‹ Semua renungan

Minggu, 29 Juli 2029

Menjual Segalanya demi Satu

Ada orang yang seumur hidup mengumpulkan banyak hal, sedikit demi sedikit, dan tidak pernah rela melepaskan satu pun. Ada pula orang yang, begitu menemukan satu hal yang sungguh berharga, dengan sukacita melepaskan semua yang lain demi memilikinya. Perbedaan keduanya bukan pada seberapa banyak yang mereka punya, melainkan pada apakah mereka pernah menemukan sesuatu yang layak menggantikan segalanya.

Yesus melukiskan Kerajaan Sorga dengan dua orang seperti itu. Yang pertama menemukan harta terpendam di ladang secara tak sengaja, lalu oleh sukacitanya ia pergi menjual seluruh miliknya dan membeli ladang itu. Yang kedua adalah pedagang yang memang sedang mencari mutiara indah, dan setelah menemukan mutiara yang sangat berharga, ia pun menjual segalanya untuk membelinya. Yang satu menemukan tanpa mencari, yang lain menemukan setelah mencari. Tetapi keduanya melakukan hal yang sama: menjual segalanya demi satu yang terbaik.

Perhatikan kata sukacita. Mereka tidak melepaskan miliknya dengan berat hati, seolah dipaksa berkorban. Mereka melepaskannya dengan gembira, karena sadar bahwa yang mereka dapatkan jauh lebih berharga daripada yang mereka lepaskan. Di sinilah letak rahasianya. Orang yang sungguh menemukan Kristus tidak merasa kehilangan ketika melepaskan hal lain. Ia merasa beruntung.

Bacaan pertama menampilkan pilihan serupa. Ketika Allah menawarkan apa saja kepada Salomo, ia tidak meminta umur panjang, kekayaan, atau kemenangan atas musuh. Ia meminta hati yang penuh hikmat untuk membedakan yang baik dan yang jahat. Ia memilih satu hal yang terbaik, dan justru karena itu Allah menambahkan yang lain. Orang yang mendahulukan yang paling berharga tidak akan kekurangan yang lain.

Paulus meyakinkan bahwa pilihan seperti itu tidak sia-sia. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Mutiara itu bukan hanya berharga, ia juga aman. Yang menyerahkan hidupnya kepada Kristus dipegang oleh rencana yang lebih besar dari dirinya sendiri.

Pertanyaannya jujur dan tidak mudah. Sudahkah aku menemukan mutiara itu, sehingga hal-hal lain mulai kehilangan cengkeramannya atas hatiku? Atau aku masih sibuk mengumpulkan banyak hal kecil, karena belum pernah sungguh berjumpa dengan yang satu yang layak menggantikan segalanya?

Harta apa yang masih kugenggam erat-erat, yang menghalangiku menjual segalanya demi Kristus dengan sukacita?

Tuhan, Engkaulah mutiara yang paling berharga. Berilah aku hati Salomo yang memilih yang terbaik, dan sukacita orang yang menemukan harta terpendam, supaya aku rela melepaskan segala yang lain demi memiliki Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →