Minggu, 29 Juli 2029
Minggu XVII Masa Biasa
Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 3:5,7-12
Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.
Mazmur Tanggapan Mazmur 119:57,72,76-77,127-130
Bacaan Kedua Roma 8:28-30
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Bacaan Injil Matius 13:44-52
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."
Renungan
Menjual Segalanya demi Satu
Ada orang yang seumur hidup mengumpulkan banyak hal, sedikit demi sedikit, dan tidak pernah rela melepaskan satu pun. Ada pula orang yang, begitu menemukan satu hal yang sungguh berharga, dengan sukacita melepaskan semua yang lain demi memilikinya. Perbedaan keduanya bukan pada seberapa banyak yang mereka punya, melainkan pada apakah mereka pernah menemukan sesuatu yang layak menggantikan segalanya.
Yesus melukiskan Kerajaan Sorga dengan dua orang seperti itu. Yang pertama menemukan harta terpendam di ladang secara tak sengaja, lalu oleh sukacitanya ia pergi menjual seluruh miliknya dan membeli ladang itu. Yang kedua adalah pedagang yang memang sedang mencari mutiara indah, dan setelah menemukan mutiara yang sangat berharga, ia pun menjual segalanya untuk membelinya. Yang satu menemukan tanpa mencari, yang lain menemukan setelah mencari. Tetapi keduanya melakukan hal yang sama: menjual segalanya demi satu yang terbaik.
Perhatikan kata sukacita. Mereka tidak melepaskan miliknya dengan berat hati, seolah dipaksa berkorban. Mereka melepaskannya dengan gembira, karena sadar bahwa yang mereka dapatkan jauh lebih berharga daripada yang mereka lepaskan. Di sinilah letak rahasianya. Orang yang sungguh menemukan Kristus tidak merasa kehilangan ketika melepaskan hal lain. Ia merasa beruntung.
Bacaan pertama menampilkan pilihan serupa. Ketika Allah menawarkan apa saja kepada Salomo, ia tidak meminta umur panjang, kekayaan, atau kemenangan atas musuh. Ia meminta hati yang penuh hikmat untuk membedakan yang baik dan yang jahat. Ia memilih satu hal yang terbaik, dan justru karena itu Allah menambahkan yang lain. Orang yang mendahulukan yang paling berharga tidak akan kekurangan yang lain.
Paulus meyakinkan bahwa pilihan seperti itu tidak sia-sia. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Mutiara itu bukan hanya berharga, ia juga aman. Yang menyerahkan hidupnya kepada Kristus dipegang oleh rencana yang lebih besar dari dirinya sendiri.
Pertanyaannya jujur dan tidak mudah. Sudahkah aku menemukan mutiara itu, sehingga hal-hal lain mulai kehilangan cengkeramannya atas hatiku? Atau aku masih sibuk mengumpulkan banyak hal kecil, karena belum pernah sungguh berjumpa dengan yang satu yang layak menggantikan segalanya?
Harta apa yang masih kugenggam erat-erat, yang menghalangiku menjual segalanya demi Kristus dengan sukacita?
Tuhan, Engkaulah mutiara yang paling berharga. Berilah aku hati Salomo yang memilih yang terbaik, dan sukacita orang yang menemukan harta terpendam, supaya aku rela melepaskan segala yang lain demi memiliki Engkau. Amin.
Invitatorium
MINGGU I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu dalam Masa Biasa
MADAH
Pada hari ini, hari pertama,
PSALMODI
Ant. 1 Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Mazmur 24
Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penduduknya.
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. 2 Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Mazmur 66
Madah Ekaristi
Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. 3 Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Mazmur 94:18-19
RESPONSORIUM 1 Timotius 4:12, 16, 15
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Ant.1: Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Ant.2: Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Ant.2: Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Ant.3: Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Ant.3: Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Why 7,10.12)
Lagu Singkat
Ant.Kidung (Mi V): Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU I SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat (Gal 6,9-10)
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU I SORE II
Madah
Ant.1: Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Ant.1: Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Ant.2: Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Ant.2: Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat (2Kor 1,3-4)
Ant.Kidung (Mi V): Guru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Guru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Marta, Maria, dan Lazarus
Sahabat-Sahabat Tuhan · abad ke-1
Marta, Maria, dan Lazarus adalah tiga bersaudara yang tinggal di Betania, sebuah desa dekat Yerusalem. Rumah mereka menjadi tempat singgah dan peristirahatan yang dicintai Yesus setiap kali Ia menuju atau meninggalkan kota suci. Injil menampilkan mereka sebagai sahabat sejati Tuhan.
Marta dikenang sebagai perempuan yang cekatan melayani. Suatu kali ia mengeluh karena sibuk seorang diri sementara Maria, saudarinya, memilih duduk di kaki Yesus mendengarkan sabda-Nya. Yesus dengan lembut mengingatkan bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik, sebuah pelajaran tentang keseimbangan antara pelayanan dan mendengarkan Tuhan. Marta juga membuat pengakuan iman yang mendalam, bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah.
Kesetiaan persahabatan ini memuncak ketika Lazarus jatuh sakit dan wafat. Yesus datang empat hari sesudah pemakaman, menangis di makam sahabat-Nya, lalu memanggil Lazarus keluar dari kubur dan membangkitkannya. Peristiwa besar ini menjadi tanda kuasa Yesus atas maut menjelang sengsara-Nya sendiri. Sejak tahun 2021 Gereja merayakan ketiga bersaudara ini bersama dalam satu peringatan, sebagai teladan keramahan, iman, dan persahabatan dengan Kristus.
Pelindung: Marta bagi para tuan rumah, pelayan, dan juru masak. Lazarus bagi orang sakit.
Santa Marta
Perawan dan Sahabat Yesus
Kisah tentang Marta dilukiskan Yohans dalam Injilnya 11:1-14. Di dalamnya terungkap jelas bahwa Marta dan Maria bersama Lazarus saudara mereka amat disayangi oleh Yesus. Mereka tinggal di Betania, sebuah kampung kecil yang letaknya tak jauh dari Yerusalem. Ketika Yesus mengunjungi mereka sehubungan dengan peristiwa kematian Lazarus, Marta selaku adik Maria bertindak sebagai pelayan. Ia sibuk menyediakan makanan bagi Yesus dan Rasul-rasul yang menyertaiNya. Sedangkan Maria kakaknya, yang pernah meminyaki kaki Yesus dan menyekakan rambutnya, duduk di depan Yesus sambil mendengarkan Sabda Yesus.
Ketika Lazarus sakit keras, Marta dan Maria mengirimkan khabar kepada Yesus. Pada waktu itu Yesus ada diseberang sungai Yordan yang agak jauh dari Betania. "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit" demikian bunyi khabar itu. Yesus sengaja tinggal di tempat itu selama dua hari, lalu pergi ke Betania untuk menghibur Marta dan Maria. Tatkala Yesus datang, Marta pergi menemui Dia. Maka terjadilah percakapan indah antara dia dengan Yesus. Dengan sikap yang realistis dan penuh iman kepada Yesus, Marta berkata: "Tuhan, sekiranya Engkau ada disini, saudaraku pasti tidak mati. Teapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepadaMu segala sesuatu yang Engkau minta kepadaNya", kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit", kata Marta: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman". Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati…". Marta memang kurang memahami apa yang dikatakan Yesus, namun ia percaya kepada Yesus: "Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia". Marta adalah seorang wanita yang bersemangat iman dan praktis, ramah dan rajin.