‹ Semua renungan

Minggu, 4 November 2029

Rambu ke Arah Bahagia

Di persimpangan jalan kampung biasanya ada papan penunjuk arah. Kayunya sederhana, catnya luntur, tapi orang mempercayainya. Salah membaca papan itu, kita sampai di desa yang keliru.

Dunia juga memasang papan-papan penunjuk menuju bahagia. Tulisannya kira-kira begini: kumpulkan lebih banyak, amankan dirimu, jangan mau kalah, jaga nama baik di mata orang. Kita mengikutinya bertahun-tahun. Anehnya, makin dikejar, bahagianya makin pindah tempat.

Pada hari raya Semua Orang Kudus ini, Yesus naik ke bukit dan memasang papan penunjuk yang berlawanan arah. Berbahagialah yang miskin di hadapan Allah. Berbahagialah yang berdukacita. Yang lemah lembut. Yang lapar dan haus akan kebenaran. Yang murah hati. Yang suci hatinya. Yang membawa damai. Bahkan yang dianiaya oleh sebab kebenaran. Delapan rambu, dan semuanya menunjuk jalan yang jarang dipilih orang.

Apakah Yesus sedang mengagungkan penderitaan? Tidak. Ia sedang membuka rahasia: bahagia bukan hasil menggenggam, melainkan buah dari hati yang terbuka bagi Allah dan sesama. Orang yang miskin di hadapan Allah tidak punya apa-apa untuk dipamerkan, maka tangannya bebas menerima. Orang yang murah hati tidak sibuk menjaga miliknya, maka hatinya lapang. Orang yang membawa damai tidak menghabiskan tenaganya untuk menang, maka ia bisa mencintai.

Para kudus yang kita rayakan hari ini adalah orang-orang yang berani mengikuti papan penunjuk itu sampai habis. Kitab Wahyu melukiskan mereka sebagai kerumunan tak terhitung dari segala bangsa dan bahasa. Artinya jalan ini bukan jalur khusus rohaniwan. Petani bisa. Pedagang bisa. Ibu rumah tangga bisa. Pensiunan bisa.

Surat Yohanes mengingatkan tujuan akhirnya: sekarang kita anak-anak Allah, dan kelak kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Sejelas itu. Tinggal satu pertanyaan di persimpangan hari ini: papan yang mana yang sedang kuikuti?

Tuhan, di persimpangan hidupku, tuntunlah aku membaca rambu-Mu, bukan rambu dunia. Jadikan aku peziarah yang setia sampai tiba di kampung halaman-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →