‹ Semua renungan

Selasa, 31 Juli 2029

Berhadapan Muka

Ada perbedaan besar antara berbicara lewat pesan dan berbicara berhadapan muka. Lewat pesan, kata bisa dipilih hati-hati dan wajah bisa disembunyikan. Tetapi berhadapan muka, dua orang saling menatap, tidak ada yang tersembunyi. Perjumpaan yang sejati menuntut kehadiran, bukan sekadar kata.

Kitab Keluaran melukiskan kedekatan itu dengan cara yang menakjubkan. Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya. Musa yang tadinya merasa bukan siapa-siapa kini menjadi sahabat bicara Allah. Dan ketika Tuhan lewat, Ia menyerukan siapa diri-Nya: Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih dan setia. Semakin dekat dengan Allah, semakin ia mengenal bahwa hati-Nya penuh belas kasihan.

Hari ini kita mengenang Santo Ignasius dari Loyola. Namanya berakar pada kata ignis, yang berarti api. Cocok dengan hidupnya. Setelah bertobat, hatinya menyala oleh satu kerinduan, agar segalanya dilakukan demi kemuliaan Allah yang lebih besar. Ia mengajar orang menimbang gerak hati di hadapan Tuhan, persis seperti Musa yang masuk ke kemah pertemuan untuk berbicara berhadapan muka.

Dalam Injil, Yesus menjelaskan bahwa pada akhir zaman orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa. Api yang menyala dalam diri para sahabat Allah akhirnya akan tampak sebagai cahaya.

Apakah relasiku dengan Tuhan masih sebatas kata dari jauh, atau berani menjadi perjumpaan berhadapan muka seperti sahabat?

Tuhan yang penyayang dan pengasih, tariklah aku masuk ke kemah pertemuan-Mu. Nyalakanlah hatiku seperti Ignasius, supaya seluruh hidupku menjadi demi kemuliaan-Mu yang lebih besar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →