Minggu, 4 November 2029

Hari Raya Semua Orang Kudus

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Wahyu 7:2-4,9-14

Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Mazmur Tanggapan Mazmur 24:1-6

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela

Bacaan Kedua 1 Yohanes 3:1-3

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Bacaan Injil Matius 5:1-12a

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Renungan

Rambu ke Arah Bahagia

Di persimpangan jalan kampung biasanya ada papan penunjuk arah. Kayunya sederhana, catnya luntur, tapi orang mempercayainya. Salah membaca papan itu, kita sampai di desa yang keliru.

Dunia juga memasang papan-papan penunjuk menuju bahagia. Tulisannya kira-kira begini: kumpulkan lebih banyak, amankan dirimu, jangan mau kalah, jaga nama baik di mata orang. Kita mengikutinya bertahun-tahun. Anehnya, makin dikejar, bahagianya makin pindah tempat.

Pada hari raya Semua Orang Kudus ini, Yesus naik ke bukit dan memasang papan penunjuk yang berlawanan arah. Berbahagialah yang miskin di hadapan Allah. Berbahagialah yang berdukacita. Yang lemah lembut. Yang lapar dan haus akan kebenaran. Yang murah hati. Yang suci hatinya. Yang membawa damai. Bahkan yang dianiaya oleh sebab kebenaran. Delapan rambu, dan semuanya menunjuk jalan yang jarang dipilih orang.

Apakah Yesus sedang mengagungkan penderitaan? Tidak. Ia sedang membuka rahasia: bahagia bukan hasil menggenggam, melainkan buah dari hati yang terbuka bagi Allah dan sesama. Orang yang miskin di hadapan Allah tidak punya apa-apa untuk dipamerkan, maka tangannya bebas menerima. Orang yang murah hati tidak sibuk menjaga miliknya, maka hatinya lapang. Orang yang membawa damai tidak menghabiskan tenaganya untuk menang, maka ia bisa mencintai.

Para kudus yang kita rayakan hari ini adalah orang-orang yang berani mengikuti papan penunjuk itu sampai habis. Kitab Wahyu melukiskan mereka sebagai kerumunan tak terhitung dari segala bangsa dan bahasa. Artinya jalan ini bukan jalur khusus rohaniwan. Petani bisa. Pedagang bisa. Ibu rumah tangga bisa. Pensiunan bisa.

Surat Yohanes mengingatkan tujuan akhirnya: sekarang kita anak-anak Allah, dan kelak kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Sejelas itu. Tinggal satu pertanyaan di persimpangan hari ini: papan yang mana yang sedang kuikuti?

Tuhan, di persimpangan hidupku, tuntunlah aku membaca rambu-Mu, bukan rambu dunia. Jadikan aku peziarah yang setia sampai tiba di kampung halaman-Mu. Amin.

Invitatorium

MINGGU III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Semua Orang Kudus
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Lihatlah! Di sekeliling takhta, suatu rombongan mulia,

Para kudus dalam jutaan tak terhitung berdiri;

Dari setiap lidah yang ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, menghina rasa malu;

Dari segala jerih lelah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah yang terberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka meninggikan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Melalui tahun-tahun tak berkesudahan untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan Darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menapaki jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Berjuang hingga akhir perjuangan mulia,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

PSALMODI

Ant. 1 Betapa agung nama-Mu, ya Tuhan, sebab dengan kemuliaan dan kehormatan Engkau telah memahkotai para kudus-Mu; Engkau telah menempatkan mereka atas karya tangan-Mu.

Mazmur 8

Betapa agung nama-Mu, ya Tuhan Allah kami,

di seluruh bumi!
Keagungan-Mu dipuji di atas langit;

di bibir anak-anak dan bayi-bayi

Engkau telah menemukan pujian untuk menggagalkan musuh-Mu,

untuk membungkam musuh dan pemberontak.
Ketika aku melihat langit, karya tangan-Mu,

bulan dan bintang-bintang yang Engkau atur,

apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya,

manusia fana sehingga Engkau memedulikannya?
Namun Engkau telah menjadikannya sedikit lebih rendah dari Allah;

dengan kemuliaan dan kehormatan Engkau memahkotainya,

memberinya kuasa atas karya tangan-Mu,

menempatkan segala sesuatu di bawah kakinya.
Semuanya, domba dan lembu,

ya, bahkan binatang buas,

burung-burung di udara, dan ikan

yang membuat jalan mereka melalui air.
Betapa agung nama-Mu, ya Tuhan Allah kami

di seluruh bumi!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Betapa agung nama-Mu, ya Tuhan, sebab dengan kemuliaan dan kehormatan Engkau telah memahkotai para kudus-Mu; Engkau telah menempatkan mereka atas karya tangan-Mu.

Ant. 2 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Mazmur 15

Tuhan, siapakah yang akan diterima di kemah-Mu

dan tinggal di gunung-Mu yang kudus?
Dia yang berjalan tanpa cela;

dia yang bertindak dengan keadilan

dan berbicara kebenaran dari hatinya;

dia yang tidak memfitnah dengan lidahnya;
Dia yang tidak berbuat salah kepada saudaranya,

yang tidak mencela tetangganya,

yang memandang rendah orang fasik,

tetapi menghormati orang yang takut akan Tuhan;
dia yang menepati janjinya, apa pun yang terjadi;

yang tidak mengambil bunga atas pinjaman

dan tidak menerima suap terhadap orang yang tidak bersalah.

Orang seperti itu akan berdiri teguh selamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Ant. 3 Engkau telah menunjukkan kepada para kudus-Mu jalan kehidupan, Engkau telah memenuhi mereka dengan sukacita di hadapan-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 16

Peliharalah aku, ya Allah, aku berlindung pada-Mu.

Aku berkata kepada Tuhan: “Engkaulah Allahku.

Kebahagiaanku hanya ada pada-Mu.”
Dia telah menaruh di hatiku kasih yang luar biasa

bagi orang-orang setia yang tinggal di tanah-Nya.

Mereka yang memilih allah lain menambah kesedihan mereka.

Tidak akan pernah aku mempersembahkan persembahan darah mereka.

Tidak akan pernah aku menyebut nama mereka di bibirku.
Ya Tuhan, Engkaulah bagian dan cawanku;

Engkaulah sendiri hadiahku.

Bagian yang ditentukan bagiku adalah kesenanganku:

sungguh menyenangkan warisan yang jatuh kepadaku!
Aku akan memberkati Tuhan yang memberiku nasihat,

yang bahkan di malam hari mengarahkan hatiku.

Aku selalu memandang Tuhan:

karena Dia ada di sisi kananku, aku akan berdiri teguh.
Maka hatiku bersukacita, jiwaku gembira;

bahkan tubuhku akan beristirahat dengan aman.

Sebab Engkau tidak akan meninggalkan jiwaku di antara orang mati,

pun tidak membiarkan kekasih-Mu mengalami kebinasaan.
Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan,

kepenuhan sukacita di hadapan-Mu,

di sisi kanan-Mu kebahagiaan selamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Engkau telah menunjukkan kepada para kudus-Mu jalan kehidupan, Engkau telah memenuhi mereka dengan sukacita di hadapan-Mu, ya Tuhan.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima di dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Pandanglah Tuhan dan terangilah.

Dan jangan biarkan wajahmu dipermalukan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Wahyu

5:1-14

Engkau telah menebus kami bagi Allah dari setiap suku dan bahasa, bangsa dan kaum.
Di tangan kanan Dia yang duduk di takhta, aku melihat sebuah gulungan. Gulungan itu bertuliskan di kedua sisinya dan dimeteraikan dengan tujuh meterai. Kemudian aku melihat seorang malaikat perkasa yang berseru dengan suara nyaring: “Siapakah yang layak membuka gulungan itu dan memecahkan meterai-meterainya?” Tetapi tidak seorang pun di surga atau di bumi atau di bawah bumi dapat ditemukan yang layak membuka gulungan itu atau memeriksa isinya. Aku menangis dengan pahit karena tidak seorang pun dapat ditemukan yang layak membuka atau memeriksa gulungan itu. Salah seorang tua-tua berkata kepadaku: “Jangan menangis. Singa dari suku Yehuda, Akar Daud, telah memenangkan hak dengan kemenangan-Nya untuk membuka gulungan dengan tujuh meterai itu.”
Kemudian, di antara takhta dengan empat makhluk hidup dan para tua-tua, aku melihat Anak Domba berdiri, Anak Domba yang telah disembelih. Dia memiliki tujuh tanduk dan tujuh mata; mata-mata ini adalah tujuh roh Allah, yang diutus ke seluruh bagian dunia. Anak Domba itu datang dan menerima gulungan itu dari tangan kanan Dia yang duduk di takhta.
Ketika Dia telah mengambil gulungan itu, keempat makhluk hidup dan kedua puluh empat tua-tua itu tersungkur di hadapan Anak Domba. Bersama dengan harpa mereka, para tua-tua itu memegang bejana-bejana emas yang penuh dengan rempah-rempah harum, yang adalah doa-doa umat kudus Allah. Inilah nyanyian baru yang mereka nyanyikan:
“Layaklah Engkau menerima gulungan itu

dan membuka meterai-meterainya,

karena Engkau telah disembelih.

Dengan Darah-Mu Engkau telah membeli bagi Allah

orang-orang dari setiap suku dan bahasa,

dari setiap bangsa dan kaum.

Engkau menjadikan mereka kerajaan,

dan imam-imam untuk melayani Allah kami,

dan mereka akan memerintah di bumi.”
Ketika penglihatanku berlanjut, aku mendengar suara banyak malaikat yang mengelilingi takhta dan makhluk-makhluk hidup dan para tua-tua. Jumlah mereka tak terhitung, ribuan dan puluhan ribu, dan mereka semua berseru:
“Layaklah Anak Domba yang telah disembelih

untuk menerima kuasa dan kekayaan, hikmat dan kekuatan,

kehormatan dan kemuliaan dan pujian!”
Kemudian aku mendengar suara setiap makhluk di surga dan di bumi dan di bawah bumi dan di laut; segala sesuatu di alam semesta berseru dengan nyaring:
“Bagi Dia yang duduk di takhta, dan bagi Anak Domba,

pujian dan kehormatan, kemuliaan dan kekuatan,

selama-lamanya!”
Keempat makhluk hidup itu menjawab, “Amin,” dan para tua-tua itu tersungkur dan menyembah.

RESPONSORIUM Wahyu 11:17; Mazmur 145:10

Kami mengucap syukur kepada-Mu, Tuhan Allah Yang Mahakuasa,

yang ada, yang telah ada dan yang akan datang,

karena Engkau telah memulai pemerintahan-Mu,

Dan sekarang telah tiba waktunya untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu dan para kudus-Mu.
Semoga seluruh ciptaan memuji Engkau, ya Tuhan;

semoga semua orang kudus-Mu memberkati Engkau.

karena Engkau telah memulai pemerintahan-Mu,

Dan sekarang telah tiba waktunya untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu dan para kudus-Mu.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Bernardus, abbas

Marilah kita bergegas kepada saudara-saudari kita yang sedang menanti kita.
Mengapa pujian dan pemuliaan kita, atau bahkan perayaan hari raya ini, berarti sesuatu bagi para kudus? Apa peduli mereka dengan kehormatan duniawi ketika Bapa surgawi mereka menghormati mereka dengan memenuhi janji setia Putra? Apa arti pujian kita bagi mereka? Para kudus tidak membutuhkan kehormatan dari kita; pun pengabdian kita tidak menambah sedikit pun pada apa yang sudah menjadi milik mereka. Jelas, jika kita menghormati ingatan mereka, itu melayani kita, bukan mereka. Tetapi aku katakan kepadamu, ketika aku memikirkan mereka, aku merasa diriku terbakar oleh kerinduan yang luar biasa.
Mengingat para kudus menginspirasi, atau lebih tepatnya membangkitkan dalam diri kita, di atas segalanya, kerinduan untuk menikmati kebersamaan mereka, yang begitu diinginkan dalam dirinya sendiri. Kita rindu untuk berbagi dalam kewarganegaraan surga, untuk tinggal bersama roh-roh yang diberkati, untuk bergabung dengan jemaat para patriark, barisan para nabi, dewan para rasul, pasukan besar para martir, rombongan mulia para pengaku iman dan paduan suara para perawan. Singkatnya, kita rindu untuk bersatu dalam kebahagiaan dengan semua orang kudus. Tetapi disposisi kita berubah. Gereja dari semua pengikut Kristus yang pertama menanti kita, tetapi kita tidak melakukan apa-apa. Para kudus ingin kita bersama mereka, dan kita acuh tak acuh. Jiwa-jiwa orang benar menanti kita, dan kita mengabaikan mereka.
Marilah, saudara-saudari, marilah kita akhirnya memacu diri kita. Kita harus bangkit kembali bersama Kristus, kita harus mencari dunia yang di atas dan memusatkan pikiran kita pada hal-hal surgawi. Marilah kita merindukan mereka yang merindukan kita, bergegas kepada mereka yang menanti kita, dan meminta mereka yang menantikan kedatangan kita untuk mendoakan kita. Kita seharusnya tidak hanya ingin bersama para kudus, kita juga harus berharap untuk memiliki kebahagiaan mereka. Sementara kita ingin berada dalam kebersamaan mereka, kita juga harus sungguh-sungguh berusaha untuk berbagi dalam kemuliaan mereka. Jangan membayangkan bahwa ada sesuatu yang berbahaya dalam ambisi seperti ini; tidak ada bahaya dalam menaruh hati kita pada kemuliaan seperti itu.
Ketika kita memperingati para kudus, kita terbakar dengan kerinduan lain: agar Kristus, hidup kita, juga menampakkan diri kepada kita seperti Dia menampakkan diri kepada mereka dan agar kita suatu hari nanti dapat berbagi dalam kemuliaan-Nya. Sampai saat itu kita melihat Dia, bukan sebagaimana Dia adanya, tetapi sebagaimana Dia menjadi demi kita. Dia adalah kepala kita, dimahkotai, bukan dengan kemuliaan, tetapi dengan duri-duri dosa kita. Sebagai anggota kepala itu, yang dimahkotai dengan duri, kita seharusnya malu untuk hidup dalam kemewahan; jubah ungu-Nya adalah ejekan daripada kehormatan. Ketika Kristus datang kembali, kematian-Nya tidak akan lagi diberitakan, dan kita akan tahu bahwa kita juga telah mati, dan bahwa hidup kita tersembunyi bersama Dia. Kepala Gereja yang mulia akan menampakkan diri dan anggota-anggota-Nya yang dimuliakan akan bersinar dalam kemuliaan bersama Dia, ketika Dia membentuk kembali tubuh yang rendah ini menjadi kemuliaan yang menjadi milik-Nya sendiri, kepala-Nya.
Oleh karena itu, kita harus bertujuan untuk mencapai kemuliaan ini dengan keinginan yang tulus dan bijaksana. Agar kita dapat dengan benar berharap dan berusaha untuk kebahagiaan seperti itu, kita harus di atas segalanya mencari doa-doa para kudus. Demikianlah, apa yang di luar kekuatan kita sendiri untuk memperolehnya akan diberikan melalui perantaraan mereka.

RESPONSORIUM Wahyu 19:5,6; Mazmur 33:1

Pujilah Allah, hai kamu semua yang melayani Dia, baik besar maupun kecil,

karena Tuhan Allah Yang Mahakuasa telah memulai pemerintahan-Nya.
Bersukacitalah, hai orang-orang pilihan Allah,

biarlah semua orang kudus memberi pujian yang layak kepada-Nya.

Karena Tuhan Allah Yang Mahakuasa telah memulai pemerintahan-Nya.

TE DEUM

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah yang berkuasa dan perkasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Rombongan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan mulia para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang benar dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang dibeli dengan harga Darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memberkati-Mu.

Kami memuji nama-Mu selamanya.
Peliharalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah yang Mahakuasa dan kekal,

oleh karunia-Mu kami menghormati dalam satu perayaan

jasa-jasa semua Orang Kudus, berikanlah kepada kami, kami mohon,

melalui doa-doa begitu banyak perantara,

kelimpahan rekonsiliasi dengan-Mu

yang sangat kami rindukan.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan memerintah bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, selama-lamanya.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan mengucap syukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

RABU II PAGI

Pembukaan

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Madah

Mari kami putra terang

Tampil maju dan berjuang

Diresapi s’mangat Kristus

Jadi abdi dengan tulus.
Jangan lupa mohon Tuhan

Agar kami diarahkan

Pada tujuan sejati

Setia sepanjang hari.
Allah cahaya sejati

Sinarilah hati kami

Agar mampu memantulkan

Kristus terang kehidupan.
Terpujilah Allah Bapa

Terpujilah Allah Putra

Bersama Roh -Kudus pula

Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?

Mazmur 76 (77)

Aku berseru kepada Allah dengan suara lantang,*

aku berteriak, dan Ia mendengarkan daku.
Pada hari kesesakanku aku mencari Tuhan,+

malam hari kutadahkan tanganku tiada hentinya,*

dan tiada hiburan bagiku.
Apabila aku ingat akan Allah, aku mengaduh,*

apabila termenung, makin lemah lesu semangatku.
Mataku tiada terpejamkan,*

aku gelisah, hingga tidak dapat berbicara.
Kupikirkan zaman yang lampau,*

tahun yang silam kukenang.
Malam hari aku merenung-renung dalam hati,*

dan selalu menimbang-nimbang dalam batinku.
“Untuk selamanyakah Tuhanku menolak,*

dan tiada lagi bermurah hati?
Sudah habiskah kasih setia-Nya selama-lamanya,*

sudah batalkah janji-Nya yang turun-temurun?
Sudah lupakah Allah menaruh belaskasihan,*

ataukah Ia menutup kerahiman-Nya dengan kemurkaan?”
Sungguh inilah yang menikam hatiku,*

bahwa Allah merubah sikap-Nya.
Namun aku tetap mengingat karya Tuhan,*

karya yang mengagumkan pada masa yang silam.
Segala karya-Mu akan kurenungkan,*

akan kukenangkan segala perbuatan-Mu.
Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu,*

dewa manakah seagung Allah kami?
Engkaulah Allah yang melakukan karya-karya agung,*

Engkau menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.
Dengan tangan kuat Kautebus umat-Mu,*

keturunan Yakub dan Yusuf.
Air laut melihat Engkau, ya Allah,+

melihat Engkau, lalu gemetar,*

bahkan samudera raya bermendapatar ketakutan.
Awan-awan mencurahkan air hujan,+

awan meledakkan guntur gemuruh,*

halilintar sambar-menyambar.
Deru guntur-Mu sabung-menyabung,+

kilapan kilat menyinari jagat,*

bumi gemetar dan berguncang.
Jalan-Mu melalui laut, melalui air yang luas,*

rahasia karya-Mu tak terselami.
Demikian umat-Mu Kaubimbing seperti kawanan domba,*

dengan perantaraan -Musa dan Harun.

Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?

Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

1Sam 2,1-10
Hatiku bersukaria karena Tuhan,*

aku bermegah-megah karena Allahku.
Mulutku mengejek musuh,*

karena aku gembira atas pertolongan-Mu.
Tak ada orang sekudus Tuhan,*

tak ada wadas sekokoh Allah kami.
Jangan lagi berbicara dengan angkuh,*

membualkan kata yang congkak-congkak.
Tuhan Allah yang mahatahu,*

bukankah Dia yang menguji tingkah laku manusia!
Sudah patahlah busur para perkasa,*

dan orang lemah dipersenjatai kekuatan.
Orang yang kenyang harus mencari nafkah,*

orang kelaparan mengaso dari kerjanya.
Orang mandul melahirkan tujuh kali,*

tetapi ibu yang beranak banyak menjadi layu.
Tuhan berkuasa atas mati dan hidup,*

menurunkan ke alam maut dan menaikkan dari sana.
Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,*

Ia merendahkan dan meninggikan.
Ia menegakkan dari debu orang yang hina,*

mengangkat dari persampahan orang miskin.
Tuhan mendudukkan dia di antara para bangsawan,*

dan memberinya tempat kehormatan.
Sebab Tuhanlah yang memiliki alas bumi,*

Ia menaruh daratan di atasnya.
Ia melindungi langkah laku orang yang dikasihi-Nya,+

dan membinasakan orang berdosa dalam kegelapan,*

sebab orang tidak menjadi perkasa dengan kekuatannya sendiri.
Tuhan menggentarkan para lawan-Nya,+

Yang mahatinggi mengguntur di cakerawala,*

Tuhan mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya.
Tuhan memberikan kekuasaan kepada rajanya,*

dan menguatkan orang yang diurapi-Nya.

Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Mazmur 96 (97)

Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai,*

dan pulau-pulau bersukacita.
Awan kelam menyelubungi Tuhan,*

keadilan dan hukum tumpuan takhta-Nya.
Api menjalar di hadapan Tuhan,*

menghanguskan para lawan di sekamir-Nya.
Halilintar menyinari jagat,*

bumi melihatnya dan gemetar.
Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan,*

di hadapan Tuhan semesta alam.
Langit mewartakan keadilan Tuhan,*

dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Dipermalukanlah orang yang menyembah berhala,+

yang bermegah atas arca yang tak berdaya,*

hendaknya segala dewa sujud menyembah Tuhan.
Sion mendengarnya dan bersukacita,+

kota-kota Yehuda bersorak-sorai,*

karena keputusan-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkaulah, ya Tuhan, mahatinggi di atas seluruh bumi,*

Engkau mahaagung di atas segala dewata.
Hai orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan,+

sebab Tuhan memelihara orang yang mengasihi-Nya,*

dan melepaskan mereka dari cengkeraman orang jahat.
Terang terbit bagi orang benar,*

sukacita bagi orang yang tulus hati.
Bergembiralah dalam Tuhan, hai orang benar,*

muliakan nama-Nya yang kudus.

Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Bacaan Singkat (Rom 8,35.37)
Apakah yang dapat memisahkan kami dari cinta Kristus? Sengsara? Penindasan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang? Dalam segalanya kami akan menang dengan jaya karena kekuasaan Krtistus yang mencintai kami.
Lagu Singkat
P: Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu.

U: Aku.

P: Madah pujian tetap bergema pada bibirku.

U: Setiap waktu.

P: Kemuliaan.

U: Aku.

Ant.Kidung: Hendaklah kami mengabdi Tuhan seumur hidup.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Hendaklah kami mengabdi Tuhan seumur hidup.

Doa Permohonan

Terpujilah Allah, penyelamat kami, sebab Ia telah berjanji akan menyertai Gereja-Nya setiap saat sampai akhir dunia. Marilah kami bersyukur kepada-Nya dan berkata:

U: Tinggallah beserta kami, ya Tuhan.

P: Ya Tuhan, tinggallah sepanjang hari beserta kami,* dan matahari rahmat-Mu yang menyinari kami jangan sampai terbenam.

P: Kepada-Mu kami baktikan hari ini sebagai kurban pujian,* dan kami berjanji tidak akan melakukan atau membenarkan kejahatan.

P: Ya tuhan, semoga seluruh hari ini mendatangkan kurnia cahaya-Mu,* supaya kami menjadi terang dunia dan garam masyarakat.

P: Semoga cinta kasih Roh kudus-Mu membimbing hati dan bibir kami,* agar kami tetap berlaku baik dan memuji Engkau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, sinarilah kiranya hati kami dengan terang cahaya-Mu. Semoga kami tetap mengikuti jalan perintah-Mu, dan tak pernah menyimpang dari padanya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU II SIANG

Madah

Marilah kami bernyanyi

Bagi penebus Illahi

Dengan iman dan harapan

Penuh cinta yang bertahan.
Sambil mohon dibebaskan

Dari tipu daya lawan

Agar selalu setia

Dalam mengabdi sesama.
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.

Mazmur 118 (119),57-64

Ya Tuhan, berpegang pada firman-Mu,*

itulah kekayaan hatiku.
Aku memohon belaskasihan-Mu dengan segenap hati,*

kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.
Aku memperhatikan segala jalan hidupku,*

dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.
Aku bergegas dan tidak berlambat,*

untuk memenuhi perintah-Mu.
Sekalipun aku terjerat oleh orang berdosa,*

tetapi hukum-Mu tidak pernah kulupakan.
Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu,*

karena hukum-hukum-Mu yang adil.
Aku bersahabat dengan semua orang yang takwa,*

dengan orang yang menepati perintah-Mu.
Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan,*

ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.

Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.

Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 – I
Ya Allah, dengarkanlah doaku,*

jangan menyembunyikan diri terhadap permohonanku.
Perhatikanlah dan kabulkanlah doaku,*

aku mengembara dan menangis.
Aku cemas karena teriakan musuh,*

karena aniaya orang berdosa.
Sebab mereka menimpakan celaka kepadaku,*

dan dengan geramnya memusuhi aku.
Hatiku gelisah di dalam dadaku,*

kengerian maut mendatangi aku.
Aku ketakutan dan gemetar,*

perasaan seram meliputi aku.
Kataku: “Siapa kiranya memberi aku sayap seperti merpati,*

supaya aku terbang dan mencari tempat yang tenang.
Aku ingin lari jauh-jauh,*

dan tinggal di padang gurun.
Aku akan mencari tempat perlindungan,*

terhadap angin ribut dan badai”.
Cerai-beraikanlah musuh, ya Tuhan, kacaukanlah bahasa mereka,*

sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan di kota.
Siang malam mereka mengelilingi kota di atas temboknya,*

di dalam kota ada kelaliman dan bencana.
Kebinasaan merajalela dalam kota,*

lapangannya penuh penindasan dan tipu daya.

Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 – II
Andaikata seorang musuh yang mencela aku,*

masih dapat kuterima.
Andaikata seorang lawan yang menentang aku,*

aku masih dapat menyembunyikan diri.
Tetapi engkau, orang yang akrab dengan daku,*

sahabat dan orang kepercayaanku;
dengan dikau aku bergaul dengan mesra,*

bersama engkau aku masuk bait Allah di tengah-tengah orang banyak.
Aku tetap berseru kepada Allah,*

Tuhan akan menyelamatkan daku.
Waktu malam, pagi dan siang aku menangis dengan cemas,*

dan Tuhan mendengarkan jeritanku.
Ia menyelamatkan daku dari serangan musuh,*

sebab banyaklah mereka yang melawan daku.
Allah mendengarkan doaku dan merendahkan mereka,*

Dialah hakim sejak sediakala.
Sebab mereka tak dapat diperbaiki,*

dan tidak mau takut akan Allah.
Orang mengepalkan tangannya melawan sahabat,*

dan melanggar perjanjiannya.
Mulutnya licin melebihi mentega,*

tetapi hatinya merancangkan perang.
Kata-katanya lembut melebihi minyak,*

tetapi sebenarnya bagaikan pedang terhunus.
Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, maka Ia melindungi engkau,*

orang benar tidak dibiarkan-Nya goyah.
Tetapi orang-orang jahat,*

Kaujerumuskan ke alam maut, ya Allah.
Para penumpah darah dan penipu,+

takkan mencapai setengah umur hidupnya,*

tetapi aku ini percaya kepada-Mu, ya Tuhan.

Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Bacaan singkat (Ul 1,16-17a)

Aku memerintahkan kepada para hakim: Dengarkanlah perkara-perkara rakyat dan berilah keputusan yang adil, baik kepada saudara maupun kepada orang asing. Jangan memihak dalam mengambil keputusan. Baik orang kecil maupun orang besar harus Engkau dengarkan tanpa memandang muka. Sebab Engkau mengadili atas nama Allah.
P: Tuhan adil, Ia mengasihi keadilan.

U: Ia memandang orang benar.

Doa Penutup

Allah yang Maha Kuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini. Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hati-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

RABU II SORE

Madah

Pada waktu senja ini

Malam mulai mendekat

Kami menyerahkan diri

Penuh pasrah dan hormat

Kepada-Mu Bapa kami

Sumber segala rahmat.
Kami bersyukur pada-Mu

Atas kurnia hari

Yang kini akan berlalu

Dan atas kasih suci

Yang Kaucurahkan selalu

Ke dalam hati kami.
Semoga kami semua

Yang khidmat menghadap-Mu

Siap menanggapi cinta

Dengan tiada ragu

Membaktikan jiwa raga

Demi kerajaan-Mu.
Terpujilah Allah Bapa

Tuhan Maha Kuasa

Terpujilah Yesus Kristus

Yang menjadi penebus

Terpujilah Roh Illahi

Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.

Mazmur 61 (62)

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*

sebab dari pada-Nyalah keselamatanku.
Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*

Dialah penyokongku, aku takkan goyah.
Berapa lamakah Engkau masih menyerbu manusia lemah,*

bersama-sama mencoba meruntuhkannya!
Seperti menyerang dinding yang miring,*

menggempur tembok yang mau roboh!
Rencana mereka tipuan belaka,*

mereka suka akan dusta.
Dengan mulut, mereka memberkati,*

tetapi dalam hati, mereka mengutuki.
Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*

dan pada-Nyalah segala harapanku.
Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*

Dialah penyokongku, aku takkan goyah.
Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku,*

Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.
Percayalah kepada-Nya selalu, hai umatku,+

curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya,*

Dialah perlindungan kami.
Hanya angin belaka, anak-anak Adam,*

kehampaan semata, anak-anak manusia.
Bila ditimbang, neraca terjungkit ke atas,*

berat mereka bersama lebih ringan dari pada angin.
Jangan menaruh harapan pada pemerasan,*

jangan menggantungkan diri pada perampasan.
Apabila harta milikmu bertambah,*

janganlah hatimu melekat kepadanya.
Tuhanlah sumber kekuatan dan kasih setia,*

Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.

Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.

Mazmur 66 (67)

Semoga Allah mengasihani dan memberkati kami,*

semoga wajah-Nya berseri-seri kepada kami.
Ya Allah, semoga karya-Mu dikenal di bumi,*

dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*

hendaknya memuji Engkau segala bangsa.
Hendaknya segala bangsa bersorak gembira,+

sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,*

dan menuntun segala bangsa di bumi.
Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*

hendaknya memuji Engkau segala bangsa.
Tanah telah memberi hasilnya,*

sebab Tuhan, Allah kami, telah memberkati kami.
Semoga Allah tetap memberkati kami,*

semoga seluruh bumi menjadi takwa.

Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20
Marilah kami dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+

yang membuat kami layak mendapat bagian,*

dalam warisan gemilang para kudus.
Ia telah merebut kami dari kuasa kegelapan,*

dan memindahkan kami ke dalam kerajaan Putera-Nya yang terkasih.
Dalam Kristus, kami mendapat penebusan,*

yaitu pengampunan dosa.
Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*

Dialah yang pertama dari segala ciptaan.
Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*

baik di angkasa maupun di bumi;
Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*

singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.
Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia,+

Ia mendahului segala sesuatu,*

dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+

Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*

supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.
Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhan-Nya diam dalam Kristus,+

dan dengan perantaraan Kristus,*

Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.
Baik yang di bumi maupun di angkasa,*

segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Ptr 5,5b-7)
Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi yang rendah hati. Karena rendahkanlah dirimu di bawah tangan Allah yang kuat, supaya Engkau ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kecemasanmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara Engkau.
Lagu Singkat
P: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata.

U: Peliharalah.

P: Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu.

U: Seperti biji mata.

P: Kemuliaan.

U: Peliharalah.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tangan-Mu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Maha Kuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tangan-Mu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Saudara-saudara tercinta, marilah kami bergembira dalam Tuhan, sebab Ia berkenan melimpahi umat-Nya dengan anugerah dan kurnia. Maka hendaklah kami penuh semangat berkata:

U: Lipat gandakanlah rahmat dan damai, ya Tuhan.

P: Allah kekal, bagi-Mu seribu tahun sama dengan satu hari,* insafkanlah kami bahwa kehidupan ini seperti bunga yang berkembang di waktu pagi dan layu di waktu petang.

P: Kurniakanlah roti surgawi kepada umat-Mu, agar kami jangan lapar,* dan air hidup, supaya kami takkan haus lagi.

P: Semoga orang-orang beriman mencari dan memikirkan perkara surgawi,* dan memuliakan Dikau baik di waktu kerja maupun di waktu senggang.

P: Berilah kiranya musim yang baik, ya Tuhan,* supaya hasil tanah kami melimpah.

P: Izinkanlah orang-orang mati memandang wajahMyu,* dan anugerahilah kami juga kebahagiaan untuk memandang Engkau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Kuduslah nama-Mu, ya Tuhan, dan kasih sayang-Mu turun-temurun. Kabulkanlah kiranya doa kami dan sambutlah kami umat-Mu, supaya kami tetap mengagungkan Dikau dengan madah pujian. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU II

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat (Why 22,4-5)

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

S. Carolus Borromeus

Uskup Agung dan Pembaharu Gereja · 1538-1584

Carolus Borromeus lahir pada 2 Oktober 1538 di kastil Arona di tepi Danau Maggiore, tidak jauh dari Milan. Ia berasal dari keluarga bangsawan terpandang; ibunya berasal dari keluarga Medici. Carolus belajar hukum sipil dan hukum kanonik di Pavia, lalu dipanggil ke Roma ketika pamannya terpilih menjadi Paus Pius IV. Dalam usia sangat muda ia sudah diangkat menjadi kardinal, sekretaris negara Tahta Suci, dan uskup agung Milan.

Kedudukan tinggi itu tidak membuatnya lupa diri. Setelah kematian saudaranya, Carolus menata ulang hidupnya, memilih ditahbiskan menjadi imam pada 1563, lalu menjadi uskup, dan bertekad sungguh-sungguh menjalankan tugas gembala. Ia menjadi salah satu tokoh utama Konsili Trente, dan sesudah konsili itu ia menjadi teladan bagaimana keputusan-keputusannya dijalankan dalam praktik.

Sebagai Uskup Agung Milan, ia mendirikan seminari untuk mendidik calon imam, mengadakan sinode keuskupan dan provinsi gerejani, menegakkan disiplin klerus, serta memperbaiki liturgi dan katekese. Ketika wabah pes melanda Milan pada 1576, ia tidak melarikan diri melainkan tinggal merawat orang sakit, membagikan hartanya, dan berjalan dalam perarakan tobat dengan kaki telanjang. Ia bekerja tanpa henti hingga kesehatannya rontok, dan wafat pada 3 November 1584 dalam usia 46 tahun. Ia dihormati sebagai model uskup pembaharu.

Pelindung: para uskup, seminaris, katekis, pembimbing rohani, dan mereka yang menderita sakit perut.

Santo Emerik

Pengaku Iman

Emerik adalah putera Raja Santo Stefanus dari Hungaria (997-1038). Ia lahir pada tahun 1007 dan meninggal dunia pada tahun 1031. Beliau adalah pewaris takhta kerajaan ayahnya. Namun sayang sekali karena ia meninggal dunia dalam usia yang masih sangat muda dalam suatu kecelakaan sewaktu berburu di hutan. Sangat sedikit berita diketahui tentang hidupnya, kecuali bahwa ia dikuburkan di Szekesfehervar, Hungaria dan dinyatakan 'kudus' bersama ayahnya pada tahun 1083.

Santo Karolus Boromeus

Uskup dan Pengaku Iman

Karolus Boromeus lahir di Rocca d'Arona, tepi danau Maggiore pada tanggal 2 Oktober 1538. la adalah putera kedua dari Giberto Berromeo dan Margherita de'Medici, saudari Paus Pius IV (1846-1878). Di kemudian hari ia menjadi Kardinal dan Uskup Agung Milano serta tokoh utama usaha pembaharuan Tridentine. Dari seluruh kisah kehidupannya dan karyanya dapat dikatakan bahwa Karolus sudah ditentukan Tuhan sajak lahirnya untuk menjadi pelayan Allah bagi kemajuan Gereja-Nya.

Kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Reformasi Protestan, Tuhan menggerakkan Karolus Boromeus untuk membantu Paus dalam usahanya menangkal segala sepak terjang para penganut Protestan. Dalam usia yang masih sangat muda (22 tahun), Karolus diangkat menjadi Kardinal oleh pamannya Paus Pius IV (1846-1878). la menjabat sebagai Sekretaris Negara dan menjadi orang terkuat di Kuria Roma. Ia tekun belajar hingga larut malam.

Setelah kakaknya meninggal mendadak, ia memutuskan mengikuti suatu retret khusus. Kemudian ia menjadi imam dan mulai hidup sangat sederhana. Sehari-hari ia berdoa berjam-jam dan menjalani matiraga keras. Kekayaannya dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin; jumlah pelayanannya diperkecil, dan banyak dana disisihkannya untuk memberikan beasiswa.

Ia dikenal sebagai salah seorang pemeran utama Konsili Trente, bahkan keberhasilan Konsili itu merupakan hasil jerih payahnya. Ia berusaha keras meneruskan Konsili Trente dan mendesak agar keputusan-keputusan Konsili itu dilaksanakan. Dalam hubungan itu ia meminta Paus agar ia dibebaskan dari tugasnya di Kuria Roma untuk membaharui keuskupannya, keuskupan Milano. Meskipun masih muda belia, Karolus sangat menyadari kebutuhan umatnya jaman itu. Di masa itu hidup keagamaan amat Parah: banyak anak tidak mengenal Tuhan, bahkan membuat tanda salib saja pun tidak bisa; gereja-gereja sepi dari kunjungan umat, bahkan ada gereja yang diubah menjadi toko atau bangsal pesta. Para imam tidak bisa berkotbah karena tak terdidik baik dalam hal pewartaan iman.

Karolus mengambil bagian di dalam sidang-sidang terakhir Konsili Trente, yang membahas pembaharuan Gereja. Lalu ia mulai bekerja sekuat tenaga untuk membaharui keuskupannya. Mula-mula ia menegaskan agar staf keuskupan menghayati suatu corak hidup yang lebih mencerminkan status mereka sebagai rohaniwan. Ia sendiri memberi teladan serta bersemangat doa, rajin mengaku dosa, berpuasa dan hidup sederhana. Berulang kali ia mengunjungi paroki-paroki, menyelenggarakan rapat dengan para pastor, mengajar agama dan berkhotbah.

Pada tahap awal, usahanya hampir kandas karena ia tidak bisa berbicara dengan lancar. Tetapi ia pantang menyerah dan senantiasa berbicara dengan penuh keyakinan. Untuk memberantas kebutaan anakanak dalam hal keagamaan, ia mendirikan 'sekolah-sekolah minggu'. Ia membuka seminari-seminari keuskupan untuk menggembleng para calon imam yang tangguh. Itulah seminari model pertama. Dengan usaha usahanya itu, ia berhasil menyalakan api semangat Kristiani dalam hati umatnya dan membuat Kristus dicintai lagi.

Pengaruhnya tidak terbatas di dalam wilayahnya sendiri. Terbukti pada tahun 1576, ketika Milano terserang wabah sampar yang ganas, tempat tinggalnya dijadikan sebagai rumah sakit. Ia sendiri melayani sebagai perawat dan pembimbing rohani para pasien. Selain itu, ia masih juga menangani tugas-tugas berat lainnya: ia banyak mengadakan kunjungan-kunjungan ke wilayah-wilayah yang lain seperti Italia, Switzerland dan lain-lain dalam usaha mengatasi kerisauan di dalam tubuh Gereja akibat Reformasi Protestan dan timbulnya bidaah-bidaah. Ia berusaha memekarkan kembali kehidupan menggereja di daerah-daerah yang telah lemah semangat imannya. Namun ada saja orang yang menentang kebijaksanaannya. Beberapa biarawan yang tidak mau ditertibkan berusaha melawan melalui pembunuh bayaran. Untunglah ia selamat. Ia disukai umat dan dianggap sebagai penyelamat kota Milano. Pemerintah sendiri, yang seharusnya merasa beruntung dan oleh sebab itu harus berterimakasih kepada Karolus, kurang menyukainya, malahan memfitnahnya. Untunglah ia dilindungi oleh Paus. Memang berbuat baik amat banyak cobaan dan rintangannya. Dunia sepertinya iri hati atas semua keberhasilannya. Namun iman dan ketabahannya tetap membuat Karolus berdiri tegak dalam prinsipnya. Pekerjaan berat ditambah penderitaan-penderitaan tersebut merongrong kesehatannya. Ia wafat di Milano pada tanggal 3 Nopember 1584.