Kamis, 2 Agustus 2029
Rumah yang Penuh
Setiap tuan rumah tahu perasaan ini. Menjelang tamu penting datang, seisi rumah disapu, dibereskan, lampu dinyalakan. Tetapi ada saat rumah terasa benar-benar penuh bukan ketika sudah rapi, melainkan ketika tamunya akhirnya masuk dan duduk. Baru saat itu rumah menjadi rumah.
Hari ini kita mengenang Marta, Maria, dan Lazarus, tiga bersaudara di Betania yang rumahnya kerap disinggahi Yesus. Marta yang sibuk di dapur, Maria yang duduk mendengarkan, Lazarus yang pernah dipanggil keluar dari kubur. Rumah biasa, tetapi menjadi tempat Tuhan merasa di rumah.
Bacaan pertama menceritakan Musa menyelesaikan Kemah Suci. Setelah semua dipasang, 'awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci'. Begitu penuh sampai Musa sendiri tidak dapat masuk. Yang membuat kemah itu kudus bukan papan dan kainnya, melainkan kehadiran yang mengisinya.
Kita gampang mengira iman adalah soal membereskan diri sampai pantas. Padahal urutannya seperti Marta: sediakan tempat, buka pintu, dan biarkan Dia yang mengisi. Rumah yang paling rapi pun kosong tanpa tuannya pulang.
Sudahkah ada satu sudut dalam hidup kita hari ini yang sengaja kita kosongkan untuk Dia isi?
Tuhan, jadikan hatiku rumah yang selalu terbuka bagi-Mu. Isilah yang kubiarkan kosong, dan tinggallah. Amin.