Rabu, 1 Agustus 2029
Wajah yang Berseri
Ada hal yang tidak bisa disembunyikan. Orang yang baru jatuh cinta, misalnya. Ia bisa mengaku biasa saja, tetapi wajahnya berkata lain. Ada cahaya kecil di sana yang tidak ia sadari sendiri. Justru orang lain yang lebih dulu tahu.
Kemarin kita mendengar Musa menuliskan Kesepuluh Firman, empat puluh hari empat puluh malam bersama Tuhan. Hari ini ia turun, dan kulit mukanya bercahaya. Anehnya, 'tidaklah ia tahu bahwa kulit mukanya bercahaya'. Ia sendiri tidak merasa bersinar. Yang lain yang melihat, bahkan sampai takut mendekat.
Perjumpaan dengan Tuhan meninggalkan bekas. Bukan bekas yang kita pamerkan, melainkan yang menetes sendiri tanpa kita atur.
Injil hari ini melengkapi. Seorang menemukan harta terpendam di ladang, lalu 'oleh sebab sukacitanya' ia menjual seluruh miliknya. Perhatikan urutannya. Bukan karena diperintah, bukan karena takut. Karena sukacita. Ia melepas segalanya sambil tersenyum.
Santo Alfonsus Maria de Liguori, yang menulis begitu banyak tentang doa, tahu rahasia ini: orang yang sungguh berjumpa dengan Tuhan tidak merasa sedang berkorban. Ia merasa sedang beruntung.
Adakah wajah kita hari ini menyimpan sedikit cahaya dari perjumpaan pagi tadi?
Tuhan, jumpai aku hingga wajahku tak bisa menyembunyikan-Mu. Buatlah aku memberi bukan dengan berat hati, melainkan dengan sukacita. Amin.