Senin, 30 Juli 2029
Hapuskanlah Namaku
Ada kasih yang baru kelihatan ukurannya ketika ia bersedia menanggung rugi demi orang yang dikasihinya. Selama semuanya lancar, semua orang bisa berkata sayang. Tetapi ketika harus memasang badan atau kehilangan sesuatu demi orang lain, di situlah ketahuan siapa yang sungguh mengasihi.
Musa menunjukkan kasih sebesar itu. Umat yang baru saja dibebaskan dari Mesir sudah membuat anak lembu emas dari perhiasan mereka sendiri, lalu menyembahnya. Dosa yang sangat besar. Allah murka. Tetapi Musa naik menghadap Tuhan dan berdoa dengan kalimat yang mengguncang: kiranya Engkau mengampuni dosa mereka, dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis. Musa siap kehilangan tempatnya sendiri demi umat yang bersalah. Ia tidak berdoa dari tempat aman. Ia menaruh nasibnya sendiri di atas taruhan.
Doa itu menubuatkan Doa yang lebih besar. Kelak Kristus tidak hanya menawarkan untuk dihapus dari kitab, Ia sungguh menanggung kutuk kita di kayu salib. Musa menawarkan diri; Yesus benar-benar memberikan diri.
Dalam Injil, Yesus melukiskan Kerajaan Sorga sebagai biji sesawi yang paling kecil, tetapi tumbuh menjadi pohon tempat burung bersarang. Kasih yang sunyi seperti doa Musa itu tampak kecil, tetapi diam-diam mengubah banyak orang.
Beranikah aku berdoa bagi orang yang bersalah dengan kesediaan menanggung rugi, atau doaku selalu kupasang dari tempat yang aman?
Tuhan, berilah aku hati Musa yang berani menaruh diri demi keselamatan sesama. Jadikanlah kasihku ragi kecil yang mengubah, dan doaku syafaat yang sungguh menanggung. Amin.