‹ Semua renungan

Jumat, 3 Agustus 2029

Anak Tukang Kayu

Di kampung, kita mengenal semua orang sejak kecil. Kita tahu siapa yang dulu suka mengompol, siapa yang nakal, anak siapa yang sekarang jadi orang. Pengenalan itu hangat. Tetapi ada sisi lain: kadang justru karena terlalu kenal, kita jadi tak bisa melihat seseorang bertumbuh.

Itulah yang terjadi pada Yesus di Nazaret. Ia mengajar, orang takjub pada hikmat-Nya, tetapi sebentar saja pujian berubah jadi sungutan. 'Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya Maria?' Mereka menyebut semua nama keluarga, seolah daftar itu cukup untuk mengurung Dia. Dari mana Ia dapat semua ini?

Kekaguman mereka kandas pada satu hal: mereka merasa sudah tahu. Dan orang yang merasa sudah tahu berhenti belajar. 'Karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ.' Bukan kuasa Yesus yang berkurang, melainkan pintu mereka yang tertutup.

Kadang kita begitu terhadap orang terdekat. Pasangan, anak, rekan sekerja. Kita simpan mereka dalam kotak lama, dan tak sadar Tuhan sedang bekerja di dalam mereka.

Siapa di sekitarku yang selama ini kukurung dalam anggapan lama?

Tuhan, lepaskan aku dari rasa sudah tahu. Beri aku mata yang baru untuk melihat karya-Mu pada orang-orang terdekatku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →