Segala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.
Doa Permohonan
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Leonardus dari Noblac
Pengaku Iman
Leonardus dari Noblac ini sangat populer di Eropa Barat pada Abad Pertengahan. Ia lahir di Corroy, dekat Orleans, Prancis, pada permulaan abad ke-6 dari sebuah keluarga bangsawan. Pada waktu itu, Prancis diperintahi oleh Raja Clovis. Konon Raja Clovis bersama beberapa pengikutnya dipermandikan oleh Santo Remigius, Uskup kota Rheims. Keluarga Leonardus juga kemudian dipermandikan oleh Santo Remigiiis. Raja Clovis menjadi bapa baptis.
Ketika menanjak dewasa, Leonardus masuk dinas militer. Namun karena ia merasa terpanggil untuk menjalani hidup bakti kepada Tuhan maka ia mengundurkan diri dari dinas militer. Ia lalu menjadi murid Santo Remigius, dan di bawah bimbingan Remigius, ia mulai belajar berdoa, dan berkarya bagi Tuhan. Setelah itu ia masuk biara Micy di bawah asuhan Santo Magiminus. Perkembangan hidup rohaninya sangat mengagumkan sehingga ia ditawari jabatan di keuskupan namun ia menolak tawaran itu.
Leonardus kemudian hidup menyendiri di hutan rimba Limoges. Di sana ia membangun sebuah gubuk sebagai tempat berdoa dan bertapa. Dalam doa dan tapa yang keras itu, Leonardus mencapai suatu tingkat kehidupan rohani yang tinggi. Ia dikaruniai kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit dengan doa-doanya. Konon ia menyembuhkan permaisuri Raja Clovis dari penyakit yang dideritanya. Sebagai ucapan syukur raja menghadiahi dia sebidang tanah, untuk mendirikan biaranya. Biara ini kemudian terkenal sebagai pusat pewartaan Injil untuk daerah-daerah di sekitarnya. Leonardus wafat di biara itu pada pertengahan abad ke-6.
Santo Nuno Pereira
Pengaku Iman
Nuno lahir pada tahun 1360. Ketika menjadi panglima angkatan perang Portugis, ia membela hak atas takhta kerajaan yang sah. Kemudian ia mengundurkan diri dan menjadi bruder Karmelit yang sangat saleh. Ia meninggal dunia pada tahun 1431.