Rabu, 1 Agustus 2029
S. Alfonsus Maria de Liguori
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama Keluaran 34:29-35
Ketika Musa turun dari gunung Sinai--kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu--tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN. Ketika Harun dan segala orang Israel melihat Musa, tampak kulit mukanya bercahaya, maka takutlah mereka mendekati dia. Tetapi Musa memanggil mereka, maka Harun dan segala pemimpin jemaah itu berbalik kepadanya dan Musa berbicara kepada mereka. Sesudah itu mendekatlah segala orang Israel, lalu disampaikannyalah kepada mereka segala perintah yang diucapkan TUHAN kepadanya di atas gunung Sinai. Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, diselubunginyalah mukanya. Tetapi apabila Musa masuk menghadap TUHAN untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkannyalah selubung itu sampai ia keluar; dan apabila ia keluar dikatakannyalah kepada orang Israel apa yang diperintahkan kepadanya. Apabila orang Israel melihat muka Musa, bahwa kulit muka Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi mukanya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan TUHAN.
Mazmur Tanggapan Mazmur 99:5-7,9
Bacaan Injil Matius 13:44-46
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Renungan
Wajah yang Berseri
Ada hal yang tidak bisa disembunyikan. Orang yang baru jatuh cinta, misalnya. Ia bisa mengaku biasa saja, tetapi wajahnya berkata lain. Ada cahaya kecil di sana yang tidak ia sadari sendiri. Justru orang lain yang lebih dulu tahu.
Kemarin kita mendengar Musa menuliskan Kesepuluh Firman, empat puluh hari empat puluh malam bersama Tuhan. Hari ini ia turun, dan kulit mukanya bercahaya. Anehnya, 'tidaklah ia tahu bahwa kulit mukanya bercahaya'. Ia sendiri tidak merasa bersinar. Yang lain yang melihat, bahkan sampai takut mendekat.
Perjumpaan dengan Tuhan meninggalkan bekas. Bukan bekas yang kita pamerkan, melainkan yang menetes sendiri tanpa kita atur.
Injil hari ini melengkapi. Seorang menemukan harta terpendam di ladang, lalu 'oleh sebab sukacitanya' ia menjual seluruh miliknya. Perhatikan urutannya. Bukan karena diperintah, bukan karena takut. Karena sukacita. Ia melepas segalanya sambil tersenyum.
Santo Alfonsus Maria de Liguori, yang menulis begitu banyak tentang doa, tahu rahasia ini: orang yang sungguh berjumpa dengan Tuhan tidak merasa sedang berkorban. Ia merasa sedang beruntung.
Adakah wajah kita hari ini menyimpan sedikit cahaya dari perjumpaan pagi tadi?
Tuhan, jumpai aku hingga wajahku tak bisa menyembunyikan-Mu. Buatlah aku memberi bukan dengan berat hati, melainkan dengan sukacita. Amin.
Invitatorium
RABU I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Selasa dalam Pekan Biasa, Peringatan Santo Marta, Maria, dan Lazarus
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Tuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.
Mazmur 10
Doa syukur
Berbahagialah orang miskin; kerajaan surga adalah milik mereka (Lukas 6:20).
Ant. Tuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.
Ant. 2 Tuhan, Engkau tahu beban dukaku.
Ant. Tuhan, Engkau tahu beban dukaku.
Ant. 3 Firman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.
Mazmur 12
Seruan minta tolong Allah melawan penindas yang berkuasa
kebenaran telah pergi dari anak-anak manusia.
Ant. Firman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.
BACAAN
RESPONSORIUM Lukas 6:38; 2 Korintus 9:7
RESPONSORIUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.
Mazmur 35
Ant.1: Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.
Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.
Ydt 16,2-3,15-19
Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.
Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Mazmur 46 (47)
Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Bacaan Singkat (Tb 4,16-17;19-20)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU I SIANG
Madah
Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Mazmur 118 (119),9-16
Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Mazmur 16 (17) I
Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Mazmur 16 (17) II
Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Bacaan singkat (1Ptr 1,15-16)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU I SORE
Madah
Ant.1: Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?
Mazmur 26
Ant.1: Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?
Ant.2: Wajahmu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.
Mazmur 26 II
Ant.2: WajahMu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.
Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.
Kol 1,12-20
Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.
Bacaan Singkat (Yak 1,22.25)
Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Alfonsus Maria de Liguori
Uskup dan Pujangga Gereja · 1696-1787
Alfonsus Maria de Liguori lahir pada tahun 1696 di sebuah kota dekat Napoli, Italia, dari keluarga bangsawan yang saleh. Ayahnya, Don Yosef de Liguori, adalah perwira tinggi angkatan laut kerajaan Napoli. Alfonsus sangat cerdas dan meraih gelar doktor hukum sipil serta hukum gereja pada usia enam belas tahun, lalu berkarya sebagai pengacara muda yang cemerlang.
Titik baliknya datang ketika ia kalah dalam sebuah perkara penting akibat kekeliruan kecil yang tak ia sadari. Peristiwa itu menyadarkannya akan kesia-siaan kemuliaan duniawi. Ia meninggalkan dunia hukum dan menjadi imam, mengabdikan diri kepada kaum miskin dan terlantar di pedesaan yang jarang tersentuh pewartaan.
Pada tahun 1732 di Scala, Alfonsus mendirikan Kongregasi Sang Penebus Mahakudus (Congregatio Sanctissimi Redemptoris), yang dikenal sebagai kaum Redemptoris, untuk mewartakan Injil kepada rakyat sederhana. Ia menjadi salah satu teolog moral terbesar dalam sejarah Gereja, penulis buku Theologia Moralis dan banyak karya kebaktian, termasuk madah Tu scendi dalle stelle.
Meski enggan, ia diangkat menjadi Uskup Sant'Agata dei Goti oleh Paus Klemens XIII. Di masa tuanya ia menderita sakit dan lumpuh, namun tetap menulis dan berdoa. Ia wafat di Pagani pada tahun 1787 dalam usia sembilan puluh satu tahun. Ia dikanonisasi tahun 1839 dan dinyatakan Pujangga Gereja tahun 1871.
Pelindung: para teolog moral, bapa pengakuan, dan penderita rematik.