‹ Semua renungan

Jumat, 19 Oktober 2029

Harga Lima Burung Pipit

Burung pipit berjejer di kabel listrik seperti not balok. Di sawah ia dianggap hama; di pasar zaman Yesus harganya nyaris bukan harga: lima ekor dua duit. Beli empat, bonus satu. Makhluk paling murah yang bisa dibayangkan para pendengar-Nya.

Justru makhluk itu yang dipakai Yesus untuk berbicara tentang harga diri kita: "Tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah. Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit." Yang paling murah pun diingat; apalagi engkau.

Perhatikan: Yesus tidak menjanjikan murid-Nya bebas dari bahaya. Kalimat itu justru diucapkan kepada orang-orang yang akan menghadapi tekanan dan kemunafikan. Rasa aman kita tidak berdiri di atas keadaan yang ramah, melainkan di atas ingatan Allah yang tidak pernah bocor.

Paulus menambah dasarnya: Abraham dibenarkan bukan karena prestasi, melainkan karena percaya kepada Dia yang membenarkan. Kita berharga bukan karena berhasil. Teresia dari Avila merangkum buahnya dalam satu kalimat tenang: kesabaran memperoleh segalanya. Hari ini, ketakutan mana yang perlu kita timbang ulang dengan harga lima burung pipit?

Bapa, Engkau menghitung rambut kepalaku; tenangkanlah hatiku yang gelisah. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →