‹ Semua renungan

Rabu, 17 Oktober 2029

Klakson untuk Diri Sendiri

Di jalan raya kita semua mendadak jadi hakim. Motor menyalip sembarangan: "Dasar tidak tahu aturan!" Mobil menerobos lampu kuning: klakson panjang. Anehnya, ketika kita sendiri yang menyalip, selalu ada alasannya: sedang buru-buru, terpaksa, cuma sekali.

Paulus menelanjangi kebiasaan itu: "Hai manusia, siapa pun juga engkau yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah, karena engkau yang menghakimi melakukan hal-hal yang sama." Penghakiman kita atas orang lain sering kali cermin yang buru-buru kita balikkan. Dan Paulus mengingatkan: Allah tidak memandang bulu; kemurahan-Nya dimaksudkan untuk menuntun kita kepada pertobatan, bukan membuat kita merasa aman menilai orang.

Kemarin kita mendengar soal cawan yang bersih hanya di luar. Hari ini Yesus melanjutkan teguran-Nya: para Farisi teliti pada persepuluhan selasih dan inggu tetapi mengabaikan keadilan, dan para ahli Taurat meletakkan beban yang tak terpikul pada pundak orang tanpa menyentuhnya dengan satu jari pun. Aturan untuk orang lain, kelonggaran untuk diri sendiri.

Ignasius dari Antiokhia, yang dikenang hari ini, memilih arah sebaliknya: keras kepada dirinya sendiri sampai rela menjadi "gandum Allah" yang digiling, dan lembut kepada jemaatnya. Bagaimana kalau hari ini klakson kita arahkan ke dalam dulu?

Tuhan, buatlah aku lunak kepada orang lain seperti aku lunak kepada diriku sendiri. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →