‹ Semua renungan

Kamis, 18 Oktober 2029

Yang Tinggal Ketika Semua Pergi

Ruang tunggu rumah sakit punya cara sendiri menyaring teman. Ketika sakit baru sepekan, penjenguk datang bergelombang. Ketika sakit berbulan-bulan, satu per satu menghilang. Yang akhirnya tersisa biasanya cuma satu dua orang. Justru merekalah yang paling berharga.

Surat Paulus kepada Timotius hari ini terdengar seperti keluhan dari ruang tunggu itu. Demas pergi karena mencintai dunia. Kreskes ke Galatia, Titus ke Dalmatia. Pada pembelaan pertama tidak seorang pun membantu. Lalu satu kalimat pendek yang membuat kita merayakan hari ini: "Hanya Lukas yang tinggal dengan aku."

Lukas, tabib terkasih itu, tidak tercatat berkhotbah di alun-alun atau membuat mukjizat besar. Kesaksiannya berbentuk lain: menemani seorang tahanan tua, dan menuliskan Injil yang paling lembut kepada orang kecil, orang sakit, dan orang berdosa. Dari tangannya kita menerima kisah anak yang hilang dan orang Samaria yang baik hati.

Tuaian memang banyak, kata Yesus, tetapi pekerja sedikit. Mungkin karena kita membayangkan pekerjaannya harus besar. Padahal kadang pekerjaan Kerajaan Allah berbentuk sederhana: tinggal, ketika semua orang pergi. Siapa yang sedang membutuhkan kita untuk sekadar tinggal?

Tuhan, jadikanlah aku setia seperti Lukas: hadir, menemani, sampai selesai. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →