‹ Semua renungan

Kamis, 1 November 2029

Putih karena Dicuci

Mencuci baju putih itu pekerjaan paling menegangkan di rumah. Kena kunyit sedikit, kelihatan. Kecipratan lumpur di jalan, kelihatan. Ibu-ibu tahu betul: putih itu mahal perawatannya. Maka banyak orang memilih warna gelap. Aman. Noda bisa bersembunyi di sana.

Hari ini Kitab Wahyu memperlihatkan kerumunan besar yang tidak dapat terhitung, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, semuanya berjubah putih. Lalu diberikan keterangan yang mengejutkan: jubah itu putih justru karena dicuci dalam darah Anak Domba. Aneh. Sejak kapan darah memutihkan? Justru di situ rahasianya. Putihnya para kudus bukan hasil deterjen usaha sendiri. Itu hasil penebusan. Mereka bukan orang yang tidak pernah kena noda. Mereka orang yang keluar dari kesusahan besar, dan membiarkan dirinya dicuci.

Kata santo berasal dari bahasa Latin sanctus, artinya dikuduskan, dipisahkan bagi Allah. Perhatikan bentuk pasifnya. Dikuduskan. Bukan mengkuduskan diri sendiri.

Karena itu hari raya ini bukan hanya milik nama-nama besar di kalender liturgi. Kerumunan itu tidak terhitung. Di dalamnya ada nenek yang setia menggenggam rosario sampai tertidur. Ada guru desa yang menolak amplop sogokan. Ada ibu yang diam-diam memaafkan suaminya bertahun-tahun. Surat Yohanes menyebut mereka, dan juga kita: anak-anak Allah. Sekarang sudah, kelak lebih lagi, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Injil menutupnya dengan Sabda Bahagia. Itu bukan daftar syarat masuk surga. Itu potret wajah para kudus: miskin di hadapan Allah, berdukacita, lemah lembut, murah hati, membawa damai, berani dianiaya demi kebenaran. Pernahkah kita mengenal orang seperti itu? Hampir pasti pernah. Mungkin ia tidak pernah digelari santo atau santa. Tapi jubahnya sedang dicuci, pelan-pelan, hari demi hari.

Hari ini, beranikah kita percaya bahwa kekudusan juga disediakan bagi kita, bukan hanya bagi mereka?

Tuhan, aku sering memilih warna gelap supaya nodaku tersembunyi. Cucilah aku dalam kasih-Mu, dan jadikan aku bagian dari kerumunan-Mu yang tak terhitung itu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →