Kamis, 1 November 2029

Hari Raya Semua Orang Kudus

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Wahyu 7:2-4,9-14

Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Mazmur Tanggapan Mazmur 24:1-6

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela

Bacaan Kedua 1 Yohanes 3:1-3

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Bacaan Injil Matius 5:1-12a

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Renungan

Putih karena Dicuci

Mencuci baju putih itu pekerjaan paling menegangkan di rumah. Kena kunyit sedikit, kelihatan. Kecipratan lumpur di jalan, kelihatan. Ibu-ibu tahu betul: putih itu mahal perawatannya. Maka banyak orang memilih warna gelap. Aman. Noda bisa bersembunyi di sana.

Hari ini Kitab Wahyu memperlihatkan kerumunan besar yang tidak dapat terhitung, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, semuanya berjubah putih. Lalu diberikan keterangan yang mengejutkan: jubah itu putih justru karena dicuci dalam darah Anak Domba. Aneh. Sejak kapan darah memutihkan? Justru di situ rahasianya. Putihnya para kudus bukan hasil deterjen usaha sendiri. Itu hasil penebusan. Mereka bukan orang yang tidak pernah kena noda. Mereka orang yang keluar dari kesusahan besar, dan membiarkan dirinya dicuci.

Kata santo berasal dari bahasa Latin sanctus, artinya dikuduskan, dipisahkan bagi Allah. Perhatikan bentuk pasifnya. Dikuduskan. Bukan mengkuduskan diri sendiri.

Karena itu hari raya ini bukan hanya milik nama-nama besar di kalender liturgi. Kerumunan itu tidak terhitung. Di dalamnya ada nenek yang setia menggenggam rosario sampai tertidur. Ada guru desa yang menolak amplop sogokan. Ada ibu yang diam-diam memaafkan suaminya bertahun-tahun. Surat Yohanes menyebut mereka, dan juga kita: anak-anak Allah. Sekarang sudah, kelak lebih lagi, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Injil menutupnya dengan Sabda Bahagia. Itu bukan daftar syarat masuk surga. Itu potret wajah para kudus: miskin di hadapan Allah, berdukacita, lemah lembut, murah hati, membawa damai, berani dianiaya demi kebenaran. Pernahkah kita mengenal orang seperti itu? Hampir pasti pernah. Mungkin ia tidak pernah digelari santo atau santa. Tapi jubahnya sedang dicuci, pelan-pelan, hari demi hari.

Hari ini, beranikah kita percaya bahwa kekudusan juga disediakan bagi kita, bukan hanya bagi mereka?

Tuhan, aku sering memilih warna gelap supaya nodaku tersembunyi. Cucilah aku dalam kasih-Mu, dan jadikan aku bagian dari kerumunan-Mu yang tak terhitung itu. Amin.

Invitatorium

KAMIS II PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Kamis dalam Pekan Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Jadilah Engkau penglihatanku, siang dan malam,
Terangilah aku selalu, Roh-Mu tinggal.
Engkau, Bapa abadi, yang agung dan yang terakhir,
Penguasa yang bijak dan benar atas segala yang akan berlalu.

Jadilah Engkau kebijaksanaanku, tongkat dan penopangku,
Bersinarlah menembus kegelapan, berikan terang bagi jalanku!
Jadilah Engkau sumber sejati dari segala yang kunikmati,
Agar kesenangan duniawi tak lagi mengganggu.

Jadilah Engkau pelindungku, pedangku dalam pertempuran,
Jadilah Engkau martabatku, Engkau kegembiraanku,
Engkau perlindungan jiwaku, dan Engkau menara tinggiku,
Akankah Engkau mengangkatku ke surga, ya kuasa dari kuasaku.

Kekayaan tak kuhiraukan, atau pujian kosong manusia,
Engkau warisanku, sekarang dan selalu,
Engkau dan hanya Engkau, tetap yang pertama di hatiku,
Raja surga yang agung, Engkau hartaku.

Raja surga yang agung, kemenanganku telah diraih,
Semoga aku mencapai sukacita surga, ya matahari surga yang cerah!
Hati dari hatiku sendiri, apa pun yang terjadi,
Tetaplah Engkau penglihatanku, ya penguasa segalanya.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.

Mazmur 18

Nyanyian syukur

Jika Allah di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita? (Roma 8:31).

IV
Adapun Allah, jalan-Nya sempurna;
firman Tuhan, emas murni.
Sesungguhnya Dia adalah perisai
bagi semua yang menjadikan Dia tempat perlindungan.

Sebab siapa Allah selain Tuhan?
Siapa gunung batu selain Allah kita?
Allah yang mengikat pinggangku dengan kekuatan
dan membuat jalanku aman di hadapanku.

Kakiku Kaujadikan cepat seperti rusa;
Kaujadikan aku berdiri teguh di tempat tinggi.
Tangan-Ku Kaulatih untuk berperang
dan lenganku untuk membengkokkan busur yang berat.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.

Ant. 2 Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.

V
Kau berikan kepadaku perisai keselamatan-Mu;
Kau menopang aku, Kau melatih aku dengan cermat.
Kau berikan kepadaku kebebasan melangkah;
kakiku tidak pernah tergelincir.

Aku mengejar dan menyusul musuh-musuhku,
tidak berbalik sampai mereka terbunuh.
Aku memukul mereka sehingga mereka tidak dapat bangkit;
mereka jatuh di bawah kakiku.

Kau mengikat pinggangku dengan kekuatan untuk berperang;
Kau membuat musuh-musuhku jatuh di bawahku,
Kau membuat musuh-musuhku melarikan diri;
mereka yang membenci aku, aku hancurkan.

Mereka berseru, tetapi tidak ada yang menyelamatkan mereka;
mereka berseru kepada Tuhan, tetapi sia-sia.
Aku menghancurkan mereka halus seperti debu di hadapan angin;
menginjak-injak mereka seperti kotoran di jalanan.

Kau menyelamatkan aku dari perselisihan umat
dan menempatkan aku di kepala bangsa-bangsa.
Orang-orang yang tidak kukenal melayani aku:
ketika mereka mendengar tentang aku, mereka menaati aku.

Bangsa-bangsa asing datang kepadaku dengan merendahkan diri:
bangsa-bangsa asing lenyap.
Mereka datang gemetar dari benteng-benteng mereka.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.

Ant. 3 Semoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.

VI
Panjang umur Tuhan, gunung batuku!
Terpujilah Allah yang menyelamatkan aku,
Allah yang memberikan kepadaku pembalasan
dan menaklukkan bangsa-bangsa di bawahku.

Kau menyelamatkan aku dari musuh-musuhku yang marah.
Kau menempatkan aku di atas para penyerangku.
Kau menyelamatkan aku dari orang-orang yang kejam,
maka aku akan memuji Engkau, Tuhan, di antara bangsa-bangsa:
Aku akan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.

Dia telah memberikan kemenangan besar kepada raja-Nya
dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang yang diurapi-Nya,
kepada Daud dan keturunannya untuk selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, kekuatan dan keselamatan kami, nyalakanlah dalam diri kami api kasih-Mu dan jadikanlah kasih kami kepada-Mu bertumbuh menjadi kasih yang sempurna yang menjangkau sesama kami.

Ant. Semoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Bukalah mataku, Tuhan, agar aku dapat melihat.

Keajaiban hukum-Mu.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Ester

5:1-5; 7:1-10

Raja dan Haman makan bersama Ester. Haman digantung

Kemudian raja berkata kepadanya, “Ada apa, Ratu Ester? Apa permintaanmu? Sekalipun itu setengah dari kerajaanku, akan dikabulkan bagimu.” “Jika berkenan kepada Tuanku,” jawab Ester, “datanglah hari ini bersama Haman ke perjamuan yang telah kusiapkan.” Dan raja memerintahkan, “Suruhlah Haman bersegera memenuhi keinginan Ester.”
Maka raja dan Haman pergi ke perjamuan bersama Ratu Ester. Lagi, pada hari kedua ini, saat minum anggur, raja berkata kepada Ester, “Apa pun yang kau minta, Ratu Ester, akan dikabulkan bagimu. Permintaan apa pun yang kau ajukan akan dihormati, bahkan setengah dari kerajaan.” Ratu Ester menjawab: “Jika aku telah mendapat perkenan di hadapan Tuanku, ya raja, dan jika berkenan kepada Tuanku, aku mohon agar nyawaku diselamatkan, dan aku memohon agar Tuanku menyelamatkan nyawa bangsaku. Sebab bangsaku dan aku telah diserahkan untuk dimusnahkan, dibantai, dan dimusnahkan. Jika kami dijual sebagai budak, aku akan tetap diam, tetapi karena ini, musuh tidak akan dapat mengganti kerugian yang ditimbulkan kepada raja.”
“Siapa dan di mana,” kata Raja Ahasyweros kepada Ratu Ester, “orang yang berani melakukan ini?” Ester menjawab, “Musuh yang menindas kami adalah Haman yang jahat ini.” Mendengar ini, Haman diliputi ketakutan akan raja dan ratu.
Raja meninggalkan perjamuan dengan marah dan pergi ke taman istana, tetapi Haman tetap tinggal untuk memohon nyawanya kepada Ratu Ester, karena ia melihat bahwa raja telah memutuskan nasibnya. Ketika raja kembali dari taman istana ke ruang perjamuan, Haman telah menjatuhkan diri di atas dipan tempat Ester berbaring; dan raja berseru, “Apakah ia juga akan memperkosa ratu sementara ia bersamaku di rumahku sendiri!” Hampir saja raja berbicara, ketika wajah Haman ditutupi.
Harbona, salah seorang sida-sida yang melayani raja, berkata, “Di rumah Haman berdiri tiang gantungan setinggi lima puluh hasta, Haman menyiapkannya untuk Mordekhai, yang memberikan laporan yang menguntungkan raja.” Raja menjawab, “Gantunglah dia di situ.” Maka mereka menggantung Haman di tiang gantungan yang telah disiapkannya untuk Mordekhai, dan kemarahan raja mereda.

RESPONSORIUM Lihat Ester 10:9; Yesaya 48:20

Israel berseru kepada Tuhan,

dan Tuhan menyelamatkan umat-Nya.

Dia membebaskannya dari segala kejahatan
dan melakukan mukjizat besar di antara bangsa-bangsa.
Maklumkanlah ini dengan sorak-sorai:

Tuhan telah menebus hamba-Nya Yakub.

Dia membebaskannya dari segala kejahatan
dan melakukan mukjizat besar di antara bangsa-bangsa.
Bacaan Kedua

Dari surat Santo Agustinus, uskup, kepada Proba

Kita tidak tahu apa yang patut kita doakan
Engkau mungkin masih ingin bertanya mengapa Rasul berkata: Kita tidak tahu apa yang patut kita doakan, karena, tentu saja, kita tidak dapat percaya bahwa ia atau orang-orang yang kepadanya ia menulis tidak mengetahui Doa Bapa Kami.
Ia menunjukkan bahwa ia sendiri berbagi ketidakpastian ini. Apakah ia tahu apa yang patut didoakan ketika ia diberi duri dalam daging, malaikat Setan untuk menyakitinya, agar ia tidak menjadi sombong oleh kebesaran apa yang diwahyukan kepadanya? Tiga kali ia meminta Tuhan untuk mengambilnya darinya, yang menunjukkan bahwa ia tidak tahu apa yang harus ia minta dalam doa. Akhirnya, ia mendengar jawaban Tuhan, menjelaskan mengapa doa orang yang begitu besar tidak dikabulkan, dan mengapa tidak pantas untuk dikabulkan: Rahmat-Ku cukup bagimu, karena kuasa bersinar lebih sempurna dalam kelemahan.
Dalam jenis penderitaan, maka, yang dapat membawa kebaikan atau keburukan, kita tidak tahu apa yang patut didoakan; namun, karena itu sulit, menyusahkan, dan bertentangan dengan keinginan kita, lemah seperti kita, kita melakukan apa yang akan dilakukan setiap manusia, kita berdoa agar itu diambil dari kita. Namun, kita berutang setidaknya sebanyak ini dalam tugas kita kepada Allah: jika Ia tidak mengambilnya, kita tidak boleh membayangkan bahwa kita dilupakan oleh-Nya, tetapi karena ketahanan kita yang penuh kasih terhadap kejahatan, harus menantikan berkat yang lebih besar sebagai gantinya. Dengan cara ini, kuasa bersinar lebih sempurna dalam kelemahan. Kata-kata ini ditulis untuk mencegah kita memiliki pendapat yang terlalu tinggi tentang diri kita sendiri jika doa kita dikabulkan, ketika kita tidak sabar dalam meminta sesuatu yang lebih baik tidak diterima; dan untuk mencegah kita menjadi putus asa, dan tidak percaya akan belas kasihan Allah kepada kita, jika doa kita tidak dikabulkan, ketika kita meminta sesuatu yang akan membawa kita penderitaan yang lebih besar, atau sepenuhnya menghancurkan kita melalui pengaruh korup kemakmuran. Dalam kasus-kasus ini kita tidak tahu apa yang patut diminta dalam doa.
Oleh karena itu, jika sesuatu terjadi yang tidak kita doakan, kita tidak boleh ragu sama sekali bahwa apa yang Allah inginkan lebih bermanfaat daripada apa yang kita inginkan sendiri. Mediator agung kita memberi kita contoh ini. Setelah Ia berkata: Bapa, jika mungkin, biarlah cawan ini diambil dari-Ku, Ia segera menambahkan, Namun bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu, Bapa, sehingga mengubah kehendak manusia yang adalah milik-Nya melalui pengambilan sifat manusia. Sebagai akibatnya, dan memang demikian, melalui ketaatan satu orang banyak orang dibenarkan.

RESPONSORIUM Matius 7:7, 8; Mazmur 145:18

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu.

Sebab setiap orang yang meminta akan menerima,
setiap orang yang mencari akan menemukan,
setiap orang yang mengetuk, pintu akan dibukakan baginya.
Tuhan dekat kepada semua orang yang berseru kepada-Nya dengan tulus.

Sebab setiap orang yang meminta akan menerima,
setiap orang yang mencari akan menemukan,
setiap orang yang mengetuk, pintu akan dibukakan baginya.

DOA PENUTUP

Ya Allah yang mahakuasa dan kekal,

anugerahkanlah agar kami senantiasa
menyesuaikan kehendak kami dengan kehendak-Mu
dan melayani keagungan-Mu dengan ketulusan hati.
Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

RABU II PAGI

Pembukaan

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Madah

Mari kami putra terang

Tampil maju dan berjuang

Diresapi s’mangat Kristus

Jadi abdi dengan tulus.
Jangan lupa mohon Tuhan

Agar kami diarahkan

Pada tujuan sejati

Setia sepanjang hari.
Allah cahaya sejati

Sinarilah hati kami

Agar mampu memantulkan

Kristus terang kehidupan.
Terpujilah Allah Bapa

Terpujilah Allah Putra

Bersama Roh -Kudus pula

Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?

Mazmur 76 (77)

Aku berseru kepada Allah dengan suara lantang,*

aku berteriak, dan Ia mendengarkan daku.
Pada hari kesesakanku aku mencari Tuhan,+

malam hari kutadahkan tanganku tiada hentinya,*

dan tiada hiburan bagiku.
Apabila aku ingat akan Allah, aku mengaduh,*

apabila termenung, makin lemah lesu semangatku.
Mataku tiada terpejamkan,*

aku gelisah, hingga tidak dapat berbicara.
Kupikirkan zaman yang lampau,*

tahun yang silam kukenang.
Malam hari aku merenung-renung dalam hati,*

dan selalu menimbang-nimbang dalam batinku.
“Untuk selamanyakah Tuhanku menolak,*

dan tiada lagi bermurah hati?
Sudah habiskah kasih setia-Nya selama-lamanya,*

sudah batalkah janji-Nya yang turun-temurun?
Sudah lupakah Allah menaruh belaskasihan,*

ataukah Ia menutup kerahiman-Nya dengan kemurkaan?”
Sungguh inilah yang menikam hatiku,*

bahwa Allah merubah sikap-Nya.
Namun aku tetap mengingat karya Tuhan,*

karya yang mengagumkan pada masa yang silam.
Segala karya-Mu akan kurenungkan,*

akan kukenangkan segala perbuatan-Mu.
Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu,*

dewa manakah seagung Allah kami?
Engkaulah Allah yang melakukan karya-karya agung,*

Engkau menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.
Dengan tangan kuat Kautebus umat-Mu,*

keturunan Yakub dan Yusuf.
Air laut melihat Engkau, ya Allah,+

melihat Engkau, lalu gemetar,*

bahkan samudera raya bermendapatar ketakutan.
Awan-awan mencurahkan air hujan,+

awan meledakkan guntur gemuruh,*

halilintar sambar-menyambar.
Deru guntur-Mu sabung-menyabung,+

kilapan kilat menyinari jagat,*

bumi gemetar dan berguncang.
Jalan-Mu melalui laut, melalui air yang luas,*

rahasia karya-Mu tak terselami.
Demikian umat-Mu Kaubimbing seperti kawanan domba,*

dengan perantaraan -Musa dan Harun.

Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?

Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

1Sam 2,1-10
Hatiku bersukaria karena Tuhan,*

aku bermegah-megah karena Allahku.
Mulutku mengejek musuh,*

karena aku gembira atas pertolongan-Mu.
Tak ada orang sekudus Tuhan,*

tak ada wadas sekokoh Allah kami.
Jangan lagi berbicara dengan angkuh,*

membualkan kata yang congkak-congkak.
Tuhan Allah yang mahatahu,*

bukankah Dia yang menguji tingkah laku manusia!
Sudah patahlah busur para perkasa,*

dan orang lemah dipersenjatai kekuatan.
Orang yang kenyang harus mencari nafkah,*

orang kelaparan mengaso dari kerjanya.
Orang mandul melahirkan tujuh kali,*

tetapi ibu yang beranak banyak menjadi layu.
Tuhan berkuasa atas mati dan hidup,*

menurunkan ke alam maut dan menaikkan dari sana.
Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,*

Ia merendahkan dan meninggikan.
Ia menegakkan dari debu orang yang hina,*

mengangkat dari persampahan orang miskin.
Tuhan mendudukkan dia di antara para bangsawan,*

dan memberinya tempat kehormatan.
Sebab Tuhanlah yang memiliki alas bumi,*

Ia menaruh daratan di atasnya.
Ia melindungi langkah laku orang yang dikasihi-Nya,+

dan membinasakan orang berdosa dalam kegelapan,*

sebab orang tidak menjadi perkasa dengan kekuatannya sendiri.
Tuhan menggentarkan para lawan-Nya,+

Yang mahatinggi mengguntur di cakerawala,*

Tuhan mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya.
Tuhan memberikan kekuasaan kepada rajanya,*

dan menguatkan orang yang diurapi-Nya.

Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Mazmur 96 (97)

Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai,*

dan pulau-pulau bersukacita.
Awan kelam menyelubungi Tuhan,*

keadilan dan hukum tumpuan takhta-Nya.
Api menjalar di hadapan Tuhan,*

menghanguskan para lawan di sekamir-Nya.
Halilintar menyinari jagat,*

bumi melihatnya dan gemetar.
Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan,*

di hadapan Tuhan semesta alam.
Langit mewartakan keadilan Tuhan,*

dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Dipermalukanlah orang yang menyembah berhala,+

yang bermegah atas arca yang tak berdaya,*

hendaknya segala dewa sujud menyembah Tuhan.
Sion mendengarnya dan bersukacita,+

kota-kota Yehuda bersorak-sorai,*

karena keputusan-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkaulah, ya Tuhan, mahatinggi di atas seluruh bumi,*

Engkau mahaagung di atas segala dewata.
Hai orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan,+

sebab Tuhan memelihara orang yang mengasihi-Nya,*

dan melepaskan mereka dari cengkeraman orang jahat.
Terang terbit bagi orang benar,*

sukacita bagi orang yang tulus hati.
Bergembiralah dalam Tuhan, hai orang benar,*

muliakan nama-Nya yang kudus.

Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Bacaan Singkat (Rom 8,35.37)
Apakah yang dapat memisahkan kami dari cinta Kristus? Sengsara? Penindasan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang? Dalam segalanya kami akan menang dengan jaya karena kekuasaan Krtistus yang mencintai kami.
Lagu Singkat
P: Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu.

U: Aku.

P: Madah pujian tetap bergema pada bibirku.

U: Setiap waktu.

P: Kemuliaan.

U: Aku.

Ant.Kidung: Hendaklah kami mengabdi Tuhan seumur hidup.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Hendaklah kami mengabdi Tuhan seumur hidup.

Doa Permohonan

Terpujilah Allah, penyelamat kami, sebab Ia telah berjanji akan menyertai Gereja-Nya setiap saat sampai akhir dunia. Marilah kami bersyukur kepada-Nya dan berkata:

U: Tinggallah beserta kami, ya Tuhan.

P: Ya Tuhan, tinggallah sepanjang hari beserta kami,* dan matahari rahmat-Mu yang menyinari kami jangan sampai terbenam.

P: Kepada-Mu kami baktikan hari ini sebagai kurban pujian,* dan kami berjanji tidak akan melakukan atau membenarkan kejahatan.

P: Ya tuhan, semoga seluruh hari ini mendatangkan kurnia cahaya-Mu,* supaya kami menjadi terang dunia dan garam masyarakat.

P: Semoga cinta kasih Roh kudus-Mu membimbing hati dan bibir kami,* agar kami tetap berlaku baik dan memuji Engkau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, sinarilah kiranya hati kami dengan terang cahaya-Mu. Semoga kami tetap mengikuti jalan perintah-Mu, dan tak pernah menyimpang dari padanya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU II SIANG

Madah

Marilah kami bernyanyi

Bagi penebus Illahi

Dengan iman dan harapan

Penuh cinta yang bertahan.
Sambil mohon dibebaskan

Dari tipu daya lawan

Agar selalu setia

Dalam mengabdi sesama.
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.

Mazmur 118 (119),57-64

Ya Tuhan, berpegang pada firman-Mu,*

itulah kekayaan hatiku.
Aku memohon belaskasihan-Mu dengan segenap hati,*

kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.
Aku memperhatikan segala jalan hidupku,*

dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.
Aku bergegas dan tidak berlambat,*

untuk memenuhi perintah-Mu.
Sekalipun aku terjerat oleh orang berdosa,*

tetapi hukum-Mu tidak pernah kulupakan.
Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu,*

karena hukum-hukum-Mu yang adil.
Aku bersahabat dengan semua orang yang takwa,*

dengan orang yang menepati perintah-Mu.
Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan,*

ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.

Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.

Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 – I
Ya Allah, dengarkanlah doaku,*

jangan menyembunyikan diri terhadap permohonanku.
Perhatikanlah dan kabulkanlah doaku,*

aku mengembara dan menangis.
Aku cemas karena teriakan musuh,*

karena aniaya orang berdosa.
Sebab mereka menimpakan celaka kepadaku,*

dan dengan geramnya memusuhi aku.
Hatiku gelisah di dalam dadaku,*

kengerian maut mendatangi aku.
Aku ketakutan dan gemetar,*

perasaan seram meliputi aku.
Kataku: “Siapa kiranya memberi aku sayap seperti merpati,*

supaya aku terbang dan mencari tempat yang tenang.
Aku ingin lari jauh-jauh,*

dan tinggal di padang gurun.
Aku akan mencari tempat perlindungan,*

terhadap angin ribut dan badai”.
Cerai-beraikanlah musuh, ya Tuhan, kacaukanlah bahasa mereka,*

sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan di kota.
Siang malam mereka mengelilingi kota di atas temboknya,*

di dalam kota ada kelaliman dan bencana.
Kebinasaan merajalela dalam kota,*

lapangannya penuh penindasan dan tipu daya.

Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 – II
Andaikata seorang musuh yang mencela aku,*

masih dapat kuterima.
Andaikata seorang lawan yang menentang aku,*

aku masih dapat menyembunyikan diri.
Tetapi engkau, orang yang akrab dengan daku,*

sahabat dan orang kepercayaanku;
dengan dikau aku bergaul dengan mesra,*

bersama engkau aku masuk bait Allah di tengah-tengah orang banyak.
Aku tetap berseru kepada Allah,*

Tuhan akan menyelamatkan daku.
Waktu malam, pagi dan siang aku menangis dengan cemas,*

dan Tuhan mendengarkan jeritanku.
Ia menyelamatkan daku dari serangan musuh,*

sebab banyaklah mereka yang melawan daku.
Allah mendengarkan doaku dan merendahkan mereka,*

Dialah hakim sejak sediakala.
Sebab mereka tak dapat diperbaiki,*

dan tidak mau takut akan Allah.
Orang mengepalkan tangannya melawan sahabat,*

dan melanggar perjanjiannya.
Mulutnya licin melebihi mentega,*

tetapi hatinya merancangkan perang.
Kata-katanya lembut melebihi minyak,*

tetapi sebenarnya bagaikan pedang terhunus.
Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, maka Ia melindungi engkau,*

orang benar tidak dibiarkan-Nya goyah.
Tetapi orang-orang jahat,*

Kaujerumuskan ke alam maut, ya Allah.
Para penumpah darah dan penipu,+

takkan mencapai setengah umur hidupnya,*

tetapi aku ini percaya kepada-Mu, ya Tuhan.

Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Bacaan singkat (Ul 1,16-17a)

Aku memerintahkan kepada para hakim: Dengarkanlah perkara-perkara rakyat dan berilah keputusan yang adil, baik kepada saudara maupun kepada orang asing. Jangan memihak dalam mengambil keputusan. Baik orang kecil maupun orang besar harus Engkau dengarkan tanpa memandang muka. Sebab Engkau mengadili atas nama Allah.
P: Tuhan adil, Ia mengasihi keadilan.

U: Ia memandang orang benar.

Doa Penutup

Allah yang Maha Kuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini. Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hati-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

RABU II SORE

Madah

Pada waktu senja ini

Malam mulai mendekat

Kami menyerahkan diri

Penuh pasrah dan hormat

Kepada-Mu Bapa kami

Sumber segala rahmat.
Kami bersyukur pada-Mu

Atas kurnia hari

Yang kini akan berlalu

Dan atas kasih suci

Yang Kaucurahkan selalu

Ke dalam hati kami.
Semoga kami semua

Yang khidmat menghadap-Mu

Siap menanggapi cinta

Dengan tiada ragu

Membaktikan jiwa raga

Demi kerajaan-Mu.
Terpujilah Allah Bapa

Tuhan Maha Kuasa

Terpujilah Yesus Kristus

Yang menjadi penebus

Terpujilah Roh Illahi

Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.

Mazmur 61 (62)

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*

sebab dari pada-Nyalah keselamatanku.
Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*

Dialah penyokongku, aku takkan goyah.
Berapa lamakah Engkau masih menyerbu manusia lemah,*

bersama-sama mencoba meruntuhkannya!
Seperti menyerang dinding yang miring,*

menggempur tembok yang mau roboh!
Rencana mereka tipuan belaka,*

mereka suka akan dusta.
Dengan mulut, mereka memberkati,*

tetapi dalam hati, mereka mengutuki.
Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*

dan pada-Nyalah segala harapanku.
Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*

Dialah penyokongku, aku takkan goyah.
Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku,*

Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.
Percayalah kepada-Nya selalu, hai umatku,+

curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya,*

Dialah perlindungan kami.
Hanya angin belaka, anak-anak Adam,*

kehampaan semata, anak-anak manusia.
Bila ditimbang, neraca terjungkit ke atas,*

berat mereka bersama lebih ringan dari pada angin.
Jangan menaruh harapan pada pemerasan,*

jangan menggantungkan diri pada perampasan.
Apabila harta milikmu bertambah,*

janganlah hatimu melekat kepadanya.
Tuhanlah sumber kekuatan dan kasih setia,*

Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.

Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.

Mazmur 66 (67)

Semoga Allah mengasihani dan memberkati kami,*

semoga wajah-Nya berseri-seri kepada kami.
Ya Allah, semoga karya-Mu dikenal di bumi,*

dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*

hendaknya memuji Engkau segala bangsa.
Hendaknya segala bangsa bersorak gembira,+

sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,*

dan menuntun segala bangsa di bumi.
Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*

hendaknya memuji Engkau segala bangsa.
Tanah telah memberi hasilnya,*

sebab Tuhan, Allah kami, telah memberkati kami.
Semoga Allah tetap memberkati kami,*

semoga seluruh bumi menjadi takwa.

Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20
Marilah kami dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+

yang membuat kami layak mendapat bagian,*

dalam warisan gemilang para kudus.
Ia telah merebut kami dari kuasa kegelapan,*

dan memindahkan kami ke dalam kerajaan Putera-Nya yang terkasih.
Dalam Kristus, kami mendapat penebusan,*

yaitu pengampunan dosa.
Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*

Dialah yang pertama dari segala ciptaan.
Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*

baik di angkasa maupun di bumi;
Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*

singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.
Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia,+

Ia mendahului segala sesuatu,*

dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+

Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*

supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.
Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhan-Nya diam dalam Kristus,+

dan dengan perantaraan Kristus,*

Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.
Baik yang di bumi maupun di angkasa,*

segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Ptr 5,5b-7)
Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi yang rendah hati. Karena rendahkanlah dirimu di bawah tangan Allah yang kuat, supaya Engkau ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kecemasanmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara Engkau.
Lagu Singkat
P: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata.

U: Peliharalah.

P: Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu.

U: Seperti biji mata.

P: Kemuliaan.

U: Peliharalah.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tangan-Mu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Maha Kuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tangan-Mu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Saudara-saudara tercinta, marilah kami bergembira dalam Tuhan, sebab Ia berkenan melimpahi umat-Nya dengan anugerah dan kurnia. Maka hendaklah kami penuh semangat berkata:

U: Lipat gandakanlah rahmat dan damai, ya Tuhan.

P: Allah kekal, bagi-Mu seribu tahun sama dengan satu hari,* insafkanlah kami bahwa kehidupan ini seperti bunga yang berkembang di waktu pagi dan layu di waktu petang.

P: Kurniakanlah roti surgawi kepada umat-Mu, agar kami jangan lapar,* dan air hidup, supaya kami takkan haus lagi.

P: Semoga orang-orang beriman mencari dan memikirkan perkara surgawi,* dan memuliakan Dikau baik di waktu kerja maupun di waktu senggang.

P: Berilah kiranya musim yang baik, ya Tuhan,* supaya hasil tanah kami melimpah.

P: Izinkanlah orang-orang mati memandang wajahMyu,* dan anugerahilah kami juga kebahagiaan untuk memandang Engkau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Kuduslah nama-Mu, ya Tuhan, dan kasih sayang-Mu turun-temurun. Kabulkanlah kiranya doa kami dan sambutlah kami umat-Mu, supaya kami tetap mengagungkan Dikau dengan madah pujian. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - KAMIS

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat (1Tes 5,23)

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Hari Raya Semua Orang Kudus

Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen. Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, yaitu tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi sebuah gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para Rasul. Dahulu di Roma hari raya ini biasanya dirayakan pada hari minggu sesudah Pentekosta. Lama kelamaan pesta ini menjadi populer untuk menghormati para Kudus, baik mereka yang sudah diakui resmi oleh Gereja maupun mereka yang belum dan yang tidak diketahui.

Pesta hari ini dirayakan untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat-jemaat perdana disebut "Persekutuan para Kudus", yakni persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah. Secara khusus pada hari raya ini kita memperingati rombongan besar orang yang berdiri di hadapan takhta Allah, karena mereka telah memelihara imannya dengan baik sampai pada akhir pertandingan di dunia ini, sehingga memperoleh ganjaran yang besar di surga.

Di antara mereka yang berbahagia itu teristimewa tampil para Santo-santa, Beato-beata sebagai perintis jalan dan penuntun bagi kita. Para kudus yang berbahagia di surga itu bersama Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, mendoakan kita agar tekun dalam perjuangan dan tabah dalam penderitaan. Bersama mereka kita nantikan kebangkitan badan. Dan bila Kristus menyatakan diri dalam kemuliaan, kita akan menjadi serupa dengan Dia. Pada saat itulah terjalin kesatuan kita yang sempurna dengan Kristus dan dengan semua saudara kita. Para kudus itu berbahagia karena mereka telah mengikuti Kristus.

Kebahagiaan dan kemuliaan mereka tak bisa kita lukiskan dengan kata-kata manusiawi. Sehubungan dengan itu Santo Paulus berkata: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1Kor 2:9) Ganjaran yang diterimanya dari Kristus adalah turut serta di dalam Perjamuan Perkawinan Anak Domba Allah. Air mata mereka telah dihapus sendiri oleh Yesus. Tentang itu Yohanes menulis: "Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan perkawinan Anak Domba." (Why 19:9) "Dan Dia akan menghapus segala air mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau berdukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Oleh sebab itu "Kita, mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan kepada kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Hibr 12:1-2).